STRATEGI BISNIS KULINER AGAR TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI

Pandemi virus Corona yang sedang terjadi di Indonesia dan juga negara-negara lain berdampak besar terhadap perekonomian dari berbagai sektor, terutama di sektor usaha kuliner. Kegiatan usaha pun harus beradaptasi dengan perilaku baru masyarakat yang menerapkan work from home serta social distancing. Hal ini membuat pelaku usaha mengubah strategi pemasaran yang relevan dengan situasi saat ini.

Saat ini, konsumen tidak bisa makan di tempat dan berbagai restoran hanya fokus pada take away dan delivery order. Pelaku usaha harus memutar otak memikirkan strategi untuk bisa bertahan di tengah pandemi.

Seperti cerita dari Donny Kris Puriyono, pendiri Malang Strudel dikutip dari http://www.liputan6.com. Usaha oleh-oleh yang didirikannya adalah salah satu yang terdampak dari pandemi virus Corona karena menurunnya angka wisatawan yang datang ke Kota Malang. Oleh karena itu, Donny memikirkan strategi bagaimana roda usahanya bisa terus berputar.

Saat ini, Malang Strudel fokus memproduksi produk untuk warga Malang yang membutuhkan camilan seperti kue, roti, keripik, dan lain-lain. Donny juga men-switch berbagai jenis roti untuk orang-orang di rumah. Donny menjajakan produknya lewat marketplace dan bekerja sama dengan mitra ojek online agar bisa menjangkau konsumen lebih jauh. Pembatasan kerja dan efisiensi karyawan juga dilakukan Donny agar perusahaan tetap berjalan.

Menjalankan bisnis saat perekonomian Indonesia terdampak virus Corona sangat sulit. Sejumlah pelaku bisnis sedang dilanda kesulitan untuk mencapai target-target yang harus dicapai dan kesulitan melakukan ekspansi karena adanya pemberlakuan social distancing. Keuangan perusahaan pun juga terganggu karena menurunnya pendapatan perusahaan dan menyebabkan keseimbangan perusahaan terganggu.

Lantas, bagaimana strategi bisnis yang diperlukan agar roda usaha Anda terus berjalan? Bagaimana strategi bisnis yang Anda butuhkan agar bisa mengambil tindakan yang tepat?

  1. Jaga cashflow agar tetap sehat

Arus kas atau cashflow adalah unsur paling penting saat menjalankan usaha. Dalam situasi saat ini, Anda harus mengelola uang tunai secara optimal. Jaga arus kas untuk selalu positif, karena pengelolaan arus kas dapat menentukan keberlangsungan hidup bisnis Anda.

Menjaga arus kas juga bisa dilakukan dengan menekan biaya produksi seperti biaya pembelian bahan baku, membayar gaji karyawan, biaya operasional barang, dan lain-lain.

Buatlah prioritas anggaran dengan memilih mana anggaran yang sangat berdampak terhadap bisnis saat ini, mana yang harus dikurangi atau justru tidak berdampak untuk kegiatan bisnis. Tapi tak lupa juga untuk selalu menjaga kualitas produk Anda meskipun ada pengurangan biaya produksi.

  1. Terapkan sistem layanan delivery order

Adanya layanan delivery order dapat membantu konsumen untuk mendapatkan produk yang diinginkan. Pemberlakuan social distancing membuat orang-orang untuk menetap di rumah saja dan tidak bisa melakukan transaksi pembelian makanan secara langsung.

Daftarkan gerai makanan Anda kepada mitra ojek online. Layanan ini pun bisa membantu usaha bisa tetap survive mendapatkan pembeli. Dengan menerapkan delivery order, Anda juga membantu driver ojek online memberikan rezeki kepada mereka.

  1. Buat variasi produk yang relevan

Semenjak imbauan untuk tetap di rumah, orang-orang jadi gemar memasak. Mengolah makanan sendiri membuat mereka merasa lebih aman karena terjamin kebersihannya. Selain itu, perilaku banyak orang yang melakukan work from home (WFH) rentan merasa jenuh dan bosan.

Bagi penyedia produk makanan, Anda perlu melakukan variasi produk yang relevan dengan perilaku baru masyarakat saat ini, seperti yang dilakukan oleh Malang Strudel yang men-switch produk roti untuk orang-orang di rumah. Anda bisa menyediakan menu bahan baku atau ready to cook sesuai dari menu yang ada di gerai makanan Anda, Anda bisa menjual paket yang tinggal dimasak sendiri atau menjual bahan bakunya.

  1. Berikan insentif kepada pelanggan dalam bentuk promo

Selain itu membuat variasi produk, Anda juga bisa menerapkan strategi bundling dengan menawarkan paket yang menggabungkan beberapa produk makanan. Misalnya produk X dan produk Y, jika dibeli secara bersamaan, maka harga yang ditawarkan lebih murah daripada hanya membeli produk X saja. Selain hal tersebut, promosi yang tepat untuk dilakukan adalah gencar memberikan voucher gratis ongkos kirim. Dengan melakukan promosi seperti ini, konsumen akan terus terdorong untuk membeli produk Anda selagi Anda sudah memperhitungkannya secara matang.

  1. Terapkan protokol kesehatan sesuai standar

Menerapkan protokol kesehatan adalah salah satu bentuk empati kepada pelanggan agar mereka tidak was-was saat menerima makanan yang dibeli. Farid Fatahillah, Associate Consultant Iventure dikutip dari http://www.tirto.id, mengatakan bahwa krisis pandemi COVID-19 adalah ajang bagi brand untuk berempati, lebih peduli dan memberikan solusi.

Komunikasikan kepada pelanggan bagaimana tindakan perusahaan menghadapi pandemi COVID-19. Berbagai standar protokol kesehatan yang bisa diterapkan adalah pengantaran makanan tanpa kontak fisik dengan pembeli, menimialisir transaksi tunai, pemeriksaan suhu tubuh saat memasuki gerai, menerapkan physical distancing saat mengantri makanan setidaknya 2 meter, memberikan bukti cek suhu tubuh koki atau pengantar makanan, dan lainnya.

