SUKA LUPA? BISA JADI KAMU TERKENA SHORT TERM MEMORY LOSS SYNDROME (SYNDROME DORY)

Sebagian besar dari kita pasti pernah menonton film Finding Nemo. Mungkin masih ingat percakapan dory dengan ayah nemo yang dimana dirinya begitu cepat lupa dengan apa yang baru saja dibicarakan. Marlin menyangkal kalau dory menderita Short Term Memory Loss. Dibalik tampilanya yang lucu ternyata dory adalah ikan kecil yang terpisah dari orang tuanya. Malangnya lagi, dory memiliki penyakit gampang lupa dimana kondisi ini mengakibatkan perjuangan dory untuk menemukan orang tuanya kian sulit.

SYNDROME DORY BERBEDA DENGAN AMNESIA

Pada kehidupan nyata syndrome Short term memory loss yang dialami tokoh Dory ini juga dialami oleh beberapa orang. Short term memory loss atau Syndrome Dory merupakan gejala penyakit kehilangan kemampuan mengingat atau merekam sesuatu yang baru saja terjadi.syndrome ini sama sekali berbeda dengan amnesia. Amnesia adalah keadaan dimana seseorang kehilangan seluruh ingatan pada jangka waktu tertentu. Sedangkan Syndrome Dory hanya lupa sejenak dalam jangka waktu pendek atau beberapa detik saja. Namun, ingatan lama masih tersimpan dengan baik.

Ada banyak factor yang Menyebabkan hilangnya ingatan sekali maupun jangka pendek seperti :

1.Penuaan

Seiring berjalannya usia kemampuan tubuh tak se-fit pada saat muda. Seiring bertambahnya usia kita akan mulai kehilangan sedikit demi sedikit kemampuan tubuh kita. Begitu juga dengan fungsi otak kita dimana otak kitalah yang memperoses memory atau ingatan kita ini lah yang Menyebabkan kita dapat terkena syndrome dory ini.

2.Pengaruh obat

Pengunaan obat-obatan secara berlebihan dapat Menyebabkan hilangnya memory. Seperti obat tidur, obat penenang, obat anti kecemasan, antidespresan, dan antihistamin. Dan juga obat pasca oprasi juga dapat Menyebabkan hilangnya ingatan.

3.Kebiasaan merokok

Rokok mengandung zat kimia yang berbahaya bagi tubuh. Zat-zat kimia ini akan mengubah zat kimia alami otak, sehingga pasokan oksigen ke otak terganggu. Kondisi seperti ini dapat memperburuk daya ingat.

4.Kurang istirahat

Kualitas tidur sangat berpengaruh pada fungsi memori otak. Sering terbagun di malam hari dan tidur terlalu sebentar dapat Menyebabkan otak kelelahan. Kondisi otak lelah ini lah yang Menyebabkan terjadinya gangguan kemampuan untuk mengingat sesuatu.

5.Depresi atau Stress

Depresi dan stress Menyebabkan seseorang kesulitan fokus yang berakibat pada kemampuan memori otak. Selain itu, trauma atau kejadian yang tak mengenakkan Menyebabkan terjadinya gangguan mengingat pada seseorang karena orang tersebut berusaha keras untuk melupakanya.

KENAPA BISA TERKENA KECEMASAN

Kecemasan merupakan salah satu gangguan mental. Kondisi ini dapat disebabkan oleh adanya masalah pada fungsi otak yang mengatur rasa takut dan emosi.

Berikut beberapa factor yang dapat Menyebabkan Kecemasan :

1.Pengalaman Negatif 

Kecemasan yang di sebabkan pengalaman negatif dapat Menyebabkan kita cemas akan terjadinya pengalaman serupa.

Misalnya kita pernah mengalami pembullyan saat SMP, kita akan cemas pada masuk SMA kita akan di bully lagi. Kejadian seperti inilah yang menyebab kan Kecemasan yang berlebihan pada diri kita. Sehingga, kita akan merasa takut akan mengalami kejadian serupa di masa depan.

Untuk mengatasinya kita harus siapkan mental yang kuat, dan melupakan apa yang terjadi di masa lalu agar kita dapat melangkah maju.

