Faktor – Faktor Penyebab Menurunnya Kinerja Karyawan

Kinerja karyawan tentunya menjadi salah satu faktor penting dalam setiap perusahaan. Tentunya memiliki karyawan dengan kinerja yang sangat baik dapat memudahkan Anda memimpin perusahaan Anda ke tingkat selanjutnya.

Nah, agar Anda dapat memahami apa saja yang memengaruhi kinerja karyawan, maka langkah pertama tentunya mencari tahu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan Anda. Berikut ini merupakan beberapa faktor yang menjadi penyebab utama kurang maksimalnya kinerja karyawan Anda.

  1. Atasan yang buruk

Dalam mempekerjakan karyawan yang akan menjadi pemimpin. Tentunya Anda harus memperhatikan betul kinerjanya, pengetahuannya, hingga kemampuannya dalam menjadi pemimpin. Tentunya sebagai pemimpin seorang atasan harus memberikan arahan dan yang terpenting motivasi untuk anggota timnya.

  1. Bentrokan kepribadian

Perbedaan kepribadian antara sesama rekan kerja merupakan hal yang wajar. Namun, bentrokan kepribadian dalam bekerja harus dihindari. Bentrokan kepribadian muncul karena ketidak cocokan satu individu dengan individu lainnya. Dari bentrokan kepribadian inilah salah satu pemicu awal menurunnya kinerja karyawan.

  1. Tidak cocok dengan tim

Bekerja sama dengan anggota tim tentunya harus memiliki visi dan misi yang sama. Untuk mencapai visi tersebut tentunya dalam melakukan misi diperlukan kinerja karyawan yang baik agar tim mereka tetap dalam jalur yang benar. Namun ketidak cocokan dalam tim dapat menjadi salah satu hal yang dapat membuat tim mereka keluar jalur. Bermula dari ketidak cocokan satu individu dengan individu lainnya, kinerja karyawan dapat berkurang. Misalnya karena adanya asumsi mengenai satu sama lain, kurangnya motivasi dalam bekerja, berpikiran negatif dengan rekan kerja lainnya. Untuk itu pemilihan anggota tim tentu perlu dipertimbangkan baik-baik. Mulai dari kepribadian, cara berpikir, hingga latar belakang.

  1. Tidak adanya transparansi

Kinerja karyawan tentu berpengaruh terhadap transparansi di perusahaan. Transparansi di perusahaan merupakan salah satu hal yang penting, Anda harus sebisa mungkin menunjukan transparansi di perusahaan Anda. Mulai dari masalah yang ada, dampak yang mungkin terjadi, hingga keputusan yang diambil.

  1. Tidak adanya kejelasan peran

Pada saat Anda melakukan kontrak kerja dengan karyawan Anda, tentu Anda menjelaskan seluruh deskripsi pekerjaannya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu Anda yang mempercayai karyawan Anda mungkin saja memberikan beberapa pekerjaan yang bukan dari bagian karyawan Anda dengan alasan ia merupakan karyawan terpercaya. Atau karena pekerjaan yang hendak Anda berikan merupakan pekerjaan sepele sehingga Anda meminta karyawan Anda yang mengerjakannya. Baik dilandasi kepercayaan atau karena pekerjaan sepele memberikan pekerjaan yang bukan bagiannya tentunya akan membuat peran karyawan Anda semakin tidak jelas. Kinerja karyawan Anda akan berkurang karena merka sendiri bingung mengenai peran mereka yang sebenarnya.

  1. Gosip

Siapa yang tidak tahu dampak negatif dari gosip yang ada. Namun, sangat tidak memungkinan juga untuk melarang karyawan Anda untuk tidak bergosip demi kinerja karyawan yang stabil. Menurut riset, gosip yang ada di kantor merupakan salah satu hal yang paling berpengaruh dalam produktivitas karyawan. Selain memakan waktu untuk bergosip, dampak dari gosip yang menyebar juga dapat membuat beberapa karyawan merasa tidak nyaman atau bahkan merasa tidak cocok dengan rekan kerjanya.