Pelaku usaha biasanya melakukan penagihan atau pembayaran secara langsung kepada mitra usaha. Namun karena adanya pandemi ini, hal tersebut justru membuat Anda sebagai pelaku usaha rentan terpapar virus Corona. Dalam situasi seperti ini, Anda dapat membuat alternatif lain yaitu membuat faktur (invoice) dalam bentuk dokumen yang dapat dikirim atau diterima otomatis melalui e-mail sebagai pemberitahuan resmi. Dengan menggunakan alternatif ini, Anda tidak perlu bertemu dengan pelanggan secara langsung.

Untuk di gerai makanan, Anda bisa menerapkan beberapa hal seperti karyawan yang wajib mengenakan masker dan sarung tangan, makanan yang wajib disegel dengan benar untuk mencegah makanan terkontaminasi, dan pembersihan area makanan secara berkala.

Di China, perusahaan pengantar makanan Meituan menyesuaikan dengan keadaan setelah merebaknya virus Corona. Perusahaan melakukan sejumlah perubahan fitur pada aplikasi pemesanan. Misalnya fitur loker khusus di sejumlah rumah sakit, sehingga pengantar makanan bisa meninggalkan makanan dengan aman lalu dibuka oleh staf medis rumah sakit menggunakan kode QR.

Menghadapi masa krisis saat ini tidaklah mudah. Untuk dapat melaluinya, kita harus beradaptasi dengan keadaan. Anda boleh saja khawatir, asalkan terus memantau pergerakan bisnis, jaga cashflow agar terus seimbang, dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen agar mampu bertahan pada saat kondisi seperti ini.

TIPS AMPUH PENGEMBANGAN DIRI DIRI MASA PANDEMI

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar terhadap sendi-sendi kehidupan manusia. Termasuk berdampak pada tatanan sosial, pekerjaan, pendidikan, ekonomi dan lainnya. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi yang ada. Nah, disinilah dibutuhkan sebuah upaya pengembangan diri agar manusia tetap memiliki kualitas meskipun berada di tengah pandemi.

Pengembangan diri disini adalah meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kontribusi dalam mewujudkan impian dan cita-cita. Sangat diperlukan upaya untuk menumbuh kembangkan bakat, minat, kreativitas, kompetensi dan kebiasaan lain dalam kehidupan.

Dalam tujuannya, manusia memiliki harapan besar untuk dapat hidup lebih baik dari hari ke hari. Impian tersebut tentunya akan tercapai bila memiliki kerja keras, konsistensi tinggi dan juga mampu memaksimalkan potensi diri dengan pengembangan diri yang dibangun, meskipun dalam prosesnya nanti akan dipenuhi dengan berbagai hambatan.

Tentu saja, setiap usaha yang dilakukan membutuhkan ‘action’ agar apa yang menjadi pengharapan dapat diwujudkan meski pandemi Covid-19 masih menghantui semua orang. Untuk itu, sebelum membangun pengembangan diri selama Pandemi Covid-19 perlu mengetahui hal-hal yang bisa dilakukan untuk memulainya, antara lain:

  1. Kenali Diri Sendiri

Mengenal diri sendiri berarti mengenal kemampuan diri. Hal ini penting untuk dilakukan sehingga dapat memberikan spirit untuk dapat memenuhi pengharapan dalam pengembangan diri yang akan dibangun.

Caranya adalah dengan bertanya pada diri sendiri, apa yang sedang menjadi tujuan hidup selama ini? Apa saja hal yang membuat bahagia dan sedih? Selain itu dapat bertanya jika mengahdapi hambatan apa yang harus dilakukan? Karena  kebahagiaan untuk mencapai cita-cita dalam pengembangan diri adalah berhasil mewujudkannya dan berhasil melewati hambatan yang ada.

  1. Cari Tahu Kelebihan dan Kekurangan Diri

Ini perlu dilakukan untuk menggali potensi diri yang dimiliki. Dalam menggali potensi diri, penting sekali untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan diri agar mempermudah untuk mencapai tujuan dan mempersiapkan diri jika ada masalah yang nantinya akan dihadapi.

Untuk menghadapi kekurangan, cobalah untuk menyadari kekurangan itu dan berusahalah untuk memperbaikinya. Untuk kelebihan yang dimiliki cari tahu cara mempertahankan dan meningkatkannya.

  1. Terbuka Terhadap Kritik dan Saran

Dalam sebuah upaya pengembangan diri, tak terkeduali selama pandemi seperti saat ini, membiasakan diri untuk menerima saran dan kritik tetap menjadi hal yang penting, karena akan memberikan sebuah kekuatan baru untuk bisa mencapai harapan yang diinginkan.

Untuk itu, terbuka dalam menerima saran dan kritikan dari orang lain akan sangat membantu untuk dapat tumbuh dan bangkit dalam keterpurukan. Kritik dan saran juga sangat baik untuk membangun intropeksi diri sehingga bisa mengambil keputusan dengan baik.

  1. Tidak Takut Mencoba Hal Baru

Dalam proses pengembangkan diri, utamanya dalam menggali potensi diri adalah membangun semangat untuk memulai hal yang baru. Intinya jangan pernah takut untuk mencoba. Pelajari hal baru tersebut mulai dari yang kecil hingga yang besar dan paling memungkinkan karena itu akan baik dalam memitigasi kegagalan yang ada.

  1. Tetap Menerapkan Kebiasaan Baik

Positive thinking akan sangat baik dalam memulai sebuah keputusan untuk ‘action’. Meskipun tetap dalam koridor waspada terhadap hal apapun yang akan dihadapi. Untuk itu, dengan tetap menerapkan kebiasaan yang baik tentunya akan mendapatkan hal yang baik pula sebagai bagian dari hukum kehidupan. Dimana setiap perbuatan baik, maka akan mendapatkan balasan hal yang lebih baik lagi.