2.Keturunan

Kecemasan yang disebabkan oleh gen yang diturunkan dari orang tua kita. Biasanya orang yang mengalami hal ini akan berpikiran berlebihan terhadap segala sesuatu.

Jika kita mengalami kelainan ini, kemungkinan kita memiliki genetic yang spesifik sehingga rentan terhadap kelainan semacam ini. Apabila kita memiliki keluarga yang mengalami kelainan ini, maka resiko kita meningkat 2-6 kali di banding orang biasa

3.Gangguan Kepribadian

Kecemasan yang di sebabkan leh gangguan mental atau kepribadian seseorang. Biasanya orang yang mengalami gangguan ini akan memiliki Kecemasan yang berlebih pada sesuatu.

Gangguan kepribadian adalah salah satu gangguan mental. Kondisi ini menyebabkan memiliki pola pikir dan perilaku yang kompleks yang sulit diubah. Penderita penyakit ini juga sulit membaca situasi dan orang lain

Umumnya, gangguan kepribadian muncul pada usia remaja atau awal dewasa. Gangguan ini sering tidak di sadari leh penderita, tapi sangat terasa pada rang di sekitar penderita dan lingkunganya.

4.Masalah hidup yang besar

Kecemasan yang disebabkan oleh masalah hidup yang sulit untuk dihadapi. Penderita kecemasan ini sering berfikir apa yang terjadi pada hidupnya di masa depan.

Misalnya kecemasan yang di sebabkan oleh quarter life crisis. Quarter life crisis adalah peride saat seseorang berumur 18-30 tahun merasa tidak memiliki arah. Khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang. Umumya kecemasaan ini seputar karier, percintaan, relasi, dan kehidupan sosial.

Cara mengatasinya adalah dengan cara menata rencana apa saja yang akan kita lakukan di masa depan, sebagai contoh kita menata rencana untuk pekerjaan di masa depan yang sesuai dengan jurusan yang kita ambil di seklah sekarang.

APA ITU BURNOUT DAN CARA MENGATASINYA.

Burnout merupakan kondisi psikologis yang terjadi karena tekena stress berkepanjangan. Biasanya bornout ini terjadi pada pegawai kantoran yang bekerja lebih dari jam ideal. Burnout Menyebabkan penderitanya mengalami tak bersemangat dan lelah berkepanjangan. Kondisi ini Menyebabkan ketidakproduktifan untuk pegawai tersebut.

Berikut cara mengatasi burnout:

1.Prioritas

Buat prioritas pekerjaan yang penting ke yang kurang penting. Dengan begitu kita dapat menghemat energi kita, karena kita tau mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Dengan begini energi yang kita keluarkan tidak terlalu banyak

2.Bicara Dengan Atasan

Konsultasi dengan atasan mengenai kecemasan yang dirasakan. Saat kamu di beri pekerjaan yang terlalu banyak atau berat katakan saja kalau memang pekerjaan tersebut membebanimu, dan membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikannya.

Jika malah atasan yang Menyebabkan burnout coba konsultasi kepada HRD mungkin saja kamu mendapat solusi untuk masalahmu. Atau, akhirnya kamu dipindahkan ke dalam tim lain.

3.Kurangi ekspektasi dan beri apresiasi pada dirimu

Coba atur pola pikirmu serealistis mungkin. Sehingga kamu dapat menurunkan ekspektasi yang terlalu tinggi pada dirimu sendiri. Ada juga dengan pekerjaan mu yang sedang kamu kerjakan saat ini. Karena berekspektasi terlalu tinggi dapat menyakitimu dan menguras banyak energi untuk mengejar ekspektasi tersebut.

Dengan begitu, kekhawatiran dan stress di tempat kerja dapat di kurangi. Dan jangan lupa untuk mengapresiasi diri sendiri terhadap prestasi pada pencapaian yang telah di raih.

4.Ceritakan pada teman atau keluarga 

Coba ceritakan masalah pada orang terdekatmu. Dengan bercerita dengan orang terdekat kamu bisa mendapat solusi atas masalah yang sedang kamu hadapi. Dengan begitu kecemasan dan kekhawatiran mu dapat berkurang.

Walau tak mendapat solusi dengan bercerita dengan orang terdekatmu cobalah untuk mengabil sisi positif dari pembicaraan yang telah kamu lakukan tersebut.

