Macam – Macam Kesalahan Yang Paling Sering Dilakukan Karyawan. Nomor 6 Paling

Menjadi seorang karyawan dalam sebuah perusahaan membuat kita tidak luput dari kesalah – kesalahan sebagai karyawan, baik yang dianggap sepele bahkan rumit. Berikut kami rangkum beberapa kesalahan yang sering dilakukan karyawan :

  1. Terlalu Menghindari Risiko

Ini adalah kesalahan dalam bekerja yang pertama Kesalahan dalam bekerja ini biasanya menimpa kita saat kita menemukan zona nyaman kita. Menghindari risiko sebetulnya tak salah. Namun, kalau kamu enggan mengambil risiko saat nyaman-nyamannya di comfort zone, maka itu adalah sebuah kesalahan dalam bekerja.

Kalaupun harus menghindari risiko, kamu bisa melakukannya jika mengalami sejumlah kondisi berikut ini:

  1. Kamu masih terlalu sibuk dengan pekerjaan atau jabatanmu saat ini.
  2. Bosmu masih belum memberikanmu kesempatan untuk mengembangkan dirimu lebih jauh, sehingga kamu pun belum bisa mengambil risiko.
  3. Kamu masih belum tahu bagaimana perkembangan kariermu ke depan, sehingga kamu belum tahu risiko apa yang haru diambil untuk mengembangkan kariermu.
  4. Kamu masih takut membuat kesalahan fatal karena terlalu berani mengambil risiko.
  1. Tidak Mau Belajar

Kesalahan dalam bekerja ini sering kita lakukan saat kita terlalu nyaman pada pekerjaan kita saat ini. Apalagi, jika pekerjaan tersebut sudah kita lakukan bertahun-tahun, dan kita benar-benar sangat menguasainya. Di dalam kondisi tersebut, seringkali kita merasa bahwa semua pekerjaan kita baik-baik saja serta tidak perlu ada hal baru yang perlu ditingkatkan. Hal ini tentu saja membuat kita enggan belajar

  1. Mudah Panik dan Stres

Dalam kondisi tertentu, kita sering dihadapkan dengan pekerjaan yang tenggat waktunya singkat. Atau, proyek yang kita lakukan dibatalkan secara sepihak oleh pihak klien. Hal itu membuat kita menjadi gampang panik dan depresi, yang merupakan salah satu kesalahan dalam bekerja.

  1. Mengabaikan Koneksi yang Kamu Miliki

Salah satu kunci kesuksesan dalam berkarier adalah koneksi yang kita miliki. Relasi yang kamu miliki kelak bisa memberikanmu manfaat bagi kariermu sendiri. Misalnya: membuatmu mendapatkan saran-saran berharga soal pengembangan kariermu ke depan. Oleh sebab itu, mengabaikan koneksi yang kamu miliki adalah sebuah kesalahan dalam bekerja yang harus kamu hindari.

  1. Membiarkan Dirimu Tak Bahagia Dengan Pekerjaan atau Tempat Kerjamu

Beberapa dari kita pasti pernah mengalami rasa tak bahagia, entah dengan pekerjaan atau tempat kerja kita. Ketidakcocokan dengan pekerjaan atau tempat kerja tersebut adalah salah satu alasannya. Idealnya, ketidakbahagaiaan tersebut harusnya membuat kita meninggalkan pekerjaan atau tempat kerja tersebut.

Memaksakan diri bekerja dalam ketidakbahagiaan akan membuatmu menghasilkan pekerjaan yang buruk. Akibatnya, kamu pun berpotensi dimarahi oleh atasan dan tidak menutup kemungkinan, kamu pun akan mengalami pemecatan. Ini tentu saja akan membuat reputasi kerjamu buruk, terutama bila kamu pindah kerja nanti.

  1. Tidak Meminta Kenaikan Gaji

Ini adalah kesalahan dalam bekerja yang sering dilakukan para pekerja. Mungkin kamu adalah salah satu yang melakukan kesalahan dalam bekerja ini. Kesalahan dalam bekerja ini wajar dilakukan, mengingat rasa sungkan yang kadang muncul di diri kita. Tak jarang kita memang sering sungkan meminta kenaikan gaji kepada atasan. Kita seringkali beralasan bahwa meminta kenaikan gaji adalah tindakan tak sopan. Atau, sebuah tindakan yang akan membuat kita dicap matre atau gila harta.

Tak ada salahnya untuk meminta kenaikan gaji. Apalagi, jika kamu merasa kalau performamu kian meningkat dan layak digaji lebih tinggi dari sebelumnya. Untuk itulah, kamu harus mulai lebih berani untuk meminta kenaikan gaji dengan cara bernegosiasi.