  1. Ingat, Kamu Tidak Sendiri

Naik turun dalam kehidupan memang tidak bisa ditampik. Ketika kita berada di bawah, merasa kesepian, kecewa, lelah, dan tidak tahu harus bagaimana, juga saat social-distancing seperti sekarang. Padahal, ada banyak orang di sekeliling kita yang secara tidak disadari memberikan banyak dukungan untuk menghadapi hambatan yang terjadi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Itu artinya, kita tidak sendiri.  Hanya saja tinggal diri kita sendiri yang perlu menyadari hal tersebut. Dengan demikian beban yang terjadi akan sedikit membantu untuk bisa keluar dari kondisi tersebut.

  1. Banyak Hal yang Bisa Dipelajari

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dalam membangun pengembangan diri. Mulai dari mengenal hobi, bisnis online hingga jasa. Sebab, banyak orang yang sukses dimulai dari mengembangkan potensi diri dari hobi, karena melihat ada potensi yang bisa dijadikan sebagai ladang bisnis dan menjadi sukses dari hobi yang dimiliki.

Hal lainnya adalah memulai mengembangkan bisnis online. Jika tidak memiliki modal, hobi menulis kalian bisa jadi merupakan ladang bisnis yang menjanjikan dengan menjadi freelance writer. Dan masih banyak lagi yang lainnya dan semua itu bisa dipelajari terlebih di kala pandemi seperti saat ini, ketika kreativitas tinggi untuk bisa berdikari sangat dibutuhkan.

Faktor Yang Mempengaruhi Kompensasi Karyawan

Sudah banyak hal sudah kita bahas; gaji, berbagai benefit yang diberikan oleh kantor, THR alias tunjangan hari raya, hingga company trip. Yups, kita sudah banyak membahas mengenai kompensasi karyawan.

So, dalam artikel ini kita akan bahas kompensasi karyawan secara keseluruhan, mulai dari pengertian hingga faktor-faktor yang memengaruhi pemberian kompensasi ini. Shall we?

Pengertian Kompensasi Karyawan 

Kompensasi karyawan secara singkat bisa didefinisikan sebagai segala bentuk imbalan atas hasil kerja yang sudah diberikan oleh karyawan kepada perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pastinya tujuan diberikannya kompensasi karyawan ini adalah sebagai penghasilan dari karyawan sebagai individu yang berhak atas penghidupan yang layak, dan sebagai ikatan kerja sama antara perusahaan dan karyawan. Pemberian kompensasi ini juga merupakan pemenuhan kewajiban perusahaan terhadap karyawan, seperti yang sudah diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan yang disahkan oleh pemerintah.

Tujuan lainnya dari kompensasi karyawan antara lain:

  • Memberikan motivasi lebih pada karyawan untuk memberikan hasil yang terbaik.
  • Mencegah karyawan meninggalkan pekerjaannya.
  • Memperbaiki dan meningkatkan disiplin kerja karyawan Bisa menjadi standar kualitas dan prestasi kerja

Jadi, segala macam–baik yang kasatmata ataupun tidak kasatmata–bentuk imbalan buat kita yang sudah bekerja di kantor itu bisa disebut sebagai kompensasi karyawan. Lo, kok ada kasatmata tak kasatmatanya? Iya, bener kok itu. Mari kita lihat ke beberapa bentuk kompensasi yang diterima oleh karyawan.

Beberapa Bentuk Kompensasi Karyawan yang Diberikan oleh Perusahaan

Ada beberapa bentuk kompensasi karyawan yang diterimakan. Apa saja? Mari kita lihat. 

  • Kompensasi langsung 

Kompensasi karyawan ini adalah bentuk kompensasi yang langsung bisa dirasakan oleh karyawan. Biasanya juga disebut dengan kompensasi finansial, lantaran kompensasi ini diberikan dalam bentuk uang.

Kompensasi langsung ini berupa: 

  1. Upah yang dibayarkan secara harian, ataupun gaji yang dibayarkan per bulan.
  2. Tunjangan-tunjangan, yang diberikan rutin–baik yang dihitung per kehadiran maupun yang tidak. Seperti tunjangan jabatan, tunjangan makan, transportasi, dan lain sebagainya.
  3. Reward dan bonus, yang diberikan tidak setiap bulan. Seperti Tunjangan Hari Raya, bonus tahunan, dan lain sebagainya.
  4. Insentif, yang diberikan pada karyawan khusus karena sudah memenuhi standar target kerja tertentu. Misalnya komisi untuk para sales yang mampu meraih angka deals tertentu. Fasilitas yang disediakan untuk memperlancar kerja karyawan
  • Kompensasi tidak langsung 

Kompensasi karyawan tidak langsung merupakan kompensasi atau imbalan yang secara tidak langsung dirasakan oleh karyawan, meliputi benefit atau manfaat, dan pelayanan atau service.

Kompensasi tidak langsung ini bisa saja dalam bentuk finansial maupun kompensasi nonfinansial.

Kompensasi karyawan tidak langsung dalam bentuk finansial merupakan kompensasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup karyawan. Misalnya pemberian asuransi kesehatan yang akan memberikan perlindungan pada para karyawan dan juga anggota keluarganya, penyertaan karyawan di program dana pensiun, tunjangan perumahan, fasilitas peminjaman dana dengan bunga rendah, dan lain sebagainya.

Ada pula kompensasi karyawan tidak langsung yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi karyawan, misalnya seperti tunjangan pendidikan untuk meraih gelar lebih tinggi, pemberian training-training yang sesuai dengan kebutuhan karyawan, dan lain sebagainya.

Sedangkan, kompensasi karyawan tidak langsung nonfinansial bisa diberikan dalam bentuk liburan bareng, pemberian hak cuti–termasuk hak cuti hamil bagi karyawan wanita–pemakaian kendaraan kantor dalam car ownership program, ataupun pemenuhan fasilitas kantor terbaik agar karyawan semakin nyaman dalam bekerja.

Kriteria Pemberian dan Faktor yang Memengaruhi Kompensasi Karyawan

Kompensasi untuk karyawan ini memang merupakan kewajiban perusahaan dan menjadi hak bagi para karyawan. Namun, pemberian dan besarannya tentu ada aturannya.