5.Jaga keseimbangan hidup

Jagalah keseimbangan hidup dengan baik. Kamu juga perlu bersantai dan melupakan soal pekerjaanmu dengan cara pergi bersama teman, atau keluar melakukan hal yang disukai seperti hobi, nongkrong, atau yang lainnya. Ini dapat memungkinkan untuk Menjernihkan pikiran dan siap untuk kembali bekerja.

Jika memungkinkan ambillah cuti dan pergi berlibur dengan keluarga. Hal tersebut dapat menambah semangat dan termotivasi kembali untuk bekerja.

WASPADA TANDA-TANDA SESEORANG KECANDUAN MEDIA SOSIAL

Media sosial memang tak bisa lepas dari kehidupan di era modern ini. Pengaruh media sosial di masyarakat sangat besar, sebagian besar pengaruh nya adalah positif. Namun, tentu saja tak dampak positif saja ada juga dampak negatif dari media sosial ini. Sebagai contoh kita dapat kecanduan tentunya tidak positif lagi. Pada artikel ini kita akan mengenali tanda-tanda orang yang kecanduan media sosial.

Berikut merupakan tanda-tanda gejala seseorang mengalami kecanduan media sosial :

1.Merasa Cemas Jika Tak Bisa Mengakses Media Sosial

Dapat di bayangkan yang terjadi pada orang seperti ini jika sampai tak dapat mengakses media sosial. Sebagai contoh jika smartphone atau gadgetnya tertinggal di rumah atau lowbat. Orang yang mengalami kecanduan media sosial pasti akan merasa cemas dan bingung akan melakukan apa, segala pikirannya akan penuh dengan bagaimana cara untuk dapat mengakses media sosialnya.

2.Lebih Mementingkan Media Sosial Dari pada Kenyataan

Media sosial dapat menampilkan image diri kita kepada dunia luar seperti apa yang kita inginkan. Kita dapat menampilkan segala kelebihan kita saja dan menutupi kekurangan. Dengan begitu, kita terlihat sempurna tanpa kekurangan dan sangat bahagia padahal kenyataanya tak begitu.

Orang seperti itu sebenarnya adalah orang yang mempunyai banyak kekurangan dan tak bahagia. Ironisnya bukanya memperbaiki hidupnya, orang seperti ini malah lebih mementingkan image medsos dibandingkan kehidupan nyatanya.

3.Tak Peka Pada Lingkungan sekitar

Orang yang kecanduan media sosial akan lebih perhatian pada medsos nya daripada lingkungan sekitarnya. Seperti saat berkumpul bersama teman kita orang yang kecanduan medsos akan lebih berfokus pada medsos nya daripada pada temanya. Atau karena terlalu fokus pada medsos nya sampai tak sadar kalau ada orang yang memerlukan bantuan.

Yang lebih parah saat ada orang terkena musibah, mereka malah memvidiokan atau memfoto bukanya menolong.

4.Kelakuan Segalanya Agar Dapat Viral

Orang yang kecanduan medsos akan terpancing untuk untuk melakukan apa saja agar dapat viral. Misalnya, mereka akan melakukan hal – hal negatif dan di unggah ke medsos agar mendapat lebih banyak follower atau komentar.

Hati mereka di benci atau dihina tak masalah selama mereka menjadi pusat perhatian. Perilaku seperti ini dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

5.Tak Dapat Bersosialisasi Dengan Baik Secara Langsung

Medsos dapat membantu kita menemukan teman atau sahabat. Namun, hal tersebut tak dapat menggantikan interaksi secara langsung. Kita tetap harus bertemu dan berbicara secara langsung kepada orang disekitar kita.

Namun, orang yang kecanduan medsos biasanya sulit melakukan hal tersebut. Biasanya orang yang kecanduan medsos dapat  berbicara lancar, tapi saat bertemu langsung dengan orang tidak dapat berkomunikasi dan bersosialisasi dengan benar.

KENALI 5 GEJALA SINDROM FOMO (Fear Of Missing Out)

Apakah kamu sering merasa takut kehilangan berita? Mungkin saja kamu terjangkit FOMO. FOMO atau Dear Of Missing Out sebenarnya merukapan salah satu mental disorder, ini adalah kondisi dimana kamu memiliki perasaan gelisah akan ketinggalan berita atau kejadian di luar sana.