Cukup itu kesalahan yang dilakukan oleh karyawan, semoga kamu bisa menghindarinya ya. GOOD LUCK

Masih mau dapat tips dan trik keren mengenai dunia psikologi

Yuks Follow Kami di Blitz Psychology

Keyword : Jenis Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan, Rencana Pengembangan Karyawan, Jenis Program Pengembangan Karyawan, Pengembangan Karir Karyawan Perusahaan

Perlu Gak Training Karyawan Baru? Eits Perlu Dong

Di saat ini kita harus lebih selektif dan cermat dalam merekrut karyawan baru, tidak hanya dari segi riwayat pendidikan. Namun, pengalaman dan kompetensi kerja. Pada beberapa perusahaan dalam melakukan rekrutmen karyawan dapat melakukan masa uji coba atau training pada karyawan barunya sebagai bentuk antisipasi bilamana karyawan tersebut tidak dapat memenuhi keinginan perusahaan dalam hal kinerja dan hasil.

Di bawah ini ada beberapa manfaat yang diberikan jika perusahaan tersebut menerapkan training secara khusus untuk karyawan baru dengan baik sesuai metode pelatihan yang diberikan :

  1. Mampu memiliki para calon – calon leader yang baik dan paham dalam menjalankan tanggung jawab perusahaan di masa mendatang.
  2. Dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dalam kinerja karyawan di dalamnya.
  3. Mampu mendapatkan karyawan – karyawan yang memiliki moral dan komitmen yang lebih baik ke depannya.
  4. Dapat pengembalian investasi yang lebih besar dari training yang dilakukan untuk karyawan.

Nah, jelas dong kenapa karyawan baru memerlukan training terlebih dahulu. Bukan hanya sebagai penguatan wawasan dan kemampuan individu, tetapi dampak bagi perusahaan akan lebih teratasi dengan dilakukannya training. Semoga ilmu ini bermanfaat ya

Masih mau dapat tips dan trik keren mengenai dunia psikologi

Yuks Follow Kami di Blitz Psychology

Keyword : Jenis Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan, Pelatihan Untuk Karyawan Baru, Program Pelatihan Karyawan Baru

Training Karyawan Itu Harus Rutin? Iya Gak Sih?

Beberapa pihak masih menganggap bahwa melakukan training karyawan secara rutin merupakan pemborosan biaya, SDM, dan waktu sehingga mereka mengabaikannya. Hal ini bias jadi menyebabkan beberapa dampak buruk yang akan terjadi pada perusahaan.

Berikut merupakan dampak yang mungkin akan timbul jika perusahaan memilih untuk tidak melakukan training kerja karyawan secara rutin :

  1. Karyawan sering melakukan kesalahan dalam melakukan pekerjaannya.
  2. Hasil kerja karyawan tidak memenuhi stkamur kerja perusahaan.
  3. Timbul rasa tidak puas karyawan dan perusahaan yang berakibat saling menjelek-jelekkan.
  4. Kurangnya pengetahuan dalam menggunakan teknologi di perusahaan.
  5. Produktivitas kerja cenderung konstan, atau bahkan menurun.
  6. Loyalitas terhadap perusahaan cenderung rendah.

Dari penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa pelatihan atau training kerja secara rutin merupakan suatu proses yang sangat penting dalam menyediakan tenaga kerja yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan stkamur produksi. Tentunya akan berdampak positif pada kinerja perusahaan apabila memiliki tenaga kerja yang kompeten.

Masih mau dapat tips dan trik keren mengenai dunia psikologi

Yuks Follow Kami di Blitz Psychology

Keyword : Jenis Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan, Rencana Pengembangan Karyawan, Jenis Program Pengembangan Karyawan, Pelatihan Karyawan Perusahaan, Fungsi Pelatihan Karyawan

Sense Of Belongingness Itu Penting! Gak Percaya?

Membangun sense of belonging merupakan salah satu cara untuk menciptakan hubungan harmonis antara perusahaan dengan karyawan. Agar dapat terlaksana dengan lancar, maka kedua belah pihak harus memahami konsep tersebut.

Perusahaan sebagai pemberi kerja merupakan pihak yang berkaitan langsung dengan budaya kerja. Sehingga mengambil peran penting dalam sense of belonging karyawan. Sebab perasaan tersebut akan menumbuhkan komitmen dan motivasi pekerja.

Sense of belonging tidak bisa tercipta secara tiba-tiba dan juga tidak mungkin dibangun secara mandiri oleh karyawan. Pihak perusahaan harus menciptakan pendekatan dengan mereka agar bisa tumbuh perasaan tersebut.