Pemberian kompensasi karyawan ini seharusnya:

  1. Memadai, dalam arti harus memperhatikan tingkat taraf hidup normal yang berlaku saat itu, dan memenuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
  2. Adil, dalam artian setiap karyawan berhak mendapatkan kompensasi tergantung jabatan, beban kerja dan tanggung jawab masing-masing.
  3. Efektif, dalam arti tidak berlebihan, seimbang dengan kinerja dan gaji/upah yang berlaku. Aman, dalam artian, kompensasi karyawan ini diberikan untuk membangkitkan rasa aman dan nyaman karyawan dalam bekerja sehari-harinya.

Lalu, faktor apa saja yang biasanya memengaruhi besaran kompensasi karyawan yang diberikan oleh perusahaan ini? Ada beberapa, mari kita lihat.

  1. Kemampuan untuk membayar. Ini menjadi faktor utama pastinya. Perusahaan pasti tidak akan membayar kompensasi melebihi kemampuan.
  2. Produktivitas dan kinerja karyawan, tentunya yang produktivitasnya lebih tinggi akan mendapatkan kompensasi yang lebih banyak ketimbang yang lainnya.
  3. Posisi, jabatan, dan beban kerja, semakin tinggi jabatan, semakin banyak beban kerja maka kompensasi yang diterima juga semakin besar.
  4. Peraturan pemerintah, yang berupa penetapan UMR dalam suatu wilayah.

Nah, sudah tahu serba-serbi kompensasi karyawan–mulai dari pengertian, jenis dan bentuknya, serta faktor-faktor yang memengaruhi pemberian dan besarannya–sekarang saatnya kita untuk tahu bagaimana cara terbaik untuk mengolah semua bentuk kompensasi itu, sehingga kita bisa memanfaatkannya untuk menaikkan kualitas hidup kita.

Pengertian 5S / 5R dan Penerapannya Dalam Produksi

Bagi yang pernah bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang, mungkin tidak asing lagi dengan istilah 5S. Sebagian besar perusahaan-perusahaan Jepang menerapkan konsep 5S sebagai fundamental atau dasar dari Manajemen, terutama perusahaan-perusahaan manufakturing Elektronika.Pengertian 5S atau 5R

5S merupakan huruf awal dari 5 kata Jepang, Yaitu :

  • Seiri   (整理)
  • Seiton (整頓)
  • Seiso  (清楚)
  • Seiketsu (清潔)
  • Shitsuke (躾け)

5S tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi 5R yang terdiri dari:

  • Ringkas
  • Rapi
  • Resik
  • Rawat
  • Rajin

Urutan 5S diatas juga merupakan urutan tahapan dalam penerapan konsep 5S.

5S merupakan konsep yang sangat sederhana sehingga dapat mudah dimengerti dan penerapannya oleh siapa saja. Tetapi sangat susah untuk menerapkannya dengan benar, hal ini dikarenakan kebiasaan kita yang ingin senang sendiri dan tidak mau diikat oleh aturan-aturan yang ada.

Penerapan 5S di perusahaan-perusahaan harus diikuti oleh semua level mulai dari operator sampai ke Top Management (Manajemen puncak). Dengan menerapkan 5S dengan baik, kita dapat meningkatkan produktivitas kerja kita dan juga dapat bekerja dengan se-efektif serta se-efisien mungkin dan meningkatkan keamanan (Safety) di tempat kerja kita. Di samping itu juga dapat meningkatkan citra atau Image kita di hadapan Customer maupun manajemen kita sendiri karena penataan dan kerapian di tempat kerja kita juga mencerminkan sikap kita terhadap pekerjaan kita.

Penjelasan singkat tentang 5S :

  • S Pertama   = Seiri – Ringkas, Membuang barang yang tidak diperlukan
  • S Kedua       = Seiton – Rapi, Membenahi dan men-standar-kan tempat penyimpan / meletakkan barang atau peralatan pada tempatnya.
  • S Ketiga       = Seiso – Resik, Menjaga kebersihan tempat kerja (membersihkan tempat kerja agar bebas dari debu dan sampah)
  • S Keempat = Seiketsu – Rawat, Mempertahankan tempat kerja agar tetap Ringkas, bersih/Resik dan Rapi
  • S Kelima     = Shitsuke – Rajin, Disiplin diri sendiri

Dalam penerapan 5S, terdapat 4 langkah yang perlu dilakukan antara lain :

  • Melakukan Perekaman keadaan sekarang agar dapat dijadikan perbandingan setelah melakukan kegiatan 5S (before and after)
  • Melakukan Kegiatan 5S
  • Pembudayaan 5S, Jadikan 5S merupakan bagian yang tidak terlepas dari aktivitas kerja harian kita.
  • Evaluasi kembali terhadap 5S dan lakukan tindakan pencegahan agar 5S tetap terjaga di tempat kerja.

Contoh : bagaimana mencegah debu tidak melekat di mesin, bagaimana mencegah peletakkan barang yang tidak pada tempatnya.

Beberapa cara yang sering dilakukan untuk menjaga 5S tetap berjalan dengan baik di perusahaan adalah dengan menerapkan Petugas khusus 5S, Piket 5S, Patroli (audit) rutin, 5S day/month (hari atau bulan 5S), Lomba 5S dan Warta 5S.

7 Manfaat Financial Planning Untuk Memperkuat Kondisi Keuangan

Financial planning adalah sebuah susunan rencana yang digunakan untuk mengatur keuangan pribadi seseorang demi memenuhi suatu tujuan keuangan. Jadi, kenapa sih financial planning itu penting?

Berikut beberapa manfaat financial planning yang bisa buat kamu sukses secara finansial.

  1. Memantau kondisi keuangan

Financial planning membantu kamu memantau kondisi keuangan kamu. Apakah sudah sehat? Atau kamu malah dalam risiko finansial, seperti utang, risiko tak terduga, bahkan kebangkrutan?

Dengan melakukan financial planning, kamu bisa melihat kondisi keuangan kamu sekarang dan memantaunya dengan mudah. Kamu bisa melihat apakah kondisi keuangan kamu sudah sehat atau sedang buruk dengan kriteria berikut:

  • Menabung minimal 20% dari pendapatan bulanan;
  • Utang bulanan (read: cicilan) tidak lebih dari 30% pendapatan bulanan;
  • Mempunyai dana darurat (likuid) sebesar 6-12 kali pengeluaran bulanan; serta
  • Menyisihkan 10% pendapatan untuk perlindungan finansial berupa asuransi.