Kenali gejala FOMO dengan membaca artikel berikut ini :

1.Merasa di kucilkan 

Mereka yang mengalami sindrom FOMO biasanya akan merasa di tinggalkan atau di kucilkan atas kegiatan atau informasi di medsos. Misalnya, teman mengunggah foto liburan atau jalan-jalan bersama teman sekolah dan dia tidak diajak ikut dalam liburan tersebut.

Mereka yang mengalami FOMO alan berpikiran negatif. Merasa ditinggalkan momen tersebut  setelah melihat postingan tersebut. Padahal, bisa jadi dia tidak diajak karena liburan tersebut adalah acara internal sekolah atau momennya tidak telah untuk mengajaknya.

2.Gaya Hidup Yang berubah-ubah 

Gaya hidup serba cepat. Berubah dari hobi ke hobi yang lain adalah salah satu ciri dari FOMO. Perilaku hidup serba cepat dapat di artikan selalu mengikuti tren yang berdasarkan tren yang terjadi di media sosial.

Padahal gaya hidup seperti ini dapat merugikan. Karena, coba saja bayangkan jika hobi yang di geluti adalah hobi yang mahal dan akan berubah ke hobi yang lain yang notabene nya sama-sama mahal. Dan juga energi yang di keluarkan akan berlebihan dengan mengikuti tren yang umurnya tidak menentu ini.

3.Selalu Mengecek Handphone atau Gadget

Penderita FOMO biasanya akan terus-terusan mengecek gadgetnya untuk melihat notifikasi atau update terbaru. Mereka tak mau ketinggalan berita terkini yang sedang hipe.

Memang kebiasaan memegang gadget seakan tak lepas dari kehidupan di era modern ini. Masalahnya adalah dampak yang diberikan sebagian besar merugikan. Misalnya, sering begadang hanya untuk bermain media sosial agar tak ketinggalan informasi yang sedang terjadi.

4.Sering Merasa Ketinggalan Berita Padahal Telah Di Update

FOMO memang tak sehat karena sering walau sudah update berita masih saja takut ketinggalan. Dan terkadang masih saja cemas tertinggal suatu detil dari informasi tersebut.

Kebiasaan seperti ini dapat merugikan diri kita karena kurangnya istirahat untuk mencari detil-detil dari setiap informasi yang didapat dari media sosial.

5.Kepuasan Hidup Rendah

Penelitian yang dilakukan profesional medis menunjukkan hubungan langsung antara kepuasan hidup rendah dengan FOMO. Kemungkinan hubungan ini disebabkan oleh meningkatnya penggunaan media sosial yang menampilkan kehidupan setiap orang yang berbeda.

Misalnya, seorang teman mengunggah foto dengan pasangannya. Dan mereka membandingkan dengan kehidupanya yang saat ini dijalani hingga terjadi ketidakpuasan.

5 CARA MENGATASI INSECURE

Jadi apa itu insecure? Insecure atau insecurity menurut Asta(2019) artinya adalah tindakan dari adanya emosi apabila kita menilai diri kita menjadi seorang interior dari orang lain. Atau, dapat diartikan sebagai memandang rendah diri dibanding orang lain.

Insecure bisa terjadi pasa saat kita merasa malu, bersalah, kekurangan, bahkan sampai rasa akan tidak bisa mengerjakan sesuatu. Saat insecure mengendalikan emosi kita akan mengakibatkan perasaan makin tak percaya diri.

Berikut beberapa tips mengatasi insecure :

1.Menggali Potensi dan Kelebihan Diri

Menggali potensi pada diri kita lebih bermanfaat ketimbang membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Karena, bisa saja potensi pada diri kita memiliki value yang sangat tinggi dan berguna untuk masa depan kita.

Kita dapat mengetahui potensi pada diri kita dengan mengikuti konseling dan mentoring baik di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

2.Bergaul Dengan Orang yang Suportif

Pada lingkup pertemanan dan cara bergaul kita bisa menjadi faktor yang penting dalam menentukan sifat dan karakter kita dalam hidup. Berteman dengan orang yang tidak suportif dapat menghambat perkembangan kita kedepannya. Dapat juga memperburuk sifat insecure ini.