  1. Kesehatan karyawan

Kurang waktu istirahat menjadi salah satu faktor kesehatan karyawan Anda terganggu. Tanpa Anda sadari, bekerja menjadi salah satu faktor kesehatan karyawan Anda. Dengan menghadapi macetnya kota di Indonesia, hingga stress dalam bekerja menjadi pendukung kesehatan karyawan Anda semakin menurun. Tentu saja kinerja karyawan Anda akan terganggu bila saat rapat karyawan Anda pusing karena sangat mengantuk.

Jika Anda sudah memahami faktor apa yang menjadi penyebab turunnya kinerja karyawan Anda. Langkah selanjutnya Anda dapat meminimalkan hal tersebut dengan mencari solusi yang tepat, baik untuk karyawan Anda maupun untuk perusahaan Anda. Anda juga dapat menyusun beberapa strategi yang dapat meningkatkan kinerja karyawan Anda seperti gathering, outing, dan hal-hal lain yang memungkinan untuk dilakukan.

Demikian faktor – faktor penyebab turunnya kinerja karyawan. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi kamu.

5 Cara Menjaga Motivasi Kerja Yang Baik Pada Karyawan

Setiap perusahaan tentunya berharap bisa memiliki karyawan yang memiliki tingkat motivasi kerja yang baik. Akan tetapi, pada kenyataannya perusahaan terkadang abai dalam memberikan apa yang karyawan harapkan dalam menjaga motivasi kerja merek. Berikut kami rangkum 5 cara ampun menjaga motivasi kerja karyawan yang dapat kamu praktekkan pada perusahaanmu.

  1. Ciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan dipenuhi energi positif

Membuat lingkungan kerja yang nyaman adalah kewajiban perusahaan. Namun, hal itu tentunya perlu dukungan semua orang yang ada di perusahaan. Fasilitas yang nyaman, aman, dan sehat dapat meningkatkan motivasi seseorang untuk bekerja dengan lebih semangat. Selain itu, energi positif yang dihasilkan dari hubungan dan kerjasama antar rekan kerja yang baik juga dapat menambah semangat seseorang.

  1. Berikan apresiasi atas prestasi atau pekerjaan yang dilakukan

Apresiasi yang diberikan baik dari dalam diri maupun dari atasan dapat meningkatkan motivasi kerja. Dengan adanya apresiasi terhadap prestasi atau pekerjaan yang dilakukan, seseorang akan merasa dihargai sehingga akan meningkatkan kinerjanya dan bekerja lebih baik lagi.

  1. Terapkan cara komunikasi yang efektif

Komunikasi yang baik dan efektif juga akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan motivasi dalam bekerja. Sebab, komunikasi merupakan hal yang sangat krusial dalam bekerja. Dengan komunikasi yang efektif, Anda akan dapat saling mengerti satu sama lain dan menghindari perselisihan di lingkungan kerja. Memberikan kesempatan untuk berbicara dan berpendapat juga salah satu contoh komunikasi yang efektif.

  1. Bekerja sesuai dengan minat

Sebaiknya ketika Anda melamar pekerjaan, pilihlah pekerjaan yang sesuai minat dan bakat agar Anda tidak akan melihat pekerjaan tersebut sebagai beban dan merasa terpaksa. Melakukan pekerjaan yang sesuai dengan minat akan meningkatkan motivasi karena rasa suka Anda terhadap pekerjaan tersebut.

  1. Tentukan tujuan hidup

Tujuan hidup yang jelas sangatlah penting untuk membangun motivasi. Oleh karena itu, tentukan tujuan, cita-cita, dan impian yang ingin Anda raih untuk meningkatkan semangat dan motivasi dalam bekerja. Kemudian, fokuslah terhadap tujuan tersebut. Dengan begitu, ketika bekerja Anda akan melihatnya sebagai usaha untuk mencapai impian yang diinginkan.

Demikian hal – hal 5 cara menjaga motivasi kerja karyawan. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi kamu.

Mengenal Fungsi Tes Psikologi

Pada saat ini siapa sih yang tidak mengenal tes psikologi. Akan tetapi masih banyak orang yang belum memahami fungsi dari tes psikologi itu sendiri. Berikut kami rangkum fungsi dari mengenal tes psikologi. Yuk simak!

Adapun fungsi tes psikologi dalam dunia kerja tersebut ditentukan dalam beberapa aspek bagian.