Tentunya poin ini merupakan sebagian kecil dari financial planning. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa melihat artikel tentang perencanaan keuangan.

  1. Membuat anggaran

Financial planning tidak sebatas memonitor apakah kondisi keuangan kamu sehat, tapi juga adanya pembuatan anggaran. Dengan adanya budgeting, kamu bisa:

  • Mengetahui secara pasti kemana uang kamu “mengalir”;
  • Membatasi pengeluaran kamu;
  • Lebih terfokus dalam menabung demi mencapai tujuan keuangan;
  • Mencatat keuangan demi melacak pengeluaran dan pemasukan.

Tanpa anggaran, financial planning juga tidak akan maksimal untuk dilakukan.

  1. Mencegah utang

Dengan adanya pembuatan anggaran dan pemantauan kondisi keuangan, akan lebih kecil kemungkinan risiko utang. Nyatanya, pemantauan kondisi keuangan bisa memberitahu kamu jika kondisi rasio utang kamu sudah melampaui batas sehat.

Kemudian pembuatan anggaran juga dapat membantu kamu mengatasi ketidakseimbangan yang mungkin disebabkan oleh utang. Kamu juga bisa belajar lebih lanjut di artikel lainnya tentang cara memprioritaskan menabung atau utang.

  1. Membantu menetapkan asuransi yang diperlukan

Setelah mempunyai finansial dasar yang kokoh, seperti tahu cara melunasi utang dan mempunyai dana darurat, langkah selanjutnya adalah mempunyai asuransi. Ibarat kondisi keuangan kamu sebagai rumah yang baru saja kamu bangun. Bila ada puting beliung, maka kamu harus mulai dari awal lagi.

Sama halnya, kondisi keuangan kamu bisa diporak-porandakan oleh risiko keuangan yang datang tak terduga. Entah itu meninggalnya pencari nafkah keluarga, kecelakaan, biaya medis yang membengkak, dan lainnya. Karena itu, kamu memerlukan perlindungan finansial dari asuransi untuk membantu membangun ulang keadaan finansial kamu.

Berdasarkan perencanaan keuangan, biasanya kamu membutuhkan 5-10 persen dari pengeluaran bulanan kamu untuk perlindungan asuransi. Namun, kamu juga bisa menghemat dengan mempertimbangkan asuransi online. Pasalnya, asuransi online jauh lebih terjangkau. Jika kamu melihat asuransi jiwa dari Super You by Sequis Online hanya berkisar mulai dari Rp30.000-an saja per bulan.

  1. Membuat rencana investasi

Setelah mempunyai pondasi finansial yang kuat, serta perlindungan finansial, kamu bisa memulai rencana investasi. Dengan begitu, kamu pun mulai sedikit demi sedikit membangun pendapatan pasif.

Dengan investasi, uang yang kamu kumpulkan bisa bertambah banyak dan juga dapat melawan inflasi yang ada. Melakukan financial planning membantumu dalam membuat rencana investasi tersebut. Mulai dari memilah jenis investasi yang cocok untuk kamu, periode waktu investasi, hingga membantumu memantau hasil investasi yang kamu peroleh sekarang.

  1. Membangun aset

Tidak hanya untuk pondasi dasar keuangan, mempunyai suatu financial planning dapat membantu kamu membangun aset. Baik itu untuk aset pribadi, atau aset dari bisnis, financial planning mengambil peranan penting.

Dengan fitur-fitur seperti pemantauan keuangan, anggaran, pencegahan utang, asuransi, hingga investasi, kamu bisa menggunakan financial planning untuk mencegah “kebocoran” dan menambah pemasukan. Otomatis, hal ini akan membuatmu lebih mudah untuk membangun aset kamu sedikit demi sedikit.

  1. Membantu merealisasikan tujuan keuangan kamu

Ketika kamu sudah membangun aset, kamu pun pada akhirnya akan bisa merealisasikan tujuan keuangan kamu. Entah itu hidup tua yang mapan, bisa menyekolahkan anak, mempunyai bisnis, atau yang lainnya.

Training Needs Analysis

Halo HCA Professionals yang ARTmazing,

Apa itu TNA atau Training Needs Analysis? Berikut ini kami mencoba untuk me-refresh kembali definisi dan dasar-dasar dari TNA dan metode apa saja yang dapat digunakan.

TNA (Training Needs Analysis)

TNA merupakan suatu proses identifikasi dan analisis tentang kebutuhan pelatihan karyawan atau program pengembangan potensi sumber daya manusia dalam suatu organisasi, yang tujuan akhirnya terjadi peningkatan performa.

Setiap organisasi atau perusahaan pasti menginginkan sumber daya manusia yang di dalamnya menunjukan top performance, maupun mengerahkan seluruh potensinya untuk menyelesaikan tantangan dalam pekerjaan mereka. Setiap individu yang bekerja, sebenarnya memiliki kesempatan untuk menunjukan kemampuan terbaiknya. Namun apakah mereka mampu melakukannya? Berapa persen dari potensi yang dimiliki mampu ditunjukan dalam performanya?

Seringkali terdapat gap, antara performa yang diharapkan dengan performa realita yang dimiliki individu. Oleh karena itu, sebuah organisasi pasti perlu melakukan pelatihan karyawan maupun pengembangan potensi terhadap sumber daya manusianya. Maka dari itu, masing-masing individu yang menjadi bagian dalam organisasi tersebut mampu menunjukkan performa terbaiknya secara konsisten.

Challenge Untuk Organisasi

Setiap organisasi mengetahui bahwa dalam mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas, tidak hanya bergantung pada merekrut individu yang berkualitas; dan juga tidak dalam waktu yang instan. Proses Training & Development sangat berperan penting untuk memaksimalkan potensi individu hingga mencapai top performance.