Memiliki teman yang suportif dapat memudahkan untuk berpikiran positif, dan menghindarkan kita dari memikirkan pikiran negatif. Pikiran negatif dapat menyebabkan sifat insecure kian memburuk.

3.Jangan Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Membandingkan diri Dengan orang lain memang perlu, tapi dapat berakibat buruk. Umumnya energi kita banyak terbuang karena membandingkan diri dengan orang toxic, terlebih pada orang di media sosial.

Coba untuk berhenti membandingkan diri dengan orang lain, dan berusaha fokus pasa tujuan hidup yang ingin kita capai. Sehingga, energi kita terbuang pada hal yang positif.

4.Fokus Mencintai dan Menjadi Diri Sendiri

Mencintai diri sendiri membuat kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan pada diri kita. Sehingga, kita dapat memperbaiki diri untuk kedepan yang lebih baik lagi.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah mengembangkan apa yang menjadi passion kita. Dengan harapan agar kita bisa fokus dalam menuju tujuan kita bukan tujuan orang lain.

5.Selalu Bersyukur

Selalu bersyukur dengan demikian beban pikiran akan berkurang. Tapi perlu diingat bersyukur saja tidak cukup kita harus selalu berusaha dan berdoa dengan semaksimal mungkin. Setiap manusia mempunyai masalah dan kekhawatiran masing-masing. Jadi, kita tak perlu membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.

Coba ingat semua kelebihan kita dan nikmati hidup dengan segala kemudahan yang kita punya. Dengan demikian, sifat insecure akan perlahan hilang.

5 TIPS BERHENTI MENJADI PEOPLE PLEASER

Secara tidak sadar, memiliki sifat people pleaser dapat Menyebabkan pemikiran diri sendiri lebih rendah dari orang lain atau merasa diri sendiri lebih rendah dari orang lain. Mungkin maksud kita memang baik, tapi kebiasaan ini tidak baik untuk kesehatan mental kita.

Jangan terus memelihara sifat people pleaser, karena kemungkinan di masa depan orang akan memandang rendah kita.

Berikut tips cara agar berhenti menjadi people pleaser :

1.Lupakan Masa Lalu

Sebagian besar orang yang memiliki sifat people pleaser pasti memiliki trauma seperti di bully atau ditindas.

Perasaan bahwa kita takut tidak di terima oleh orang lain jika kita menjadi diri sendiri membuat kita berpikir kita wajib menyenangkan hati orang lain. Sebelum kita menentukan untuk berhenti menjadi people pleaser, kita harus bisa untuk melupakan masa lalu. Masa-masa kita tidak berani menjadi diri sendiri.

Dengan merelakan atau melupakan masa lalu kita dapat melangkah maju dan dapat dengan mudah menerima jati diri kita. Hal ini merupakan awalan untuk berhenti menjadi people pleaser.

2.Hargai Diri Kita Sendiri

Tidak ada orang yang berdrajat lebih tinggi atau lebih berharga dari orang lain. Maka dari itu kita harus mulai menghargai diri sendiri dan jangan merendahkan diri kita di depan orang lain.

Dengan kita berhenti menjadi people pleaser dan mulai mencintai diri sendiri, kita bisa berdiri sendiri dan bersikap untuk diri kita sendiri. Sehingga kita dapat mengambil keputusan untuk diri sendiri yang tidak berdasarkan untuk menyenangkan orang lain.

Dengan begitu, kita dapat membantu orang lain tanpa merendahkan diri didepan orang lain.

3.Menolak Bukan Berarti Jahat

Ada saat kita tidak bisa membantu orang lain padahal kita ingin memberikan bantuan pada orang lain.

Masalahnya, people pleaser sering bermasalah dengan hal ini. Akhirnya, kita terus berusaha untuk menyenangkan orang lain mengesampingkan keinginan kita yang sebenarnya. Padahal, jika memang tidak bisa membantu kita bisa menolaknya.

Melakukan penolakan gak berarti anda jahat. Apalagi jika kita benar-benar tidak bisa membantu. Maka dari itu, jika memang tidak bisa memberi bantuan kita bisa menolaknya.