  1. Perekrutan karyawan yang lebih efektif

Ketika suatu perusahaan merekrut atau menyeleksi karyawan, biasanya dilakukan tes psikologi, yang dapat membantu perusahaan untuk menemukan dan menyeleksi karyawan atau sumber daya manusia yang terbaik.

  1. Dapat mengukur potensi dan juga kecerdasan dari calon karyawan

Yang disebut inteligensi tentu mengacu pada tingkat kecerdasan seseorang. Nah, dengan psikotes ini tentunya kamu bisa mengukur potensi yang ada, selain itu kamu juga bisa mengukur kecerdasan emosional dan spiritual seseorang.

  1. Dapat mengenal kepribadian karyawan

Fungsi psikotes dalam dunia kerja yang terletak pada seleksi pekerjaan terutama pada saat tes dilakukan pada saat perekrutan karyawan efektif dilakukan dalam beberapa tahapan, pertama wawancara, kemudian tes psikologi.

  1. Dapat mengetahui rencana penempatan karyawan

Dalam melakukan psikotes, selain dilakukan pada saat pengangkatan pegawai, dapat juga dilakukan pada masa kenaikan pangkat pegawai, karena pada umumnya tempat kerja pegawai berubah-ubah tergantung dari cara kerja pegawai. karyawan dan kinerja karyawan.

  1. Melihat produktivitas pekerjaan

Melalui tes psikologi juga dapat dilihat tingkat dan ukuran produktivitas kerja karyawan saat melakukan pekerjaannya, dan dengan melakukan tes tersebut, perusahaan akan dapat melihat sejauh mana produktivitas karyawan terlihat. Hal ini memudahkan SDM untuk mengisi posisi yang sesuai terkait penerapan psikologi sosial di bidang organisasi.

  1. Dapat menentukan rencana penempatan karyawan

Karyawan yang berkinerja tinggi biasanya mendapatkan promosi dari perusahaan tempat dilakukan rotasi pekerjaan untuk mengembangkan kariernya. Sekarang, psikotes juga dapat membantu perusahaan menentukan rencana penempatan karyawan dan mempermudah SDM dalam melakukan pekerjaannya.

  1. Dapat melihat sikap kerja karyawan

Fungsi tes psikologi dalam dunia kerja juga berguna untuk melihat sikap kerja para karyawan yang akan bekerja di perusahaan tersebut. Salah satu hal yang berkaitan dengan hal tersebut adalah kepuasan kerja, dimana dalam suatu organisasi mereka akan memiliki hubungan yang positif dengan menyelesaikan pekerjaan dan juga melihat sikap sosial dari calon karyawan.

  1. Memberikan suasana positif di lingkungan karyawan

Tentunya setiap orang diharapkan memiliki lingkungan yang nyaman di tempat kerja, sehingga langkah yang dapat dilakukan adalah tes psikologi. Dengan tes ini, perusahaan akan memahami dan menyadari masalah yang berkaitan dengan kebiasaan, perilaku, dan sikap karyawan. Perusahaan juga akan mampu menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan.

  1. Pengembangan prestasi karyawan

Dari tes rekrutmen kita dapat antara lain mengetahui perkembangan kinerja karyawan, melalui tes psikologi perusahaan mengetahui tingkat kinerja yang dicapai dan juga prestasi apa saja yang telah dikembangkan karyawan.

  1. Melihat tingkat intelegensi

Fungsi lain dari tes psikologi di dunia kerja yang bisa kita capai dengan tes psikologi di dunia kerja adalah untuk melihat tingkat kecerdasan seseorang, karena seperti diketahui tes psikologi tidak hanya dilakukan di dunia kerja.

  1. Melakukan penilaian kinerja

Fungsi terakhir adalah untuk dapat melihat evaluasi kinerja pegawai, meskipun evaluasi kinerja tidak hanya terfokus pada tes dan penilaian atas kinerja yang dicapai, tetapi juga pada pelaksanaan tahapan yang berbeda dan kemudian juga tes psikologi menunjukkan karyawan perusahaan.

Demikian hal – hal mengenai apa saja fungsi tes psikologi. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi kamu.