Apa Itu Sense of Belongingness

Secara sederhana, sense of belongingness dapat diartikan sebagai rasa memiliki. Rasa ini bukan bermakna keinginan untuk memiliki perusahaan secara fisik. Akan tetapi merupakan rasa ikut berkontribusi dan bertanggung jawab atas kepentingan perusahaan.

Karyawan yang mempunyai rasa memiliki tentu akan lebih produktif dalam bekerja. Sehingga dapat mencapai visi dan misi perusahaan secara optimal. Sementara mereka yang tidak mempunyai ikatan emosional maka kinerjanya akan kurang optimal.

Membangun sense of belonging sangat penting dilakukan. Jadi bukan hanya menuntut karyawan untuk ikut berkontribusi dalam tugas dan pekerjaan. Karena bila seperti itu mereka akan bekerja dengan kualitas stkamur.

Karyawan yang mempunyai rasa memiliki akan bertanggung jawab dan tulus dalam menjalankan tugas di perusahaan. Oleh sebab itu, penting bagi HRD untuk dapat menumbuhkan sense of belonging. Berikut cara menumbuhkan Sense Of Belongingness

  1. Terbuka

Langkah pertama untuk menumbuhkan perasaan memiliki adalah dengan bersikap terbuka. Perusahaan dapat menyelenggarakan diskusi untuk mewadahi ambisi, motivasi dan keluh kesah karyawan selama bekerja.

  1. Memupuk Ikatan Sosial

Konteks hubungan dalam perusahaan umumnya berbentuk profesional. Akan tetapi, di luar itu juga perlu membangun hubungan yang akrab dan sehat antara karyawan. Hubungan akrab tersebut dapat meningkatkan kualitas kerja terutama dalam tim.

  1. Menetapkan Tujuan Bersama

Menetapkan tujuan bersama dapat mendorong karyawan untuk memberikan kontribusi nyata. Perusahaan perlu mengajak pekerja untuk berkontribusi secara aktif dalam pencapaian visi dan misi.

  1. Memberikan Apresiasi

Cara membangun sense of belonging selanjutnya adalah memberi apresiasi di luar gaji. Karyawan yang meraih prestasi harus mendapat penghargaan. Dapat berupa pemberian bonus atau ucapan selamat.

  1. Menyiapkan Pendampingan

Meningkatkan rasa memiliki dapat dilakukan melalui pendampingan. Bentuk pendampingan dapat berupa formal atau informal. Sehingga karyawan akan mempunyai rasa memiliki terhadap perusahaan.

Cukup mudah dipahami bukan? Semoga bias diterapkan di perusaahaanmu ya. GOOD LUCK

Masih mau dapat tips dan trik keren mengenai dunia psikologi

Yuks Follow Kami di Blitz Psychology

Keyword : Jenis Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan, Rencana Pengembangan Karyawan, Jenis Program Pengembangan Karyawan, Hubungan Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan

Hukumnya Wajib Bagimu Mengantisipasi Kesalahan Karyawan Di Restoranmu

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap karyawan baik di perusahaan F&B maupun perhotelan dapat melakukan kesalahan baik ringan maupun fatal yang mana akan menyebabkan terjadinya kerugian bagi restoran maupun hotel tersebut.

Berikut hal – hal yang dilarang dilakukan karyawan restoran.

  1. Mencuri Uang/ Stok Bahan Baku

Pelanggaran paling umum yang dilakukan oleh karyawan adalah mencuri uang hasil penjualan atau stok bahan baku.

Kalau di restoran, karyawan yang paling sering melakukan kecurangan ini adalah mereka yang berurusan secara langsung dengan uang dan bahan baku, antara lain: kasir yang bertugas menerima pembayaran atau  tim marketing yang memiliki keleluasaan bertransaksi dengan klien. Sedangkan mereka yang berurusan dengan bahan baku diantaranya adalah stokis, kepala gudang, atau bahkan chef.

  1. Menaikkan Harga Makanan

Jenis pelanggaran ini lebih mungkin dilakukan karyawan yang memiliki kesempatan bertransaksi secara langsung dengan pelanggan. Dengan menaikkan harga, karyawan nakal ini bisa mendapat keuntungan pribadi. Tentu hal ini akan merugikan kamu sebagai pemilik restoran. Karena restoran kamu akan dikenal lebih mahal oleh konsumen. Sehingga, bagi beberapa konsumen yang sensitif dengan harga akan memilih beralih ke restoran lain yang lebih murah.

  1. Tidak Menyerahkan Struk

Kasir nakal yang berniat mengambil keuntungan pribadi akan dengan sengaja tidak menyerahkan nota pembayaran kepada pembeli. Biasanya hal ini sengaja dilakukan agar pelanggan restoran Kamu tidak tahu berapa biaya yang seharusnya mereka keluarkan.