4.Berikan Batasan Yang Jelas

Berikan batasan antara diri kita dengan orang lain. Yang berarti, kita dapat berbuat baik tetapi tetap dalam batasan. Batas disini adalah sampai makna orang lain dapat menggunakan kebaikan kita.

Sebagai contoh kita sedang kesulitan dalam keuangan tetapi teman memaksa untuk meminjam uang pada kita. Karena paksaan darinya kita terpaksa untuk meminta uang pada orang tua atau meminjam pada teman yang lain. Padahal, kita sendiri sedang kesusahan.

Kita boleh saja meminjamkan uang ketika memang ada. Tapi ingat!!, menolak adalah hak kita karena memang itu adalah hak kita.

Jadi, kita tak perlu merasa bersalah pada saat itu kita tidak bisa meminjamkan uang kita. Memberi batas untuk menunjukkan orang lain tidak memiliki hak untuk semena-mena pada diri kita.

Sama halnya dengan kita menghargai orang lain, orang lain juga harus menghargai kita.

5.Tidak Usah Terlalu Dipikirkan

Overthingking atau terlalu memikirkan segala sesuatu tidak akan membantu keluar jadi  people pleaser. Justru  Overthingking dapat member buruk kebiasaan ini.

Oleh karna itu, coba untuk berpikir secara rasional. Misalnya kita menolak ajakan seserang karena tidak punya waktu dan tenaga, ya tolak saja. Karena kita sangat berhak jika memang kondisi tidak mendukung.

Lantas jangan berpikir yang tidak-tidak. Masalahnya, orang lain belum tentu memikirkan hal yang sama seperti yang kita pikirkan.

CARA BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI

Berdamai dengan diri sendiri bukan perkara yang mudah seperti kedengarannya. Kadang kita berekspektasi terlalu tinggi, bahkan pada diri kita sendiri. Berekspektasi terlalu tinggi pada diri sendiri justru menambah beban bagi diri kita sendiri. Apalagi ekspektasi yang di target kan tidak sesuai dengan kemampuan diri kita sendiri.

Berikut cara berdamai dengan diri kita sendiri :

1.Percaya pada Diri Sendiri

Biasanya kita tidak akan menerima pekerjaan yang kita anggap sulit. Kurangi perasaan ragu pada diri kita, percaya pada kemampuan diri kita. Apapun yang terjadi , kita akan tumbuh seiring dengan bertambahnya pengalaman yang kita dapat.

Mungkin kita cukup pintar untuk memilih apa langkah yang akan kita pilih dalam setiap situasi. Jangan takut melakukan kesalahan kita dapat belajar dari kesalahan tersebut dari kesalahan tersebut kita bisa belajar menjadi diri kita yang lebih baik

Beri waktu pada diri kita untuk belajar dan bersabar adalah salah satu cara berdamai dengan diri kita.

2.Pahami Pemikiran Sendiri

Tidak semua pemikiran kita adalah positif. Mulailah pahami apa yang kita pikirkan agar kita dapat menghilangkan pikiran negatif yang muncul.

Demi berdamai dengan diri kita sendiri, ikuti pemikiran positif yang dapat membawa kita pada kehidupan yang lebih baik. Jangan biarkan pikiran negatif berlarut larut dalam pikiran kita

3.Peduli dengan Diri Sendiri

Mungkin kedengarannya mudah, tapi tak semua orang dapat melakukannya. Kebanyakan orang mungkin tidak memikirkan diri sendiri dan selalu mendahulukan orang lain seolah kebutuhan orang lain lebih penting dari diri kita sendiri.

Padahal, cara berpikir tersebut sama seperti merendah kan diri kita sendiri. Cobalah untuk lebih mencintai diri kita sendiri dengan mensejajarkan perasaan kita dengan orang lain, bahwa perasaan kita sama pentingnya dengan perasaan orang lain.

Perlakukan diri sendiri seperti kita memperlakukan orang yang kita sayangi. Mencintai diri sendiri membuat kita dapat memaafkan kesalahan kita lakukan dan dapat berdamai dengan diri kita sendiri.