5 Cara Ampun Mendisiplinkan Karyawan

Setiap perusahaan tentunya berharap bisa memiliki karyawan yang disiplin. Akan tetapi, pada kenyataannya perusahaan terkadang abai dalam memberikan apa yang karyawan butuhkan. Berikut kami rangkum 5 cara ampuh mendisplinkan karyawan yang dapat kamu praktekkan.

  1. Penuhi Hak Kayawan secara Adil dan Transparan

Sebelum menuntut kedisiplinan tinggi dari karyawan Kamu, coba introspeksi diri terlebih dahulu: apakah kamu sudah memenuhi semua kebutuhan karyawan Kamu secara adil dan transparan?

Transparansi atau keterbukaan adalah sesuatu yang sangat sensitif bagi seorang karyawan. Jika Kamu memperlakukan antar-karyawan secara tidak adil, tentu saja karyawan kamu berubah tidak respect kepada kamu. Untuk itu, sebelum menuntut kedisplinan tinggi dari karyawan kamu, pastikan Kamu telah memenuhi semua hak karyawan secara adil dan transparan. Mulai dari sistem penilaian, penggajian, hingga promosi jabatan.

  1. Sebagai Bos, Cobalah Memperlakukan Karyawan Sebagai Teman

Cara mudah meningkatkan kedisiplinan karyawan yang kedua yaitu perlakukan karyawan Kamu sebagai teman. Meskipun kamu seorang bos, hindari sifat bossy yang dibenci karyawan kamu.

Anggap mereka sederajat dengan kamu, meski pada kenyataannya kamu adalah atasan mereka. Dengan memperlakukan karyawan sebagai teman, mereka akan merasa lebih nyaman dan tidak terkekang. Sehingga, bertemu dengan kamu di kantor bukan lagi menjadi momok yang menakutkan. Sebaliknya, layaknya seorang teman, maka karyawan Kamu akan senang dan antusias setiap bertemu dengan kamu. Rasa nyaman inilah yang akan memacu karyawan Kamu semakin rajin dan disiplin dalam bekerja.

  1. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Nyaman dan Kondusif

Selama ini Kamu mungkin hanya berfokus menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif dari segi fisik saja. Misalnya dengan mendesain interior ruangan kerja yang asri, elegan, dan minimalis sambil berharap karyawan Kamu akan lebih semangat dalam bekerja.

Namun, itu saja belum cukup untuk meningkatkan kedispilinan karyawan Kamu. Ciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif, tidak hanya dari segi fisik ruangan kerja, namun juga hubungan antar pekerja.

  1. Buatlah Aturan Sewajarnya: Tegas Namun Tetap Manusiawi

Selama ini kita cenderung menilai bahwa kedisplinan dapat ditingkatkan melalui pemberlakuan sejumlah aturan. Hal itu tidak salah. Peraturan memang harus diciptakan, serta diberlakukan secara tegas dan mengikat.

Namun, perlu digaris bawahi bahwa kamu tidak harus memberlakukan aturan secara ketat dan berlebihan hingga membuat karyawan Kamu merasa terkekang.

  1. Dengarkan Ide dan Pendapat Karyawan

Kedisiplinan karyawan juga dapat ditingkatkan dengan memberikan mereka kebebasan berpendapat atau urun ide. Jangan hanya menuntut mereka melakukan semua pekerjaan sesuai keinginan kamu, namun dengarkan juga bagaimana ide dan gagasan mereka. Berilah karyawan kebebasan untuk berinovasi memajukan perusahaan kamu.

Demikian hal – hal 5 cara ampuh mendisplinkan karyawan. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi kamu.

5 Cara Mudah Mengendalikan Emosi Yang Tepat

Setiap orang pasti pernah merasa emosi atau marah. Hal ini normal, terlebih ketika dihadapkan dengan persoalan hidup. Akan tetapi bagaimana sikap kamu dalam menanggapi kemarahan itulah yang berbeda.

Kamu bisa saja memilih untuk tetap marah, namun Kamu juga bisa mengendalikannya jika berusaha. Semua pilihan ada di tanganmu. Memilih untuk tetap marah tak terkendali sesungguhnya akan merugikan diri Kamu sendiri, termasuk kesehatan. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara mengendalikan emosi atau kemarahan.