Salah satu modus yang biasanya dilakukan kasir ini adalah dengan mengatakan printer rusak, sehingga tidak bisa mencetak struk. Padahal mereka sengaja berbohong agar total harga sebenarnya tidak diketahui oleh kamu.

  1. Tidak Menyerahkan Uang Kembalian

Jangan anggap remeh uang kembalian yang hanya ribuan rupiah saja. Karena jika dikalikan dalam setahun, uang tersebut bisa mencapai ratusan ribu dan bahkan sampai jutaan rupiah. Tentu, Kamu bisa mengalami kerugian yang cukup banyak akibat kesalahan tersebut.

Misalnya saja dalam sehari terjadi 20 kali transaksi, dan kasir mengambil uang kembalian sebesar Rp. 500 per orang. Maka dalam sehari si kasir curang bisa mendapatkan Rp. 10.000. Jika dikalikan dalam setahun, kasir tersebut bisa mengumpulkan uang kembalian hingga 3 juta rupiah lebih.

Tentu angka yang cukup fantastis, mengingat dalam sehari bisa terjadi lebih dari 20 kali transaksi, dan nilai uang kembaliannya pun bisa lebih besar dari Rp. 500.

  1. Menyalahgunakan Data Member

Terkadang sebelum transaksi, kasir akan menanyakan apakah pelanggan punya kartu member atau tidak. Bila tidak, kasir bisa saja memasukkan nomor ID dari member yang mereka hafal. Sehingga laporan transaksi yang terekam di mesin kasir menunjukkan harga yang lebih murah karena mendapatkan potongan harga normal.

Namun, si kasir menyebutkan total harga normal kepada pelanggan, dan menggunakan selisih harga (potongan member) sebagai keuntungan pribadi. Sama halnya dengan pelanggaran sebelumnya. Mungkin uang yang diambil tidak seberapa. Tapi jika dilakukan rutin pasti bisa terkumpul uang yang banyak dan merugikan bisnis restoran Kamu.

  1. Menyalahgunakan Program Promo

Biasanya, jika ada promo potongan harga, bonus makanan, dll, karyawan curang tidak akan memberitahu program promo tersebut kepada pelanggan, tapi malah memanfaatkan promo tersebuut untuk kepentingan pribadi.

  1. Memanupulasi Laporan Penjualan

Jenis kecurangan ini lebih mungkin dialami bagi Kamu yang masih mempercayakan pembuatan laporan keuangan secara manual pada karyawan. Biasanya, karyawan curang akan mengakali laporan keuangan dengan menambahkan banyak pengeluaran dan mengurangi jumlah pemasukan, agar total yang sebenarnya bisa diambil keuntungan pribadi.

Sudah tahu kan seberapa buruknya dampak pelanggaran yang dilakukan karyawanmu yang nantinya pasti berakibat fatal bagi restoranmu. Yuk cermati dan awasi karyawanmu. Semoga bermanfaat

Masih mau dapat tips dan trik keren mengenai dunia psikologi

Yuks Follow Kami di Blitz Psychology

Keyword : Jenis Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan, Rencana Pengembangan Karyawan, Jenis Program Pengembangan Karyawan, Pelatihan Untuk Karyawan Hotel

Tips Cerdas Dalam Mengelola Penyimpanan Bahan Baku Dalam Restoran

Penyimpanan makanan restoran sangat penting untuk kesehatan dan keamanan makanan. Banyak faktor dapat memengaruhi kualitas makanan, seperti ruang penyimpanan, pengantaran dan kebersihan staf.

Kami telah menyusun sebuah daftar 8 panduan penyimpanan makanan restoran yang akan membantu Kamu memastikan keamanan makanan di dapur Kamu. Yuk Simak

  1. Tentukan Suhu Pengantaran

Saat bahan segar diantarkan, ukur suhu setiap bahan. Jika tidak didinginkan pada suhu yang benar, bakteri dapat berkembang lebih cepat. Telepon mitra pengantaran Kamu dan kembalikan barangnya.

  1. Perhatikan Keberadaan Bahan Kimia Beracun

Jauhkan bahan kimia beracun dan bahan pembersih dari makanan. Jangan pernah taruh bahan berbahaya di atas makanan.

  1. Perhatikan Tingkat Lantai

Jangan simpan kotak di lantai, tapi taruh di platform yang ditinggikan atau di rak. Lantai adalah sumber bakteri.

  1. Perhatikan Kondisi Ruang Penyimpanan

Pastikan ruang penyimpanan dan produk-produk bersih dan higienis. Kamu harus dapat menutup tempat penyimpanan agar tetap kering dan aman dari hama.

