Toxic Work Environment? Ini Solusinya

Toxic work environment berpeluang terjadi pada setiap perusahaan, baik itu skala kecil atau skala besar. Apabila hal tersebut terjadi maka akan menyebabkan dampak kurang baik bagi para pekerja.

Mereka bisa merasakan stres setiap harinya sehingga karyawan merasa waktunya begitu buruk saat di tempat kerja. Sebagai contoh dari hal ini adalah seorang manajer yang menekan anak buahnya pada sebuah proyek tertentu. Selain itu, kesenjangan komunikasi yang terjadi antara karyawan dan manajemen juga bisa membuat tempat kerja menjadi tidak nyaman. Kejadian inilah yang seringkali disebut dengan toxic work environment.

Apa Itu Toxic Work Environment?

Di saat para pekerja sebuah perusahaan membuat perbedaan dalam hidupmu, maka tempat kerja tersebut bisa disebut bagai toxic work. Salah satu jenis gangguan yang sering muncul di dunia kerja ini bisa mengganggu kesehatan fisikmu.

Selain itu, juga bisa membuat kesulitan tidur, perasaan terus waspada hingga jantung berdebar kencang terus menerus. Kondisi ini harus diatasi secepat mungkin, jika terus dibiarkan maka produktivitas kerja karyawan akan mengalami penurunan yang signifikan.

Apa Saja Tanda Toxic Work Environment?

Ada sejumlah pertanda sebuah perusahaan menjadi toxic work yang penting untuk diketahui dan dipahami tentunya. Jadi simak penjelasn sebagai berikut:

  • Stress kronis

Toxic work environment pertama ditandai stress kronis seringkali ditandai dengan rasa lelah pada saat Anda bangun di pagi hari. Berdasarkan sebuah penelitian hampir 42 persen orang Amerika memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena terlalu stress.

  • Terlalu banyak bekerja

Survei yang baru saja dilakukan Families and Work, menemukan bukti bahwa ada 43 persen karyawan yang merasa kesal bahkan sering marah kepada atasannya secara diam-diam. Hal ini tidak lain karena mereka menerima porsi kerja yang terlalu banyak.

  • Sering kali dibully

Toxic work environment juga sering kali ditandai adanya pembulian atau intimidasi. Masalah ini banyak dialami para karyawan dan tidak terselesaikan dengan baik. Bully akan membuat seseorang merasa terbebani, takut dan terancam saat menuju tempat kerja sehingga cemas dan tidak nyaman.

  • Bergosip di kantor

Desas-desus berita yang dibicarakan oleh rekan kerja soal diri Anda mungkin akan sangat mengganggu. Terlebih obrolan itu belum tentu kebenarannya. Kondisi ini membuat komunikasi menjadi negative dan berdampak buruk pada hubungan setiap rekan kerja.

  • Bos pemarah

Seorang atasan yang sering kali meluapkan amarahnya di depan karyawan merupakan pertanda toxic work. Harusnya seorang atasan bersikap bijak, mengayomi dengan jabatan tingginya. Jadi juga harus menunjukan moral baik sehingga dihormati oleh para karyawannya.

Apa Penyebab Toxic Work Environment?

Pertanyaan penyebab tempat kerja toxic serta bagaimana cara mengatasinya memang sering kali terdengar. Sebenarnya setiap orang yang bekerja di sebuah perusahaan tetap berpeluang membuat lingkungan kerja toxic.

Baik itu seorang manajer, kolega hingga karyawan bawah. Gosip atau desas-desus yang cepat menyebar juga tekanan pekerjaan atau rekan kerja menjadi permasalahan besar hingga membuat kamu merasa tidak tenang. Sebagai pencegahan atau solusi toxic work environment, maka organisasi perusahaan harus selalu melakukan komunikasi dengan seluruh karyawan dan bertindak tegas atas pelanggaran moral sehingga setiap karyawan atau atasan mampu menjaga etikanya.

Bagaimana Mengatasi Toxic Work Environment?

Setiap masalah selalu ada solusi sebagai jalan keluarnya, termasuk mengatasi lingkungan kerja toxic. Cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

  1. Mengakui adanya masalah

Cara mengatasi toxic work environment pertama setiap orang harus menyadari adanya masalah, sehingga mereka bisa terbuka dan mencari bersama-sama apa solusi paling tepat. Seorang pemimpin sudah seharusnya berdiskusi dengan karyawan mengenai masalah yang tengah dihadapi, sehingga komunikasi negative bisa hilang.

  1. Harapan yang lebih spesifik

Organisasi perusahaan perlu menekankan bahwa tidak akan mentolerir sikap diskriminasi, gossip atau pengucilan karyawan. Bentuk harapan harus selalu ada perubahan dan itu wajib di taati semua orang.