Keberhasilan proses training & development bergantung kepada seberapa dalam kita mengetahui kebutuhan yang harus dipenuhi. Proses training & development sendiri cenderung dianggap sebagai sumber pengeluaran yang besar, oleh karena itu organisasi butuh memastikan hasil dari proses training & development dapat mencapai ROI (Return of Investment) yang positif. Efisiensi dan efektifitas anggaran yang telah diinvestasikan perlu dipastikan sehingga proses pelaksanaan pelatihan karyawan dapat terukur dan bermanfaat secara optimal.

Lemahnya informasi tentang kebutuhan training & development dapat mengakibatkan terjadinya ketidaksesuaian prioritas kebutuhan.

Langkah-langkah TNA

  • Tentukan Hasil yang Diinginkan

Pertama-tama bayangkan terlebih dahulu mendefinisikan keberhasilan seperti apa yang ingin Kamu capai. Ketahui juga bagaimana mengukur keberhasilan tersebut, bisa dalam bentuk perilaku atau pengukuran apapun. Bayangkan apa yang coba Kamu perbaiki, atau masalah apa yang sedang Kamu coba pecahkan. Secara ideal, pelatihan karyawan atau training yang dilakukan berkaitan dengan bisnis proses.

  • Libatkan Para Karyawan dan Cocokan dengan Tujuan Kamu

Sangat penting untuk mengidentifikasi kompetensi yang benar-benar dibutuhkan untuk mencapai target dan disesuaikan pula dengan hasil seperti apakah yang ingin Kamu raih. Kamu pasti akan sangat membutuhkan keterbukaan dari para karyawan, sehingga Kamu benar-benar dapat mengidentifikasikan kebutuhan yang diinginkan dan kompetensi yang mereka miliki saat ini. Kamu juga butuh untuk menyampaikan tujuan Kamu sehingga mereka memahami proses pengembangan karyawan yang sedang dilakukan dan keuntungan apa yang dapat mereka peroleh dari program pelatihan karyawan tersebut.

  • Identifikasi kompetensi apa yang dibutuhkan saat ini

Data yang Kamu peroleh dari karyawan akan menunjukan gap antara kompentensi yang Kamu butuhkan dengan kompetensi mereka saat ini. Sehingga tahu kebutuhan program pelatihan karyawan apa yang harus dipenuhi untuk meningkatkan potensi karyawan.

  • Tentukan metode yang paling efektif

Ada bermacam-macam metode yang bisa Kamu gunakan untuk pengembangan karyawan atau meningkatkan potensi sumber daya manusia di dalam organisasi

Contoh metode yang bisa digunakan :

  1. On the Job Training
  2. Mentoring dan coaching
  3. Ceramah
  4. E-learning
  5. Buku dan e-book
  • Perhatikan biaya yang dikeluarkan

Pelatihan karyawan yang akan dilakukan pasti membutuhkan biaya. Yang perlu diingat adalah waktu, dan tenaga yang Kamu luangkan juga termasuk biaya. Maka, di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu Kamu cermati

  1. Waktu kerja yang menjadi tidak aktif ketika mengikuti pelatihan
  2. Biaya training yang sesuai dengan kebutuhan Kamu
  3. Biaya transportasi
  4. Biaya administrasi

PELATIHAN KARYAWAN STRATEGI PSYCHOLOGICAL PRICING

BELAJAR STRATEGI PSYCHOLOGICAL PRICING

Pengaruh alam bawah sadar memang seringkali menjadi faktor yang ikut menentukan keputusan tindakan seseorang, termasuk dalam keputusan belanja. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi alam bawah sadar yang berkaitan dengan belanja adalah harga psikologis, atau psychological pricing.

Memang, psikologi adalah ilmu pikiran yang cakupan ilmunya sangat luas. Bahkan ilmu psikologi bisa diadopsi dalam ilmu perdagangan terkait dengan penentuan harga. Harga psikologis atau psychological pricing adalah strategi penetapan harga berdasarkan teori bahwa harga tertentu dapat memiliki dampak psikologis pada seseorang.

Biasanya, harga psikologis diberlalukan oleh para pedagang dengan cara menetapkan harga ganjil pada produknya. Penetapan harga ganjil ini akan membuat efek pada pembeli bahwa harga yang ditawarkan lebih murah. Hal ini dikarenakan alam bawah sadar manusia memproses harga ganjil lebih murah daripada harga genap. Selain itu, seseorang juga akan cenderung membulatkan harga ganjil tersebut ke digit yang lebih rendah dengan mengabaikan beberapa digit terakhir.

Misalnya, suatu produk diberi label harga sebesar Rp 19.999. Alam bawah sadar seseorang secara cepat akan memproses bahwa harga produk tersebut adalah sebesar Rp 19 ribu rupiah. Hal ini disebabkan orang-orang cenderung mengabaikan angka-angka pada digit terakhir. Padahal angka Rp 19.999 tersebut lebih dekat jika dibulatkan pada angka Rp 20 ribu.

Penerapan penetapan harga psikologis tercatat sudah diterapkan pada tahun 1997. Hal ini sesuai dengan penelitian yang diterbitkan dalam Buletin Pemasaran pada tahun tersebut. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa pada tahun 1997 terdapat sekitar 60% dari harga produk dalam iklan memiliki akhiran angka 9,30% memiliki akhiran angka 5,7% memiliki akhiran angka 0, dan 3% sisanya berakhiran dengan tujuh digit gabungan yang tersisa.

Dalam penerapannya, harga psikologis memerhatikan beberapa teori di bawah ini:

  1. KERUGIAN TERASA LEBIH BERARTI DARIPADA KEUNTUNGAN

Konsumen akan cenderung berfikir lebih mengenai kerugian yang akan ia terima daripada keuntungan yang akan ia dapatkan. Rasa rugi akan memberikan efek sakit yang membuat seseorang akan cenderung lebih mudah teringat dan cenderung menghindari mendapat kerugian. Hal ini membuat seseorang akan mencari keuntungan walau sangat sedikit dalam keputusannya membeli sesuatu.