Emosi yang berlebih dapat diarahkan menjadi hal yang lebih produktif sehingga menghasilkan sesuatu yang bernilai positif. Karena itu, penting untuk menjaga emosi Kamu tetap terkendali. Berikut beberapa cara mengendalikan emosi diri yang mungkin kamu butuhkan:

  1. Berhitung

Cara menahan emosi yang pertama adalah dengan berhitung. Sebelum marah, berhitunglah dari 1 hingga 10. Apabila Kamu sangat marah, berhitunglah hingga 100. Pada saat Kamu berhitung, denyut nadi Kamu akan turun dan kemarahan Kamu akan lebih mungkin untuk reda.

  1. Tarik Napas yang Dalam dan Lambat

Ketika Kamu marah, napas Kamu akan lebih pendek-pendek dan cepat. Tarik napaslah yang dalam dan lambat dari hidung dan keluarkan dari mulut untuk beberapa saat. Teknik pernapasan ini dapat menjadi salah satu cara mengelola emosi. Dengan menarik napas dalam dan lambat, diharapkan kemarahan Kamu dapat mereda.

  1. Berolahraga agar Emosi Stabil

Cara mengatasi emosi yang tidak stabil juga bisa dilakukan dengan berolahraga seperti berjalan kaki, mengendarai sepeda, atau berlari. Lakukanlah hal yang dapat mengalihkan pikiran dan membuat tubuh Kamu menjadi lebih baik.

  1. Lakukan Relaksasi Otot

Selain berolahraga, cara mengendalikan emosi lainnya dapat dilakukan dengan relaksasi otot. Lakukan peregangan berbagai kelompok otot pada tubuh dan kendurkan perlahan-lahan dengan membuang napas.

Menggerakkan leher dan menggoyangkan bahu adalah beberapa contoh gerakan yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan emosi. Tidak diperlukan peralatan, hanya cukup melakukan beberapa gerakan saja.

  1. Cari Kata atau Frasa yang Menenangkan

Kata atau frasa dapat menjadi salah satu cara mengendalikan emosi. Carilah kata atau frasa yang membuat Kamu menjadi tenang dan fokus kembali. Ulanglah kata-kata tersebut ketika Kamu marah. “Rileks”, “tenang saja”, dan “Kamu akan baik-baik saja” adalah beberapa contoh yang bagus.

Demikian hal – hal mengenai 5 cara mudah mengendalikan emosi yang tepat yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Peran Leader Dalam Mengatasi Konflik Dalam Tim

Dalam suatu organisasi atau perusahaan pasti mempunyai struktur organanisasi dari yang terbawah hingga yang tertinggi, struktur tersebut bisa disebut juga sebagai team. Team dalam organisasi adalah satu atau dari dua orang atau lebih dari dua orang yang berinteraksi dan mengkordinasikan pekerjaan mereka untuk mencapai tujuan yang mereka jalankan dan mereka pertanggujawabkan.

Dalam menjalani sebuah team pasti ada saja masalah-masalah yang akan dihadapi kepada tim tersebut, masalah yang sering terjadi dalam team ialah “konflik”. Biasanya penyebab konflik terjadi pada suatu team ialah salah satunya adalah persaingan sumberdaya seperti uang, informasi atau persediaan serta biasanya perbedaan pendapat antar sesama anggota.

Tipe konflik dibagi menjadi dua, yaitu ada task conflict dan relationship conflict. Berikut adalah penjelasan tentang tipe tipe konflik tersebut:

Task Conflict: Konflik ini mengacu pada ketidaksepakatan diantara orang-orang tentang tujuan yang dicapai.

Relationship Conflict: Konflik yang mengacu pada ketidakcocokan satu orang dengan yang lainnya dimana tercipta suatu ketegangan dan perasaan permusuhan pribadi diantara satu sama lain.

Adapun pendekatannys terbagi menjadi menjadi 5 ada negosiasi, visi, mediasi, memfasilitasi komunikasi, dan wewenang atau kekuatan yang tegas atau dalam bahasa inggris disebut dengan arbitrase.