  1. Penghargaan dan pengakuan

Penghargaan dan pengakuan yang diabaikan oleh perusahaan berpeluang besar membuat lingkungan kerja toxic. Untuk itu dua program tersebut harus selalu dijalankan secara adil sehingga karyawan bisa lebih loyal, produktif dan bertindak positif.

Demikian hal – hal mengenai tips mengatasi toxic work environment yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi kamu.

Berbisnis Dengan Pasangan? Simak Nih Tipsnya Biar Gak Salah Langkah

Apa yang diperlukan sih dalam berbisnis bersama pasangan? Kita memerlukan ketrampilan bisnis yang saling melengkapi, kemampuan memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, dan kapasitas untuk menghabiskan waktu lama bersama pasangan.

Berapa lama persiapan yang diperlukan: Sisihkan waktu untuk menyusun rencana bisnis yang mantap, susunlah kontrak yang diperlukan, atau kontrak kemitraan, dan pikirkan masak-masak segi logistiknya. “Bila kita tidak bisa menyusun rencana bisnis bersama-sama dan tidak sepakat tentang apa yang dilakukan, maka itu mungkin merupakan sinyal jelas bahwa langkah tersebut tidak akan membuahkan hasil,” kata Simmons.

  1. Rencanakan

“Bila kita mendengarkan para penasehat keuangan, penasehat hukum dan penasehat psikologi, mereka biasanya menyarankan agar kita duduk dan menyusun garis besar tentang bagaimana rencana kita bisa berhasil, berapa biaya yang harus dikeluarkan,” kata Kathy Marshack, PhD, psikolog di Oregon, Amerika Serikat dan penulis Entrepreneurial Couples. Bila kita adalah pasangan muda yang belum memiliki anak, apakah kita berencana mempunyai anak? Dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi bisnis bersama?

  1. Siapkan strategi alternatif

“Ini adalah satu hal yang tidak dibicarakan pasangan di waktu awal karena kita bersemangat,” jelas Simmons. “Tetapi kalau hubungan kandas atau berakhir dengan perceraian, siapa yang mempunyai usaha itu? Apakah tetap akan menjalankannya bersama-sama? Apa yang terjadi? “Demikian juga, bagaimana kalau usaha tidak berhasil? Ini harus dijabarkan dalam tulisan sehingga tidak timbul masalah tentang bagaimana seharusnya apabila mengalami kegagalan, baik itu bisnis atau pun hubungan.

  1. Anggap resmi

Perlakukanlah pengaturan bisnis ini secara serius. “Bila kita duduk dan mengatakan, ‘Hi, mari kita tuangkan ini ke dalam kontrak bisnis, “maka hal itu mengajak otak berpikir tentang apa yang dapat terjadi yang seharusnya direncanakan,” kata Marshack. “Ini mencegah kesulitan di masa datang.”

  1. Ketahui ketrampilan bisnismu

Pasangan kadang-kadang langsung terjun ke binis karena mereka menyukai gagasan berbisnis, saling mencintai dan mereka bersemangat untuk membuatnya berhasil-tetapi mereka belum memikirkan masak-masak. “Mereka berpikir, ‘Bukankah akan menyenangkan untuk bekerja bersama-sama?'” kata Marshack. “Saya tahu ada pemilik-pemilik usaha kecil yang tidak bisa memahami laporan keuntungan dan kerugian, dan itu tidak baik. Kita memerlukan ketrampilan bisnis.”

  1. Bagi tanggung jawab

“Tetapkan peran dengan jelas yang tidak tumpang tindih, berdasarkan kelebihan dan kekurangan,” kata Bowman. Sebagai contoh, salah satu pasangan memegang keuangan perusahaan sementara yang satu lagi merancang produk. Kita akan lebih berhasil dan lebih bahagia apabila kita tidak bersaing mengerjakan tugas-tugas yang sama.

  1. Tinggalkan pekerjaan di kantor

Pisahkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Di rumah, pastikan kita memperlakukan satu sama lain sebagai pasangan romantis bukan kolega kerja. “Saya bisa sangat bersemangat,” ujar Hendershott, yang bekerja bersama suaminya. “Kami saling memeluk, dan sekarang kami pasangan suami istri lagi dan dengan sadar saya ubah peran itu.”

  1. Sewa jasa penghitung pajak

Terdapat bermacam-macam cara untuk menentukan bentuk bisnis – kemitraan, korporasi, usaha gabungan, atau bahkan pemilik tunggal dan karyawan, untuk menyebut sebagian. Pastikan semua implikasi pajak diketahui dan bicarakanlah dengan ahli pajak tentang struktur usaha yang paling menguntungkan bagi kita. Pastikan keduanya memegang uang. Mungkin kita mempercayai pasangan sepenuhnya – tetapi kita perlu memastikan keduanya sama-sama mengetahui situasi keuangan.