Misalnya, pada label harga Rp 19.999, seseorang akan berfikir bahwa harga acuan dari nominal tersebut adalah sebesar Rp20.000, sehingga ia akan memiliki keuntungan sebesar Rp 1. Ini sangat berarti bagi seorang pembeli, walaupun keuntungan yang ia rasa telah ia dapatkan adalah sebesar 1 rupiah saja. Pemanfaatan unsur mendapatkan keuntungan dan kerugian ini sangat efektif dalam strategi penetapan harga

2. PEMBELI CENDERUNG MENGABAIKAN BEBERAPA DIGIT TERAKHIR PADA LABEL HARGA

Hal ini telah diterangkan pada pembahasan sebelumnya, bahwa pada contoh harga Rp 19.999, pembeli cenderung mengabaikan tiga digit terakhir pada label harga sehingga pembeli akan membulatkan angka tersebut menjadi Rp 19 ribu. Harga yang lebih murah ini akan membuat pembeli akan lebih tertarik untuk membeli produk tersebut.

Berkaitan dengan teori ini, Keith Coulter, Associate Professor Marketing di Graduate School of Management, Clark University, menyarankan satu teknik label harga yang dinilai efektif. Profesor tersebut menyarankan untuk mencetak digit pecahan terkecil dengan ukuran yang lebih kecil. Misalnya, harga Rp 19.999 lebih baik ditulis dengan Rp 19.999.

3. MENETAPKAN DISKON LAIN DI SAMPING MENETAPKAN HARGA PSIKOLOGIS

Salah satu cara untuk memaksimalkan fungsi dari harga psikologis adalah dengan menggabungkan harga psikologis dengan diskon yang lain. Penggabungan dua elemen ini akan membuat pembeli berfikir bahwa ia akan mendapatkan banyak keuntungan dengan membeli produk yang dipasarkan. Misalnya, penjual bisa menggabungkan harga psikoligi dengan promo beli satu gratis satu. Atau pembeli juga bisa memberlakukan diskon 50%, di samping dengan menerapkan harga psikologis.

4. HARGA KOMPARATIF

Dalam pengambilan keputusan dalam berbelanja, seseorang seringnya juga memerhatikan harga barang lain dari produk sejenis sebagai harga komparasi. Harga komparatif berfungsi sebagai harga acuan pembanding untuk satu merk produk yang akan dibeli. Teknik penerapan harga komparatif adalah dengan cara meletakkan merk produk yang berbeda di samping dengan merk produk yang menjadi target. Hal ini akan menimbulkan efek bahwa pembeli adalah pihak yang memegang kendali dalam pengambilan keputusan berbelanja karena pembeli memiliki banyak pilihan merk dari produk yang sama.

Dalam penerapannya, penetapan harga psikologis memiliki sejumlah keuntungan, diantaranya:

Membuat pembeli lebih tertarik untuk membeli. Hal ini dikarenakan harga psikologis menimbulkan efek bahwa harga yang ditawarkan oleh penjual terasa lebih murah.

Label harga bisa dibandingkan, sehingga pembeli dapat memiliki banyak pilihan dalam keputusan belanjanya.

Bagi penjual, akan lebih mudah menerapkan diskon saat menetapkan harga psikologis. Penjual bisa saja menyebut harga Rp 19.999 sebagai harga diskon sebesar 50%. Padahal di sisi lain, hara tersebt bukanlah harga diskon yang sebenarnya. Karena dari efek harga psikologis yang membuat harga tersebut terlihat lebih murah, maka terasa akan baik-baik saja jika penjual menyebut harga tersebut sebagai harga yang telah didiskon.

Dengan keuntungan-keuntungan yang tersaji oleh harga psikologis, tentu penetapan harga psikologis bukanlah hal yang tidak ada salahnya untuk dicoba. Bahkan perusahaan Internasional sekelas ABC juga menerapkan harga psikologis ini. ABC International melakukan penyelidikan terhadap harga pesaing dari mobil produksinya. Para pembeli mobil menggunakan layanan belanja harga on line untuk mengevaluasi harga mobil, dimana pada layanan itu ditampilkan harga mobil-mobil yang tertera adalah pada kisaran $ 10.000. Atas dasar itu, ABC memutuskan untuk memberi harga kendaraan pada $ 19.999. Untuk memposisikan dirinya dalam pasar mobil, ABC juga menetapkan rentang harganya sebesar $ 10.001 – $ 20.000.

Walaupun dinilai efektif dan memberikan banyak keuntungan, penetapan harga psikologis juga memiliki kerugian tersendiri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pembeli, bahkan yang masih berusia sangat muda, bisa dengan sadar mencerna harga sebenarnya dari harga psikologis. Para pembeli bisa berlaku rasional dengan mencerna harga sebesar Rp 19.999 sebagar Rp 20.000, bukan sebesar Rp 19.000.

Itulah penjelasan mengenai definisi harga psikologis lengkap beserta dengan teori-teorinya. Pada hakikatnya, semua strategi penetapan harga memiliki kekurangannya masing-masing. Namun, apa salahnya menerapkan harga psikologis dalam penjualan?

Manfaat Artikel Pelatihan Karyawan

Pelatihan karyawan menjadi sebuah hal yang penting untuk diperhatikan oleh para pemilik usaha. Tidak hanya bermanfaat untuk kepentingan karyawan sendiri, tetapi juga memiliki manfaat bagi perusahaan sendiri.

Sebagai seorang karyawan tentunya bertanya-tanya, mengapa pelatihan karyawan itu penting? Banyak sekali artikel pelatihan karyawan yang menjelaskan mengenai manfaat pelatihan karyawan, lalu apakah manfaat itu benar-benar dirasakan oleh karyawan maupun perusahaan?