4.Jangan Terlalu Ambisius

Ambisi untuk kita bisa maju dapat menjadi motivasi yang baik, tapi terlalu banyak menginginkan sesuatu dapat menyakiti diri kita. Apalagi ambisi yang berada di luar batas kemampuan kita untuk meraihnya.

Kenali kapasitas kemampuan diri kita, seimbangkan antara keinginan kita dengan batas kemampuan yang kita punya, Agar kita tidak menyakiti diri kita sendiri.

Berdamai dengan diri sendiri berarti mengurangi beban yang dapat menyakiti diri kita sendiri.

  1. Sadari Kecewa adalah Bagian dari kehidupan

Sebagai manusia, kita tidak bisa terhindar dari rasa kecewa. Bahkan orang yang sukses dan bahagia sekarang pun pernah merasakan kekecewaan pasa hidup mereka. Karena kehidupan memang tak seindah yang terlihat.

Hadapi kenyataan tersebut dengan tegar dan terima perasaan tersebut dengan baik. Jangan pura pura tidak merasakan dan menghindari perasaan tersebut, karena hal itu hanya menunda kita untuk melewatinya.

Beri diri kita waktu untuk memperoses perasaan tersebut dan melakukan sesuatu atas perasaan tersebut, sebagai bagian dari berdamai pada diri kita.

BAHAYA SELF DIAGNOSIS PADA KESEHATAN MENTAL

Self diagnosis merupakan keadaan dimana kita mendiagnosis diri sendiri mengidap gangguan tertentu atau penyakit tertentu Menurut pengetahuan sendiri. Saat kita melakukan self diagnosis sebenarnya kita sedang berasumsi seolah kita mengetahui masalah kesehatan yang dialami.

Semua berbekal informasi dan pengetauan diri sendiri. Hal ini dapat berbahaya loh! Karena prediksi atau asumsi kita bisa saja salah yang berakibat fatal. Self diagnosis juga dapat berdampak pada kesehatan mental loh!.

Berikut Dampak self diagnosis terhadap kesehatan mental :

1.Salah mendiagnosis

Self diagnosis bisa saja disalah pahami sebagai tanda gangguan kesehatan mental tertentu. Padahal gejala tersebut bisa saja menjurus pada beberapa jenis penyakit mental atau bahkan fisik lainnya. Jika kamu berhenti di self diagnosis dan tak segera berkonsultasi ke ahlinya bisa saja kamu melewati beberapa detail.

Misalnya, Anda merasa suasana hati Anda sering kali berubah. Lalu, Anda melakukan self diagnosis dari kondisi tersebut dan mengira bahwa Anda mengalami gangguan kesehatan mental berupa depresi manik. Padahal, perubahan suasana hati yang terus-menerus terjadi bisa menjadi pertanda dari gangguan mental lain. Contohnya depresi akut atau borderline personality disorder.

Maka dari itu, lebih baik menemui ahli medis profesional untuk diagnosis secara lebih lanjut. Boleh saja mengatakan self diagnosis pada ahlinya agar dapat cepat mengatasi masalah kesehatan yang kamu alami.

2.Salah melakukan perawatan

Jika kamu salah melakukan self diagnosis terhadap kesehatan mental, hal ini bisa berujung pada kesalahan pengobatan yang kamu lakukan. Pengobatan tidak selalu mengenai penggunaan obat-obatan, namun bisa juga mengenai metode perawatan yang kamu lakukan.

Perawatan yang kamu lakukan mungkin saja tidak memberikan pengaruh apa-apa pada kondisi kesehatan kamu. Namun, bisa jadi pengobatan tersebut membahayakan diri kamu sendiri. Contohnya, dari hasil self diagnosis, kamu menganggap bahwa Anda mengalami binge eating disorder, lalu kamu memutuskan untuk berpuasa, hingga mengurangi porsi makan berlebihan.

Padahal, kamu belum tahu pasti apakah Anda memang mengalami kondisi tersebut atau tidak. Maka dari itu, kamu memang harus menemui ahli medis karena kondisi Anda akan diperiksa secara menyeluruh, bukan hanya dari satu dua gejala yang kamu rasakan. Dengan begitu, jika memang kamu mengalami gangguan mental, kondisi Anda bisa teratasi dengan baik dan tepat.