  1. Jangan abaikan kehidupan kita yang lain

“Pasangan terjun ke bisnis dan lupa bahwa mereka juga seharusnya menyediakan waktu untuk mereka sendiri sebagai pasangan, sebagai keluarga dan sebagai individu,” kata Marshack. Bersikaplah kukuh untuk menentukan jeda dari urusan bisnis dan kemudian menyediakan waktu dengan orang-orang yang dicintai dalam kapasitas nonbisnis untuk menjaga hubungan

Demikian hal – hal mengenai tips berbisnis bersama pasangan yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi kamu.

Cuti Hamil 6 Bulan Bisa Bikin Masalah? Simak Dulu Penjelasanya

Wacana cuti melahirkan 6 bulan dalam Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak atau RUU KIA pastinya memiliki tujuan positif, terutama demi memastikan pemenuhan air susu ibu atau ASI eksklusif kepada bayinya.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ASI eksklusif sebaiknya diberikan selama 6 bulan. Tidak dapat terelakkan bahwa ASI eksklusif memang memiliki manfaat yang signifikan bukan hanya untuk bayi, tetapi untuk ibu, keluarga, lingkungan, dan ekonomi.

Aturan cuti melahirkan yang saat ini hanya 3 bulan, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan yang  dianggap menjadi salah satu faktor rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif. Pasalnya, para ibu harus kembali bekerja setelah masa cuti yang cenderung pendek ini berakhir.

Sepintas, wacana perpanjangan cuti melahirkan tersebut seakan memberikan angin segar bagi perempuan, tetapi jika dilihat lebih jauh, kebijakan tersebut juga dapat menjadi masalah baru bagi perempuan dan justru menjadi celah untuk mengembalikan perempuan ke ranah domestik. Untuk lebih bisa memahami efek baik atau buruknya berdasarkan penuturan Rastrianez.

  1. Membuat bisnis menjadi lebih pilih-pilih dalam merekrut perempuan

Rencana regulasi tersebut bisa jadi membuat bisnis menjadi lebih pilih-pilih dalam merekrut perempuan. Meski demikian, ia memandang hal ini justru sebagai sinyal bagus bagi karyawan untuk menilai perusahaan. “Apakah perusahaan itu memikirkan kesejahteraan karyawan atau tidak? Kalau kita menemukan perusahaan yang memikirkan kesejahteraan karyawan, ya, tentu kita akan jadi lebih happy,” tutur Rastrianez.

Bila perusahaan yang tidak menaruh perhatian pada hal itu, karyawan memiliki hak untuk tetap bekerja di situ atau mencari perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan karyawan. Ada pula solusi lain, yakni karyawan bisa mencoba berbicara dengan Human Resources (HR) untuk menyampaikan aspirasi. “Kita punya hak sebagai karyawan untuk menyuarakan keinginan kita, dan kita lihat respons mereka. Kalau memang responsnya masih enaknya, kita bisa cari win-win solution. Kalau misalnya responsnya kurang baik dan kurang berkenan, kita punya hak untuk stay atau enggak di perusahaan itu,” ungkap Rastrianez.

  1. Berpengaruh terhadap karier perempuan

Menurut Rastrianez, perpanjangan cuti hamil menjadi enam bulan juga akan memengaruhi karier perempuan. Namun, ia menyarankan perempuan untuk bisa memiliki daya jual lebih sebagai karyawan. “Kita sebagai perempuan seharusnya memikirkan daya jual yang bisa ditonjolkan agar pihak perusahaan tetap mau merekrut kita. Pikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk bertambah baik, hebat, dan menambah value hingga akhirnya bisa tetap survive,” ujar Rastrianez.

Ia mengimbau perempuan untuk tetap fokus dengan strategi yang bisa diambil dan sesuai dengan diri sendiri untuk mengembangkan diri. Dengan demikian, perempuan dapat tetap relevan terhadap perkembangan zaman. “Nilai jual itu tahunya dari kelebihan dan kekurangan kita. Setelah itu pikirkan karier yang diinginkan dan cari tahu tentang karier kita, apakah sesuai dengan kelebihan dan kekurangan kita. Yang lebih penting, kita harusnya paham apa yang mau kita kembangkan,” ungkapnya.

  1. Perempuan bisa merasa tidak percaya diri saat kembali bekerja

Hal lain yang juga menjadi dampak dari cuti melahirkan 6 bulan adalah perempuan merasa tidak percaya diri saat kembali ke kantor. “Kalau dari sisi career coach, salah satu kendalanya, ibu atau perempuan ini perlu merasa confident bahwa dia tetap bisa menjalani karier. Karena beberapa perempuan setelah cuti hamil merasa tidak relevan,” ungkapnya.