Berikut manfaat pelatihan bagi karyawan maupun perusahaan

  • Sebagai upaya cara untuk meningkatkan keterampilan karyawan agar dapat bertahan dan dapat beradaptasi sesuai dengan perubahan, kemajuan dan perkembangan teknologi yang selalu berkembang.
  • Pemilik perusahaan tentunya mengharapkan karyawannya memiliki produktivitas dan kinerja yang tinggi, dengan adanya program pelatihan karyawan merupakan cara untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja kerja
  • Dengan adanya training karyawan tentunya dapat membuat sense of belonging karyawan terhadap perusahaan semakin meningkat, sehingga menjadikan karyawan melayani pelanggan dengan baik. Dan berakibat pada naiknya kepuasaan pelanggan yang tentunya memberikan keuntungan bagi perusaan sebagai cara meningkatkan profit perusahaan
  • Program pelatihan dan pengembangan karyawan dapat membuat para karyawan lebih akrab dan juga memiliki solidaritas yang tinggi maka suasana perusahaan akan lebih tenang dan juga kondusif dengan adanya tim yang solid yang saling bekerjasama dalam mewujudkan visi-misi perusahaan
  • Tidak kalah penting juga manfaat pelatihan untuk karyawan baru adalah membantu karyawan baru dalam beradaptasi dan mengerjakan tugasnya
  • Manfaat pelatihan bagi karyawan lama juga tidak kalah penting, karyawan lama dapat mengasah kemampuan maupun bakat terpendam lainnya. Selain itu juga dapat merefresh segala ilmu yang mereka dapatkan selama bekerja
  • Strategi pelatihan terhadap karyawan dalam meningkatkan kerja sama tim tentunya hal yang sering dilakukan oleh perusahaan melalui gathering maupun outbond training

Contoh Pelatihan Karyawan Baru

Pelatihan untuk karyawan baru sangatlah dibutuhkan dalam pengembangan skill karyawan. Materi pelatihan karyawan baru tentunya berbeda dengan pelatihan bagi karyawan lama.

Berikut contoh pelatihan karyawan baru

  1. Pelatihan karyawan mengenai pengenalan lingkungan perusahaan
    Materi training untuk karyawan baru saat bergabung dengan perusahaan adalah tentang pengenalan lingkungan perusahaan. Tujuan pelatihan karyawan baru ini adalah agar bisa lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kerjanya. Pengenalan ini meliputi kondisi lingkungan kerja, peraturan perusahaan dan budaya kerja perusahaan.Proses pelatihan karyawan baru ini bisa dilakukan di dalam kelas maupun orientasi terjun langsung ke lapangan
  2. Training karyawan mengenai 5R dan K3
    Jenis pelatihan karyawan 5R dan K3 juga sangat penting diberikan kepada karyawn baru. Dengan pengenalan 5R dan K3 tentunya akan dapat membantu mempermudah karyawan baru dalam menyelesaikan pekerjaannya sehingga peningkatan produktivitas pun dapat tercapai. 5R yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin jika diaplikasikan di lingkungan kerja maka dapat meningkatkan kenyamanan dalam bekerja. Sedangkan K3 atau Kesehatan dan Keselamatan Kerja dapat menjadi bekal bagi karyawan baru dalam memahami tentang prosedur keselamatan kerja supaya tidak terjadi kecelakaan kerja saat mereka bekerja nanti
  3. Pelatihan kerja karyawan mengenai Standar Operational Procedure dan Instruksi Kerja
    Fungsi pelatihan karyawan ini adalah untuk pembekalan mengenai instruksi kerja tugas dan tanggung jawabnya dan pihak yang berkaitan dengan tugasnya. Manfaat pelatihan karyawan baru ini membuat karyawan bisa lebih memahami urutan kerja yang harus diikuti sehingga hasil kerjanya bisa lebih terkontrol serta sesuai standar
  4. Pelatihan karyawan baru tentang Continuous Improvement
    Modul pelatihan karyawan ini mengenai perbaikan program yang dilakukan oleh perusahaan seperti dengan memberikan ide-ide perbaikan suatu program kerja serta merealisasikan ide tersebut.

Fungsi Pelatihan Karyawan bagi Organisasi

Keberhasilan sebuah perusahaan tentunya bergantung pada kinerja para karyawannya. Sebuah perusahaan yang memiliki produktivitas yang tinggi tentunya akan mampu bertahan dan dapat terus berkembang. Untuk itulah fungsi pelatihan karyawan memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkannya. Tidak hanya pelatihan untuk karyawan baru tetapi juga penting pelatihan bagi karyawan lama. Karna pengembangan skill karyawan haruslah terus dilakukan seiring dengan perkembangan zaman. Apa saja fungsi pelatihan karyawan bagi organisasi? Berikut ulasannya,

1. Dapat menemukan potensi anggota organisasi

Tidak semua orang mengetahui dengan baik apa potensi mereka. Oleh sebab itu, dengan adanya program pelatihan dan pengembangan karyawan maka karyawan akan mengetahui skill apa saja yang harus mereka kuasai. Selain itu, karyawan juga menjadi tahu apa yang menjadi potensinya sehingga dapat digali lebih dalam terutama yang akan menguntungkan organisasi agar lebih berkembang.

2. Lebih memahami tren terbaru

Manfaat pelatihan karyawan bagi perusahaan adalah dapat membuat karyawan lebih memahami perkembangan dan juga tren terbaru industri. Sehingga perusahaan tetap dapat bersaing di tengah kemajuan industri dengan para pesaing bisnis lainnya.

3. Menjadi cara untuk meningkatkan produktivitas karyawan

Peningkatan produktivitas kerja tentu menjadi hal penting bagi perusahaan, banyak cara yang dilakukan agar produtivitas semakin meningkat. Karena dengan meningkatnya produktivitas kerja, tentunya akan membuat profit perusahaan semakin bertambah. Untuk itulah salah satu cara meningkatkan produktivitas kerja adalah dengan pelatihan dan pengembangan karyawan SDM.

  1. Menjadi cara meningkatkan tingkat retensi perusahaan

Pengembangan karir karyawan adalah menjadi salah satu alasan paling banyak  untuk meninggalkan pekerjaan. Jika perusahaan memberikan pelatihan karyawan sebagai bentuk perhatian bagi karyawannya maka karyawan merasa lebih dihargai keberadaannya. Pelatihan karyawan yang efektif dan berkualitas maka akan dapat membantu mempersiapkan generasi leader selanjutnya bagi perusahaan.

Design a site like this with WordPress.com
Get started