  1. Negoisasi:  Dimana orang terlibat dalam diskusi dalam menerima dan mempertimbangkan berbagai alternative untuk mencapai keputusan bersama. Cara bernegoisasi tersebut dibagi menjadi 2, yaitu pendekatan integrative dan pendekatan distributive.
  2. Vision: visi yang menarik bisa menyatukan orang karena visi tidak bisa dicapai oleh satu orang, tetapi butuh kerjasama dengan orang. Visi bisa mengurangi konflik karena orang — orang yang terlibat sadar bahwa mereka perlu bekerjasama untuk mencapainya.
  3. Mediation: melibatkan pihak ketiga untuk menyelesaikan konflik. Mediator mendiskusikan konflik tersebut dengan pihak yang berlawanan tersebut dan mencari solusi yang terbaik.
  4. Facilitating Communication: cara paling efektif untuk mengurangi konflik adalah dengan komuikasi antar pihak secara terbuka dan jujur. Pertukaran informasi dan mengenal satu sama lain bisa mengurangi rasa curiga dan meningkatkan kerja sama.
  5. Cara lainnya adalah dengan berdialog agar bisa mengetahui dan menghormati perbedaan orang lain.

Pentingnya peran pemimpin untuk menangani masalah ini sangat penting karena sebagai pemimpin tugasnya ialah membuat kekompakan dalam team dan apabila terjadi masalah konflik seperti ini seharusnya pemimpin bisa menghadapi konflik tersebut dengan tenang dan dapat diselesaikan dengan baik melalui cara-cara yang disebutkan diatas.

Demikian hal – hal mengenai peran leader dalam mengatasi konflik dalam tim yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Tips Menyusun KPI Agar Sesuai Target

Menyusun target key performance indicator (KPI) untuk bisnis yang sukses merupakan hal penting agar bisnis sukses. Saat ini, hal itu digunakan bisnis kecil hingga perusahaan besar.KPI adalah sebuah ukuran kuantitatif yang bisa dengan mudah menggambarkan apakah laju perusahaan dalam mencapai tujuannya efektif. Selain itu, KPI tentunya bisa digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pencapaian target bisnis.

Lalu, bagaimana cara membuat target KPI yang baik? Yuk, catat poin-poin penting yang sudah kita rangkum dalam artikel ini.

  1. Tentukan tujuan

Langkah pertama dalam menyusun target KPI yang efektif adalah menentukan tujuan yang akan diraih dengan penyusunan KPI.

Dalam hal ini, kamu harus menyusun target dengan memperhatikan poin-poin SMART seperti yang dijelaskan oleh Klipfolio, yaitu:

  • Specific: target yang dibuat harus spesifik.
  • Measurable: perkembangan menuju target yang telah ditentukan harus dapat diukur, misalnya dengan satuan yang jelas.
  • Achievable: target yang dibuat realistis dan mungkin untuk diraih.
  • Relevant: rencana target relevan atau sesuai dengan tujuan perusahaan.
  • Time: berapa lama waktu yang disediakan untuk mencapai tujuan tersebut.
  1. Pahami beda indikator leading dan lagging

Ada dua jenis indikator dalam proses menyusun target KPI, yaitu leading dan lagging. Indikator lagging biasanya mudah diukur tetapi sulit diubah. Hal ini karena output atau hasil berdasarkan apa yang didapatkan bisnis, seperti pertambahan jumlah klien dalam satu bulan, atau total keuntungan per bulan.

Sementara, indikator leading sebaliknya lebih sulit diukur, tetapi mudah diubah. Indikator leading mengukur tindakan yang mengarah pada hasil. Hal itu seperti jumlah pengunjung situs per bulan atau jumlah panggilan yang dibutuhkan untuk mengkonversi lead atau prospek menjadi pelanggan.

  1. Putuskan KPI yang sesuai

Setelah menyusun target dan tujuan KPI berdasarkan kriteria SMART, saatnya menentukan cara mengukur dan mencapai tujuan yang telah dibuat. Tentu saja, tujuan tersebut pada dasarnya harus dapat diukur dan dicapai menggunakan rencana KPI. KPI apa pun yang akhirnya ditentukan untuk mencapai target-target perusahaan, pastikan hanya gunakan KPI yang dapat diukur dan melacak konversi atau keuntungan dari data yang diperoleh.