Saat merasa tidak relevan dan tidak percaya diri, perempuan akan sulit dilihat nilai jualnya oleh perusahaan. Sebaliknya, bila merasa percaya diri, perempuan akan tahu apa yang diinginkan ketika kembali berkarier. “Tapi beda cerita dengan perempuan yang mungkin bersenang-senang saat mengurus anak, maksudnya, sambil baca buku dan masih tetap ngambil kursus untuk tidak membuang waktu,” kata Rastrianez.

Bila perempuan tetap melakukan kegiatan yang produktif di sela-sela cuti melahirkan, ini bisa menjadi nilai lebih. Jadi saat harus kembali bekerja, perempuan sudah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari.

Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa perlu tidaknya aturan cuti hamil 6 bulan ini kembali kepada 2 sisi, yaitu sisi perusahaan yang dapat memberikan kebijakan yang sesuai dan dari sisi karyawan dalam memanfaatkan masa cuti hamil 6 bulan tersebut.

Demikian hal – hal mengenai dampak penerapan cuti hamil 6 bulan menurut RUU KIA yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi kamu.

Cara Simple Mengatasi Burnout

Setiap orang yang bekerja pasti pernah merasakan stres. Stres di tempat kerja didasari oleh berbagai faktor, seperti pekerjaan yang tidak ada habisnya, beban kerja, dan lingkungan kerja yang kurang nyaman. Kamu harus mengetahui bagaimana cara mengatasi stres kerja agar tetap sehat baik secara fisik maupun mental.

World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan stres di tempat kerja (burnout) sebagai sindrom. Dalam International Classification of Diseases, burnout merupakan suatu sindrom yang dikonseptualisasi sebagai hasil dari stres kronis di tempat kerja yang tidak dikelola dengan baik.

Orang yang mengalami burnout besar kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  1. SDM yang kurang
  2. Ketidakmampuan untuk mengatur aspek pekerjaan (beban kerja, pembagian tugas, dan jadwal) sehingga menyebabkan kelelahan
  3. Merasa terintimidasi dan di-bully oleh rekan kerja
  4. Pekerjaan yang monoton dan target yang over
  5. Lingkungan yang kurang support
  6. Kesenjangan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan
  7. Komunikasi dalam lingkungan pekerjaan yang kurang terbuka

Department of Health & Human Services, State Government of Victoria, Australia mengatakan bahwa stres karena pekerjaan bisa menimbulkan gejala perilaku, yaitu:

  1. Penurunan kinerja
  2. Kreativitas dan inisiatif yang berkurang
  3. Perubahan suasana hati
  4. Munculnya masalah interpersonal
  5. Tidak sabar
  6. Sering sakit
  7. Kehilangan minat banyak hal
  8. Lebih suka menyendiri

Cara Mengatasi Stres di Tempat Kerja

Sebelum burnout memberi dampak negatif yang lebih besar, maka alangkah baiknya kamu mengikuti beberapa cara di bawah ini untuk mengatasinya:

  1. Kenali Batas Kemampuan

Mengenali batas kemampuan kamu dalam melaksanakan pekerjaan adalah penting untuk dilakukan. Kalau sudah mengenalnya dengan baik, maka kamu bisa mengoptimalkan waktu yang dibutuhkan dan strategi yang harus dilaksanakan agar pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik serta menghindari kelelahan berlebihan.

  1. Sharing dengan Rekan Kerja

Buka obrolan dan sharing dengan rekan dapat menciptakan suasana kerja yang lebih positif. Dengan bersikap positif dan optimis, kamu bisa rileks sejenak dan suasana kerja akan terasa lebih nyaman.

  1. Lupakan Pekerjaan Sejenak

Beban dan target pekerjaan tidak jarang membuat orang menjadi stres. Boleh banget kok kamu mencari hiburan yang bisa membuat pikiran dan tenagamu kembali pulih, seperti menonton film, karaoke, berkebun, bermain dengan hewan peliharan, dan masih banyak lagi.

  1. Jaga Pola Hidup

Beban pekerjaan kerap membuat kita lupa untuk menjalani gaya hidup sehat. Menurut Mayo Clinic, istirahat yang cukup, konsumsi vitamin dan makanan bergizi serta berolahraga dapat membantu melindungi kesehatan fisik dan mental dari stres pekerjaan.