  1. Perhatikan FIFO

Saat menyimpan dan menyetok produk, Kamu sebaiknya menggunakan sistem Masuk Pertama, Keluar Pertama (FIFO). Dengan menggunakan metode ini, Kamu akan memastikan kualitas makanan serta keamanan makanan. Metode FIFO memastikan saat restoran menerima makanan yang diantarkan, makanan itu akan disimpan di belakang stok yang sudah ada. Metode ini memastikan makanan yang lebih lama digunakan terlebih dulu.

  1. Perhatikan Pelabelan Produk

Saat makanan disiapkan, ingatlah untuk membubuhkan tanggal makanan disiapkan (tambahkan stiker di sini: tanggal, nama masakan, tanggal disiapkan).

  1. Penempatan Bahan Daging dan Olahannya

Daging harus selalu disimpan di bawah bahan makanan lain untuk mencegah kontaminasi silang, dari cairan yang keluar dari daging, dengan bahan makanan lain.

  1. Patuhi Suhu

Ikuti peraturan suhu Penyimpanan Makanan untuk memastikan makanan Kamu selalu disimpan pada suhu optimal untuk memastikan kesegaran dan mencegah kontaminasi makanan.

Itu deh hal – hal utama yang wajib banget kamu perhatikan den perhitungkan dalam mengelola bahan pangan di restoran, semoga bermanfaat ya.

Masih mau dapat tips dan trik keren mengenai dunia psikologi

Yuks Follow Kami di Blitz Psychology

Keyword : Jenis Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan, Rencana Pengembangan Karyawan, Jenis Program Pengembangan Karyawan, Pelatihan Untuk Karyawan Hotel

Ngapain Sih Capek – Capek Melakukan Penilaian Kinerja Karyawan? Yuk Kepoin Alasannya

Penilaian kinerja karyawan perlu dilakukan secara berkala oleh perusahaan untuk melihat apakah performa mereka mengalami peningkatan, atau penurunan. Untuk itu, Kamu perlu tahu berbagai metode penilaian kinerja karyawan yang akan kami sampaikan melalui artikel ini.

Beberapa Metode Penilaian Kinerja Karyawan Di Perusahaan

Berikut ini, ada 5 macam metode untuk menilai kinerja karyawan yang dapat Kamu terapkan, yaitu:

  1. Management by Objectives (MBO)

Metode penilaian kinerja karyawan pertama dan yang paling sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan adalah metode Management by Objectives atau yang biasa disingkat dengan MBO. Seperti apa bentuk dari metode penilaian kinerja karyawan ini?

Management by Objectives memiliki tiga tahapan yang harus dilalui mulai dari tahapan planning, monitoring, dan kemudian reviewing. Untuk lebih jelasnya, simak penjabaran dari tahapan dalam metode MBO, yaitu:

  • Planning: Dalam tahapan pertama ini, atasan dan karyawan akan membuat sebuah rencana yang ingin dicapai bersama seperti goal apa yang ingin diraih oleh perusahaan pada tahun ini. Rencana tersebut yang nantinya akan dipecah menjadi apa saja yang harus dilakukan oleh karyawan untuk mencapai goal
  • Monitoring: Setelah adanya sebuah rencana, maka tahapan selanjutnya adalah monitoring. Tahapan ini akan dilakukan secara berkala seperti 3 bulan hingga 6 bulan sekali untuk melihat apakah performa karyawan berjalan dengan baik dalam mencapai goal yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
  • Reviewing: Di tahapan terakhir, atasan dan karyawan akan melakukan tinjauan kembali untuk melihat sejauh mana kinerja karyawan selama menjalankan tugasnya sesuai dengan rencana yang sudah dibuat bersama. Dari sana, Kamu bisa memberikan masukan mengenai hal apa saja yang harus dikembangkan oleh karyawan agar mereka dapat menjadi lebih baik lagi dalam menjalankan tugas-tugasnya selama bekerja di perusahaan tersebut.
  1. Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS)

Metode penilaian kinerja selanjutnya adalah Behaviorally Anchored Rating Scale yang merupakan bentuk metode penelitian kinerja untuk melihat perilaku karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya atau melayani customer. Bentuk ini menggunakan sistem rating angka yang bisa diisi oleh konsumen atau klien.

  1. Human Resource (Cost) Accounting Method

Beberapa perusahaan juga ada yang menggunakan metode Human Resource (Cost) Accounting Method dalam menilai kinerja karyawan. Metode penilaian ini digunakan untuk melihat perbandingan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memberikan gaji kepada karyawan tersebut dengan seberapa besar kontribusi yang telah diberikan oleh karyawan.