TUJUAN DARI AKTIVITAS TEAM BUILDING

Team building adalah aktivitas kelompok yang memiliki interaksi tinggi untuk meningkatkan produktivitas karyawan dalam menuntaskan tugas-tugas terutama yang memiliki interdependensi dengan orang lain melalui serangkaian aktivitas yang dirancang secara hati-hati untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan sebelumnya.

Berdasarkan Johnson dan Johnson (2000) dan Robbins (2003), untuk menyesuaikan tujuan dan masalah spesifik yang dihadapi tim, aktivitas-aktivitas yang biasa dilakukan dalam team building adalah menekankan pada aktivitas-aktivitas tertentu saja atau keseluruhan dari aktivitas berikut:

  1. Penyusunan sasaran yang ditujukan untuk mengatasi perbedaan persepsi tujuan tim, mengevaluasi efektivitas tim dalam menyusun prioritas dan mencapai sasaran, mengidentifikasi area yang berpotensi menjadi masalah.
  2. Membangun hubungan interpersonal antar anggota tim. Dalam Logan dan Stokes (2004), kompetensi yang dibutuhkan adalah empati, komunikasi efektif, kesadaran sosial, membangun hubungan, kepemimpinan dan kolaborasi.
  3. Analisis peran yang bertujuan untuk mengklarifikasi dan mengidentifikasi peran setiap anggota tim, memikirkan kembali mengenai pekerjaan mereka yang sesungguhnya, dan tugas spesifik yang mereka harapkan untuk dikerjakan.
  4. Analisis proses tim dilakukan dengan menganalisis proses kunci yang terjadi dalam tim untuk mengidentifikasikan cara kerja dan bagaimana proses ini dapat diperbaiki untuk membuat tim lebih efektif.
  5. Kemampuan beradaptasi dengan kondisi dan tuntutan yang berubah. Menurut Logan dan Stokes (2004), kompetensi yang dibutuhkan antara lain adalah fleksibilitas dan kemampuan tim dalam memecahkan masalah secara terstruktur atau dengan mengikuti format berpikir kritis.

Walaupun memiliki tujuan dan cara yang beragam, Buller (1986, dalam Spector, 2000) menyatakan bahwa ada tiga karakteristik dari team building, yaitu:

  1. Team building merupakan aktivitas terencana yang terdiri dari satu atau lebih latihan atau pengalaman yang dirancang untuk mencapai sasaran tertentu.
  2. Team building biasanya difasilitasi oleh konsultan atau trainer yang berkualitas, dan akan sulit bagi tim untuk melaksanakannya jika trainer adalah bagian dari pengalaman.
  3. Team building biasanya melibatkan tim dimana anggota timnya memiliki keterlibatan dalam pekerjaan masing-masing.

Pekerjaan yang secara rutin dijalani oleh umumnya pegawai atau karyawan rata-rata memakan hampir 40% waktu yang tersedia sehari-hari. Jika ini terus-menerus dijalankan dengan obyek pekerjaan yang cenderung monoton ataupun yang terlalu banyak, tidak menutup kemungkinan para pegawai atau karyawan mengalami kejenuhan yang berakibat pada menurunnya kinerja/ethos kerja.

Ethos kerja yang mulai menurun tentunya akan mengurangi produktivitas kerja dan ini tentu saja merupakan kondisi yang harus dihindari. Sebab jika tidak, banyak pekerjaan akan menurun kuantitas serta kualitasnya, banyak agenda akan tertunda, dan target-target menjadi sulit tercapai. Performa organisasi menjadi tidak baik lagi.

Tujuan dari mengadakan Team Building, antara lain:

  1. Membangun pribadi yang positif, tangguh, proaktif,  kreatif, dan  percaya diri.
  2. Membangun tim yang solid dan efektif.
  3. Membangun komunikasi efektif, strategi yang baik, kecepatan dan ketepatan serta kekompakan tim sehingga tercipta kebiasaan positif
  4. Me-recharge motivasi
  5. Memiliki sikap besar hati dalam memberi dan menerima masukan atau kritik dari semua rekan atas kekurangan dan kelemahan diri, serta memotivasi diri bertekad untuk memperbaiki.
Design a site like this with WordPress.com
Get started