  1. Lakukan Mindfulness

Mindfulness adalah ketika kamu sadar dan fokus pada momen yang sedang kamu alami tanpa adanya interpretasi. Secara garis besar, teknik yang dilakukan saat mindfulness adalah sebagai berikut:

  1. Duduk dengan posisi senyaman yang didapat
  2. Bernafaslah seperti biasa
  3. Coba untuk fokus merasakan setiap tarikan dan hembusan nafas

Demikian hal – hal mengenai cara mengatasi stres kerja yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi kamu.

Cara Menghadapi Karyawan Generasi Milenial dan Gen-Z

Salah satu hal yang menjadi perhatian dari seorang karyawan adalah perilaku mereka ketika berada di lingkungan kerja. Bahkan di beberapa instansi telah memasukkan baik buruknya perilaku karyawan sebagai salah satu indikator untuk menilai kinerja mereka. Sebagai konsekuensi, biasanya dikaitkan dengan pemberian tunjangan gaji karyawan.

Sebelumnya kita akan menjelaskan salah satu pendapat tokoh bahwa generasi milenial dan generasi Z menurut Benesik, Csikos, dan Juhes. Menurut mereka, generasi milenial adalah orang-orang yang lahir di tahun 1980 – 1995; Sedangkan generasi Z adalah yang lahir pada rentang 1995 – 2010

Berikut kami buatkan beberapa cara komunikasi yang baik di tempat kerja. Yuk simak!

  • Karakteristik Perilaku Generasi Milenial

Ada beberapa karakteristik perilaku generasi milenial yang perlu kita tahu. Terutama berkaitan dengan upaya kita untuk meningkatkan produktifitas mereka sebagai karyawan. Apa saja hal-hal yang menjadi karakteristik mereka?

  1. Percaya Diri

Umumnya generasi milenial adalah mereka yang memiliki rasa percaya diri. Terutama ketika mengungkapkan pendapat, bahkan ketika harus berdebat di depan publik. Maka tak heran jika banyak yang salah mengartikan bahwa mereka seoalh tipikal orang yang susah diatur. Jika kita kebetulan memiliki karyawan atau rekan kerja generasi milenial, ada baiknya kita memberi ruang diskusi dengan mereka. Mendengar pendapat dan berdialog dengan mereka adalah cara yang tepat untuk mengatasi dampak buruk yang bisa muncul dari perilaku mereka.

  1. Kreatif

Seringkali ide dan gagasan yang keluar dari pemikiran mereka merupakan sesuatu yang fresh dan kreatif. Bisa jadi karena aktivitas mereka yang begitu dekan dengan teknologi sehingga banyak informasi yang mereka akses. Secara tak sadar hal itu menambah nalar kritis mereka dalam memutuskan suatu masalah. Tentu saja akan lebih produktif jika kreatifitas mereka kita fasilitasi. Minimal dengan memberikan media untuk merealisasikan ide-ide dan gagasan mereka.

  1. Pandai Bersosialisasi

Sisi positif lain dari generasi milenial adalah karakter mereka yang pandai bersosialisasi. Mereka bisa dengan mudah berbaur bersama orang-orang yang ada dalam komunitas mereka. Bahkan dalam media social pun mereka tampak humble berinteraksi dengan pengguna media social lainnya. Meskipun belum pernah bertemu dalam dunia nyata. Hal ini memudahkan kita dalam berinteraksi dengan mereka.

  • Karakteristik Generasi Z

Lalu bagaimana dengan karakteristik perilaku para generasi Z? Apakah enggak jauh beda dengan generasi milenial atau justru sangat berbeda? Konon mereka yang masuk dalam kelompok ini tumbuh menggunakan teknologi dan fasilitas yang modern. Bahkan bisa dibilang sejak lahir mereka sudah terpapar oleh gadget dan media online.

  1. Ambisius

Karakter ambisius merupakan salah satu yang membedakan antara generasi Z dengan generasi milenial. Para karyawan yang tergolong generasi Z sering terlihat lebih berapi-api atau termotivasi ketimbang karyawan milenial. Bisa jadi karena generasi Z sebagian besar merupakan fresh graduate atau para generasi yang baru memasuki dunia kerja. Bagi kita yang bekerja sama dengan generasi Z ada baiknya memanfaatkan semangat itu untuk meningkatkan produktivitas mereka. Memberi support yang baik agar mereka bisa menjaga performance kerja untuk perusahaan.

  1. Menyukai Kebebasan

Jangan heran jika turn over di suatu perusahaan sangat tinggi. Terutama perusahaan yang sebagian besar karyawannya adalah para generasi Z yang memang menyukai kebebasan. Mereka bisa dengan mudah memutuskan untuk berpindah ke perusahaan lain ketika tahu di perusahaan tersebut mampu memberi gaji lebih besar. Mereka juga bisa dengan mudah memutuskan untuk resign ketika merasa enggak cocok dengan peraturan yang berlaku.