  1. 360-Degree Feedback

Dalam melakukan penilaian kinerja karyawan, Kamu juga bisa meminta penilaian berdasarkan sudut pandang orang lain seperti rekan kerja, ketua tim, hingga manajer yang terlibat di dalam perusahaan dan pernah bekerja sama dengan karyawan tersebut. Metode penilaian kinerja ini dinamakan dengan 360-Degree Feedback.

  1. Psychological Appraisals

Metode penilaian kinerja karyawan yang terakhir adalah Psychological Appraisals. Sesuai dengan namanya, metode penilaian kinerja ini melihat dari sisi psikologi karyawan untuk melihat potensi apa yang ada dalam dirinya untuk dapat dikembangkan.

Untuk dapat melakukan metode ini, Kamu perlu melakukan analisis yang mendalam mengenai beberapa hal mulai dari keterampilan interpersonal karyawan tersebut, karakter kepribadiannya, hingga kemampuan kognitif maupun intelektual yang dimiliki oleh mereka.

Udah tahu kan kenapa kamu perlu melakukan penilaian kinerja karyawan di perusahaanmu. Semoga bermanfaat ya.

Masih mau dapat tips dan trik keren mengenai dunia psikologi

Yuks Follow Kami di Blitz Psychology

Keyword : Jenis Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan, Rencana Pengembangan Karyawan, Jenis Program Pengembangan Karyawan

Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Untuk Menjadi Pemimpin Yang baik

Pemimpin yang baik dibutuhkan oleh semua tim. Hal ini disebabkan karena pemimpin yang baik akan membawa timnya ke dalam jalan yang terang dan kesuksesan. Akan tetapi menjadi seorang pemimpin bukan hal yang murah karena salah langkan kamu bisa kehilangan rasa hormat dari tim kamu.

Lalu bagaimana caranya menjadi pemimpin yang baik ini? Berikut ini adalah ulasan yang kami rangkum.

  1. Attitude yang tenang dan positif

Seorang pemimpin akan lebih dihargai jika mereka memiliki attitude yang lebih tenang dan lebih positif. Hal ini disebabkan karena attitude positif yang Kamu miliki akan membantu tim Kamu lebih tenang juga dalam menghadapi masalah dalam tim tersebut.

  1. Membuka komunikasi

Hal lain yang dapat Kamu lakukan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik adalah dengan membuka komunikasi dengan tim Kamu. Mari kita bandingkan pemimpin yang mengambil jarak dengan timnya dan pemimpin yang selalu berkomunikasi dengan timnya? Mana yang lebih memungkinkan pertumbuhan tim?

Ya! Pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan timnya sudah pasti merupakan pemimpin yang lebih mendorong timnya untuk bisa menjadi seperti dia.

Oh ya, jangan lupa tetap memberikan batas jangan sampai kamu kehilangan wibawa di depan tim kamu hanya karena kamu terlalu dekat dengan mereka. Kamu harus tahu mana batasan pemimpin yang ramah dan pemimpin yang disepelekan.

  1. Mengajari bukan memerintah

“Be a leader not a boss” merupakan ungkapan yang tepat untuk menggambarkan hubungan antara atasan dan timnya. Seorang leader akan mengajari dan memimpin, memberikan contoh mengenai bagaimana sesuatu berlangsung dan diselesaikan sedangkan bos akan membuat tim Kamu bekerja sendiri.

  1. Memberikan wawasan mengenai gol dan ekspektasi

Hal selanjutnya bisa menjadikan Kamu seorang pemimpin yang baik adalah memberikan penjelasan mengenai gol dan ekspektasi dari kegiatan usaha yang sedang dilakukan oleh tim Kamu. Dengan memberikan informasi mengenai goal dan juga ekspektasi, kamu bisa menyamakan persepsi antara satu tim dengan tim lainnya dan bisa mendorong tim kamu untuk bekerja dengan lebih baik dan lebih giat.

  1. Memberikan dan meminta feedback

Seorang pemimpin yang baik akan selalu memberikan feedback mengenai hasil kerja dari tim yang dimilikinya. Contohnya ketika tim Kamu bekerja dengan baik, maka kamu harus memberikan feedback positif. Jangan lupa untuk meminta feedback dari kepemimpinan Kamu agar kamu bisa belajar mengenai kesalahan kamu selama memimpin.

Masih mau dapat tips dan trik keren mengenai dunia psikologi

Yuks Follow Kami di Blitz Psychology

Keyword : Jenis Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan, Pengembangan SoftSkill Karyawan, Pengembangan Karier Karyawan

Kenapa Perjanjian Kerja Karyawan itu Penting?

Perjanjian kerja karyawan menjadi satu hal yang sangat penting untuk diperiksa sebelum menkamutangi kontrak. Hal ini juga sebagai antisipasi dalam mengurangi resiko kerugian yang disebabkan oleh pihak perusahaan maupun karyawan itu sendiri.