Itulah kenapa di era sekarang banyak berdiri co working space dan kantor-kantor yang didesain memanjakan karyawannya. Dengan memberi keleluasaan kepada karyawan untuk berangkat kerja sesuka mereka. Dengan catatan mampu menyelesaikan target pekerjaan yang disepakati bersama.

  1. Ingin Kepastian

Kepastian dalam hal ini adalah menyangkut kepastian gaji yang akan mereka terima, tunjangan, fasilitas, asuransi, dan lain sebagainya yang harus disepakati di awal perjanjian kerja. Bisa dibilang ini menjadi sebuah jaminan bagi mereka dalam mengamankan keuangan yang mereka dapatkan dari pekerjaan.

Ada beberapa anggapan bahwa generasi Z menjadikan uang sebagai salah satu hal utama yang mereka pertimbangkan untuk memilih pekerjaan. Jika mereka tahu di sebuah perusahaan yang mereka tempati kurang bisa memberi jaminan keuangan yang cukup, bisa dipastikan bahwa mereka akan memilih untuk bekerja di tempat lain.

Demikian hal – hal mengenai hal – hal yang perlu kamu perhatikan dalam menghadapi generasi milenial dan gen-z yang perlu kamu ketahui.Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Cara Mudah Mengatasi Konflik Dalam Perusahaan

Bagaimana cara mengatasi konflik dalam organisasi secara efektif sebagai seorang pemimpin? Dalam sebuah organisasi tentunya kita tak luput dari sebuah konflik. Hal ini dapat terjadi karena ada banyak individu yang ditempatkan untuk bekerja bersama di dalam perusahaan. Oleh karena itu, konflik merupakan hal yang wajar terjadi dan sebagai pemimpin, Anda harus bisa mencari jalan keluar untuk mengatasi konflik-konflik yang terjadi di dalam organisasi. Lantas, bagaimana cara mengatasi konflik-konflik tersebut?

Berikut kami buatkan beberapa cara mengatasi konflik yang baik di tempat kerja. Yuk simak!

  1. Hindari Menyudutkan Satu Belah Pihak

Menjadi seorang pemimpin dalam sebuah organisasi haruslah adil dan tidak memihak siapapun. Meskipun seorang karyawan yang terlibat konflik ini menempati posisi yang tinggi seperti manajer sekalipun, kamu tidak boleh langsung beranggapan bahwa manajer kamu yang paling benar dan orang yang terlibat konflik di bawahnya yang salah.

  1. Menjadi Mediator yang Bijaksana

Dalam mengatasi sebuah masalah, sebagai pemimpin, maka kamuakan ditempatkan sebagai seorang mediator yang dapat menengahi konflik yang terjadi di antara karyawamu. Tugas seorang mediator adalah mendengarkan permasalahan yang terjadi dari dua belah pihak, lalu memproses informasi tersebut dan menyimpulkan secara objektif.

  1. Mengambil Keputusan Bersama

Setelah mengetahui akar permasalahan yang terjadi, maka ini saatnya untuk kamu duduk bersama-sama dengan karyawan-karyawan yang terlibat di dalam konflik. Fungsi dari mengumpulkan semuanya di dalam sebuah ruangan adalah untuk mencegah terjadinya miskomunikasi dan juga mengambil jalan keluar yang tepat bersama-sama.

  1. Melakukan Evaluasi

Langkah terakhir yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi konflik dalam organisasi adalah melakukan evaluasi. Buatlah sebuah rencana untuk mencegah konflik yang serupa terjadi di masa depan.

Demikian hal – hal mengenai cara mengatasi konflik dalam perusahaan yang perlu kamu ketahui.Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Ciri – Ciri Kamu Tidak Termotivasi Dalam Bekerja

Motivasi dalam bekerja dapat diartikan sebagai semangat dan kekuatan yang dimiliki dalam melakukan sebuah pekerjaan. Sebagian besar orang ketika baru mendapat pekerjaan baru akan sangat bersemangat dan tampil dengan baik di awal kariernya. Namun, beberapa tahun kemudian, kegembiraan itu pun memudar.

Berikut kami buatkan beberapa ciri-ciri penurunan motivasi kerja pada seseorang. Yuk simak!

  1. Bingung memulai pekerjaan

Perasaan jenuh dan stres yang muncul membuat pekerjaan terasa seperti beban. Pikiran menjadi sulit untuk berkonsentrasi. Hal itulah yang menyebabkan kebingungan saat ingin memulai pekerjaan dan membuatnya menjadi menumpuk.

  1. Berfikir pesimis

Pikiran pesimis akan dialami oleh setiap orang. Terlalu percaya dengan rasa pesimis yang muncul akan menunda keberhasilan dalam bekerja.

  1. Melepaskan diri

Ketika mulai kehilangan minat, karyawan akan berhenti terlibat. Mereka cenderung terlambat masuk kerja atau sering izin sakit. Anda perlu berbicara dan memberikan tugas baru agar mereka kembali terinspirasi.

  1. Kehilangan minat mengembangkan diri

Orang yang masih bersemangat dalam karier pasti terus mengikuti berita terbaru, tren industri, penemuan, dan teknologi. Mereka ingin memperbaiki diri dan belajar. Sebagai pemimpin, kamu harus jeli melihat kebiasaan para anggota tim. Apakah mereka menghadiri konferensi, berlatih, atau belajar hal baru? Apakah mereka memiliki akses untuk menemukan minatnya.

  1. Sering izin tanpa alasan yang jelas

Jika karyawan kehilangan motivasi secara dramatis tanpa adanya alasan, maka bisa Anda perhitungkan untuk tetap mempertahankan karyawan tersebut atau melepaskannya saja.

Demikian hal – hal mengenai ciri-ciri seseorang kehilangan motivasi bekerja yang perlu kamu ketahui.Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Cara Komunikasi Yang Baik Di Tempat Kerja

Komunikasi bukan sekadar proses bertukar informasi. Kelancaran komunikasi di lingkungan kerja dapat membantu proses kerja itu sendiri, dan tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Kemampuan berkomunikasi yang baik juga dapat menjadi aset baik bagi perusahaan, maupun diri sendiri.

Berikut kami buatkan beberapa cara komunikasi yang baik di tempat kerja. Yuk simak!

  1. Flexibel saat berkomunikasi

Setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Jadi, perbedaan karakter tersebut harus kamu pahami karena akan memengaruhimu dalam melakukan komunikasi yang efektif dengannya. Selalu siap sedia untuk diajak bicara atau bekerja. Menyediakan diri bagi pekerjaan akan menciptakan suasana kerja yang nyaman.

  1. Pendengar yang baik

Komunikasi yang baik tidak hanya tentang menyampaikan pesan dengan baik. Komunikasi juga berarti menjadi pendengar pesan yang baik. Hal ini akan membantu Kamu untuk mengerti orang lain dengan lebih jelas.. Ketika Kamu mengembangkan kemampuan untuk mendengar, kamu akan lebih mudah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, mendengar juga menciptakan keseimbangan antara Kamu dengan rekan kerja lainnya.

  1. Sampaikan pesan dengan efektif

Saat berkomunikasi, penyampaian pesan yang efektif juga sangat perlu diperhatikan agar lawan bicara bisa mengerti apa yang ingin kita sampaikan. Baik itu diucapkan secara langsung atau mengirim pesan lewat teks. Sebaiknya hindari berbicara atau mengirim pesan dengan bahasa yang berbelit-belit. Hal tersebut dapat membuat pesan yang hendak kamu sampaikan tidak mudah dimengerti oleh lawan bicara.

  1. Hati-hati dengan bahasa tubuh

Berkomunikasi bukan hanya dengan berbicara atau mendengarkan semata. Bahasa tubuh pun menjadi media dalam berkomunikasi.

Karena itu, jika kamu penasaran seperti apa cara komunikasi yang efektif sebaiknya pahami juga mengenai komunikasi nonverbal. Supaya komunikasi yang dilakukan bisa berjalan lancar, sebaiknya perhatikan juga bahasa tubuh yang digunakan. Di sisi lain dapat membuatmu terlihat lebih percaya diri sebaiknya jangan membungkuk saat berbicara. Selain itu, pertahankan kontak mata dengan lawan bicara.

  1. Berpikiran Terbuka

Jika Kamu tidak berpikiran terbuka saat berkomunikasi dengan orang lain, akan sulit untuk mendengarkan mereka. Tanpa pikiran yang terbuka, Kamu juga akan sulit untuk memahami pesan. Karena itu saat berkomunikasi dengan orang lain buanglah prasangka dan persepsi kamu. Misalnya terbukalah terhadap umpan balik terhadap dirimu.

Demikian hal – hal mengenai cara komunikasi yang baik di tempat kerja yang perlu kamu ketahui.Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Pengaruh Penerapan Reward and Punishment Dalam Perusahaan

Siapa sih yang menolak dikasih penghargaan atau hadiah saat pekerjaannya berhasil? Pastinya semua orang akan merasa dihargai apabila hasil pekerjaannya diakui. Lain halnya apabila seorang karyawan melakukan kesalahan, mereka harus bisa ditegur agar tidak mengulangi kesalahan yang sama pada kemudian hari. Itulah salah satu contoh kecil pengaruh reward dan punishment terhadap kinerja karyawan.