Kenapa sih perjanjian kerja menjadi satu hal yang sangat berguna dan penting untuk karyawan maupun untuk perusahaan itu sendiri? berikut adalah penjelasannya.

  1. Perjanjian Kerja Menjelaskan Status Kepegawaian

Dengan melihat perjanjian kerja, dituliskan jangka waktu kerja yang jelas. Mulai dari jangka waktu beberapa waktu tertentu yang masuk sebagai PKWT ( mba ini backlink artikel PKWT ya!) atau pekerja dengan waktu kerja tidak terbatas atau PKWTT.

Jika bekerja dengan masa waktu tertentu maka bisa juga disebut dengan pegawai kontrak dengan waktu yang sudah ditentukan. Jika masa kerja sudah habis maka Kamu bisa melakukan perpanjangan begitu kontrak sudah selesai. Sedangkan jika tidak ada batasan waktunya, maka bisa juga disebut dengan pegawai tetap yang dimana Kamu bisa bekerja sampai habis waktu pensiun ataupun bisa mengundurkan diri dengan kondisi tertentu.

  1. Menjelaskan Hak dari Pekerja dan Pemberi Kerja

Di perjanjian kerja dituliskan tentang hak-hak yang dimiliki oleh pekerja. Seperti halnya upah, cuti, dan hak dalam pekerjaan lainya. Sedangkan pemberi kerja berhak mendapatkan kinerja dan output yang baik dari pekerja karena ia sudah memberikan gaji secara utuh selama waktu kerja.

Sehingga di sini pekerja maupun pencari kerja memiliki Batasan mengenai hak yang dimilikinya. Jika hal ini tidak dituliskan dengan baik, maka akan terjadi miss atau kerancuan dalam proses kerja. Yang juga akan memengaruhi ketertiban dan kelancaran proses kerja di perusahaan tersebut.

  1. Mengetahui Posisi Kerja dengan Baik

Dalam kontrak kerja juga akan dituliskan posisi kerja beserta dengan jobdesk pekerjaan Kamu. Nah dengan berdasarkan kontrak yang dibuat disini, Kamu bisa lebih mengetahui pekerjaan apa saja dan wewenang apa saja yang didapatkan di posisi ini.

Hal ini menjadi perlindungan ketika pada waktu kerja nanti ada jobdesk yang tidak sesuai sehingga Kamu bisa menolak atau memberikan sanggahan berdasarkan kontrak yang disepakati di awal.

  1. Penjelasan Mengenai Upah

Upah tidak hanya upah pokok saja, melainkan ada komponen lainya yang mendukung upah keseluruhan karyawan. Upah dalam kontrak kerja meliputi beberapa komponen, diantaranya adalah

  • Upah pokok
  • Tunjangan (tunjangan Kesehatan, tunjangan makan, tunjangan transportasi, tunjangan masa tua dll)
  • Uang lembur
  • Potongan upah
  • Pph21

Nah dengan penjelasan pengupahan di awal seperti ini, Kamu bisa memahami berapa upah yang akan Kamu terima dan juga komponen pengupahan yang lainya. Misalnya ketentuan pengupahan lembur, komponen pajak dan juga komponen tunjangan.

Dan juga waktu dan metode pengupahan. Dengan ada kontrak jelas seperti ini, akan melindungi karyawan jika sampai perusahaan tidak menggaji dan juga melakukan pelanggaran terhadap pengupahan.

  1. Penjelasan Aturan Perusahaan

Terkadang banyak perusahaan yang tidak menjelaskan tentang aturan perusahaan, namun langsung membawa karyawan masuk kerja. Padahal hal ini akan membebani karyawan dalam adaptasi. Aturan menjadi dasar karyawan bergerak dan bekerja di waktu yang akan datang. Jika aturan perusahaan tidak dipahami dengan baik maka tentunya akan membuat ketertiban berkurang.

Untuk itu HRD perlu melakukan penjelasan mengenai peraturan di perusahaan tersebut. Untuk memudahkan karyawan dan juga memberikan batasan yang jelas untuk peraturan karyawan di perusahaan tersebut.

Nah udah tahu kan pentingnya kontrak kerja yang jelas dan tepat. Yang mana jika ada hal yang tidak sesuai dalam pekerjaan maka akan dikembalikan kepada perjanjian kerja. Untuk itu Kamu juga perlu hati-hati jika di perusahaan tempat kamu bekerja tidak diberikan kontrak atau perjanjian kerja yang sah.

Masih mau dapat tips dan trik keren mengenai dunia psikologi

Yuks Follow Kami di Blitz Psychology

Keyword : Jenis Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan, Rencana Pengembangan Karyawan, Jenis Program Pengembangan Karyawan

Wajib Tahu Nih! Segala Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melayani Customer Di Restoran

Ngomong –  ngomong soal restoran, udah tahu belum profesi apa yang penting di sana? Iya, betul Waiter.

Waiter/waitress/server adalah orang yang bertugas atau bekerja dibidang penyajian, dalam hal ini makanan dan minuman atau setidak-tidaknya menyampaikan hidangan kepada seseorang. Waiter/waitress/server merupakan suatu jabatan yang terdapat dalam berbagai outlet food and beverage department seperti restoran, room service, cafe, bar dan banquet.

Seorang Waiter/waitress/server juga harus mampu memberikan pelayanan yang memuaskan bagi tamu (excellent service) dan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah atunya adalah penampilan diri. Penampilan akan menentukan apakah pelayanan yang diberikan kepada tamu merupakan pelayanan yang berkualitas dan beretiket atau tidak. Oleh karena memberikan pelayanan secara langsung kepada tamu, senantiasa dituntut dengan penampilan yang rapid dan menarik. Beberapa ketentuan mengenai penampilan.

  1. Kebersihan badan (Cleanliness of the body): Kebersihan badan harus mendapat perhatian yang utama, badan yang kotor dan tidak terpelihara kebersihanya akan langsung merusak pelayanan kepada tamu.
  2. Kulit (skin) :Kesehatan dan kesegaran kulit harus mendapat perhatian yang utama. Kulit juga sangat menentukan nilai dan mutu pelayanan yang diberikan kepada tamu.
  3. Rambut (hair) :Masalah rambut tidak boleh diabaikan begitu saja dan harus dijaga kebersihanya, kesehatanya, dan kerapianya. Pergunakan minyak rambut seperlunya, jaga agar tidak menimbulkan aroma atau bau tidak sedap. Bebaskan rambut dari ketombe dan jangan menggaruk-garuk kepala saat sedang melayani atau menemani tamu.
  4. Kumis dan jenggot (beard and moustache) :Pelayanan kepada tamu akan dapat bernilai baik jika dapat menjaga kerapian wajah dengan tidak memelihara kumis dan jenggot.
  5. Tangan dan Kuku (hands and nails) : Kuku dan tangan harus bersih untuk menjamin kebersihan pelayanan. Selalu cuci tangan untuk menjaga kebersihan dan tidak memanjangkan kuku. Hindari pemakaian cat kuku yang berbau tajam. Selalu pelihara kesehatan kulit telapak tangan.

  6. Mulut dan Gigi (mouth and teeth) : Bagian ini merupakan bagian terpenting dan tidak boleh dianggap remeh. Selalu dijaga kebersihan dan kesegaranya. Hindari jangan sampai mulut mengeluarkan bau tidak sedap.

  7. Kaki, kaus kaki, dan sepatu (feet, stocking, and shoes) :Kebersihan dan kesegaran kaki harus dipelihara secara cermat. Jangan memakai kaus kaki dalam jangka waktu yang panjang sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Jangan biarkan sepatu disimpan di tempat yang lembab

  8. Emas dan perhiasan (gold and jewelry) :Hindari pemakaian perhiasan secara berlebihan dan segala bentuk penampilan menyolok ketika bertugas.

  9. Pakaian seragam (uniform) :Pakaian seragam harus dan hanya dipakai pada saat bekerja dan harus senantiasa dirawat dengan baik agar tetap rapi, bersih, dan tahan lama. Kenakan uniform dengan baik dan benar dan selalu perhatikan kerapian penampilan terutama pada saat sedang bekerja.

  10. Sikap dan Tingkah Laku : Sikap, pembawaan, dan tingkah laku sebagai seorang karyawan khususnya bagi para waiter/server harus dijaga dan dipelihara. Harus senantiasa bersikap lebih terampil dan cekatan serta selalu dalam keadaan siap sedia dalam menyediakan pelayanan. Harus selalu dalam keadaan rapi dengan sesekali mengontrol penampilan dan pembawaan diri.

Udah tahu kan sekarang hal hal yang perlu kalian ketahui. kalian yang ingin menjadi waiter/waitress atau para pengusaha restoran yang ingin agar omzetnya naik terus, harus memperhatikan para waiter/waitressnya karena mereka adalah ujung tombak restoran kamu. Maka selayaknya mereka diberikan arahan dan pelatihan agar lebih professional.

Masih mau dapat tips dan trik keren mengenai dunia psikologi

Yuks Follow Kami di Blitz Psychology

Keyword : Jenis Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan, Pelatihan Untuk Karyawan Hotel, Pengembangan Karir Karyawan Di Hotel

Design a site like this with WordPress.com
Get started