Berikut kami buatkan beberapa pengaruh penerapan reward and punishment dalam perusahaan. Yuk simak!

  • Pengaruh Reward

Reward memberikan banyak dampak positif terhadap kinerja karyawan, seperti:

  1. Meningkatkan Kebahagiaan Karyawan

Seperti yang dijelaskan di awal, semua orang pasti bahagia apabila hasil kerjanya diakui. Apalagi diberikan reward setelah melakukan pencapaian, kebahagiaan mereka pasti semakin meningkat. Nilai plusnya adalah kebahagiaan mereka pastinya akan berpengaruh pada kinerja kerja. Mereka akan termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan karena prestasi mereka diakui.

  1. Meningkatkan Kepercayaan Kedua Belah Pihak

Dengan memberikan reward, kepercayaan yang dibangun oleh karyawan terhadap perusahaan semakin bertambah, sehingga mereka bisa setia dalam bekerja. Semakin besar kepercayaan karyawan, semakin besar pula kinerja yang diberikan untuk perusahaan. Alhasil, hasil kerjanya selalu berbuah baik hari demi hari.

  • Pengaruh Punishment

Punishment memang memberikan dampak yang tidak menyenangkan, namun bisa membantu meningkatkan kinerja karyawan. Ini adalah detail rinci pengaruh punishment terhadap kinerja karyawan:

  1. `Memperbaiki Kinerja Karyawan

Ketika memberikan punishment, jangan lakukan dengan tujuan untuk menghancurkan kinerja karyawan. Berikan punishment agar mereka bisa memperbaiki kinerja dan kesalahan yang diperbuat.

  1. Mendisiplinkan Perilaku Karyawan

Dengan punishment dapat membuat karyawan semakin disiplin dalam bekerja.

Demikian hal – hal mengenai pengaruh penerapan reward and punishment dalam perusahaan yang perlu kamu ketahui.Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Alasan Dibalik Pentingnya Selalu Mengapresiasi Hasil Kerja Karyawan

Apresiasi kerja karyawan mungkin dirasa remeh bakan tidak penting, tetapi dari sisi lain tahukan kamu bahwa mengapa perlu sekali seorang pemimpin dan para top management memberikan apresiasi kepada bawahannya.

Berikut kami buatkan beberapa alasan utama mengapa mengapresiasi pegawai itu penting bahkan sangat perlu.

Yuk simak!

  1. Apresiasi mampu menjadi faktor pendorong dan motivasi

Inilah alasan pertama mengapa apresiasi itu penting sekali untuk meningkatkan kinerja kayawan. Pasalnya, setiap karyawan yang diberikan apresiasi pasti mereka akan termotivasi lagi untuk memberikan kinerja yang lebih baik lagi dalam bekerja dan siap untuk mengejar target selanjutnya. Apresiasi bisa berupa ucapan, hadiah, tindakan, dan lainnya.

  1. Perasaan dihargai akan dimiliki para pekerja sehingga tercipta lingkungan kerja yang baik

Setiap orang pasti akan senang ketika dihargai. Sama halnya, ketika seorang karyawan yang kinerja kerjanya selalu dihargai oleh rekan kerja ataupun atasan. Dengan begitu, karyawan akan bekerja semaksimal mungkin dan pasti tidak akan bekerja dengan asal-asalan.

  1. Sebagai salah satu bentuk terima kasih

Apresiasi merupakan bentuk terima kasih. Ketika kamu sudah menjadi pemimpin di perusahaan, jangan segan-segan untuk memberikan apresiasi kepada karyawan, ya. Tanpa adanya mereka, belum tentu kamu bisa sukses memajukan usahamu sekarang ini.

  1. Sebuah apresiasi tidak akan membuat seorang pemimpin turun wibawanya

Banyak pemimpin yang masih takut kehilangan wibawa di depan hadapan karyawannya jika memberikan apresiasi dalam bentuk apapun. Kamu tak perlu khawatir, sebab pemimpin yang baik itu akan selalu memberikan yang terbaik untuk karyawannya. Salah satunya bentuk apresiasi.

  1. Apresiasi justru membuat seorang pemimpin menjadi pemimpi sejati

Pemimpin sejati adalah pemimpin yang bisa memberikan apresiasi dan pujian atas kerja keras dan kerja cerdas karyawannya yang sudah bekerja dengan baik. Selain itu, pemimpin sejati tidak pernah menganggap orang yang dipimpinnya sebagai bawahan yang harus terus ditekan tanpa diberikan apresiasi apapun.

Demikian hal – hal mengenai alasan pentingnya apresiasi kinerja karyawan yang perlu kamu ketahui.Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Design a site like this with WordPress.com
Get started