Contohnya, jika ingin menetapkan meningkatkan follower di media sosial sebagai KPI, tanyalah pada dirimu apa hal tersebut bisa berdampak pada keuntungan. Jika tidak, maka hal tersebut bukan KPI yang baik. Akan tetapi, jika jumlah impression atau engagement dari follower bisa menghasilkan keuntungan, hal tersebut bisa saja dijadikan KPI.

  1. Batasi KPI

Dalam menyusun target KPI, jangan buat terlalu banyak poin untuk satu tujuan. KPI harus secara langsung berhubungan dengan tujuan yang diharapkan. Disarankan untuk menetapkan hanya empat hingga sepuluh KPI untuk setiap satu tujuan. Jika terlalu banyak, justru akan tidak efektif.

  1. Evaluasi

Jangan khawatir apabila KPI tidak langsung menunjukkan hasil yang positif atau signifikan. Yang penting setelah menyusun target KPI dan mengimplementasikannya adalah memantau dan mengevaluasi hasilnya setiap bulan. Jika belum maksimal, maka carilah apa yang bisa diperbaiki dan dikembangkan. Kemudian, buat target KPI baru yang lebih baik dan bisa diraih dengan sukses.

Demikian hal – hal mengenai apa saja poin dalam menyusun KPI yang sesuai target yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Tips Menentukan Anggaran Kegiatan Dalam Perusahaan

Pada saat ini setiap kegiatan, baik yang kecil maupun yang besar harulah memiliki alur dalam penyusunan anggarannya. Berikut kami ringkas cara menyusun anggaran kegiatan dalam perusahaan.

Ada tiga komponen yang perlu diperhatikan sebelum menyusun budgeting, antara lain:

1. Pendapatan

Proyeksi pendapatan dalam periode tertentu merupakan dasar yang perlu diperhatikan dalam menyusun budgeting. Komponen ini harus dibuat sedetail dan sejelas mungkin. Alasannya karena akan mendorong untuk menetapkan prioritas yang harus dikerjakan atau dicapai oleh perusahaan.

2. Pengeluaran

Pengeluaran merupakan komponen kedua yang harus diperhatikan dalam menyusun budgeting. Komponen ini harus dikelola dengan baik agar menjadi sebuah keuntungan. Tetapkan pengeluaran menjadi beberapa kategori, seperti biaya tetap, variabel dan semi-variabel.

3. Keuntungan

Komponen terakhir yang harus diperhatikan adalah proyeksi keuntungan. Setelah komponen ini ditetapkan, maka tahap selanjutnya merencanakan keputusan-keputusan finansial yang akan diambil. Buat proyeksi ini secara detail dan terukur. Apabila perlu, koreksi dan kurangi beberapa pos pengeluaran agar keuntungan lebih maksimal.

Ada empat tahapan dalam penyusunan anggaran (budgeting), antara lain:

  1. Menentukan Pedoman Anggaran

Tahap pertama yaitu menentukan pedoman anggaran. Pedoman yang dibuat harus berdasarkan anggaran perusahaan satu periode (tahun) sebelumnya dengan menyesuaikan kegiatan periode atau tahun anggaran berikutnya. Dalam penyusunan ini maka dikenal sebagai manajemen puncak. Manajemen puncak merupakan dasar dalam menyusun anggaran belanja perusahaan.

  1. Persiapan Anggaran

Setelah manajemen puncak selesai disusun, perusahaan membutuhkan waktu untuk mempersiapkan anggaran. Dalam tahap ini persiapan tidak hanya dilakukan oleh staf keuangan saja tetapi butuh kerjasama semua divisi dalam perusahaan supaya tahap penganggaran bisa berjalan dengan baik.

Sebelum menyusun anggaran, manajer pemasaran terlebih dahulu menyusun taksiran atau forecast penjualan. Setelah itu, manajer pemasaran bekerjasama dengan manajer umum dan manajer keuangan untuk menyusun anggaran perusahaan.

  1. Penentuan Anggaran

Tahap penentuan anggaran manajer beserta direksi akan melakukan pengesahan anggaran. Setelah itu, melakukan pengkajian dan juga kelayakan rancangan anggaran yang telah disusun oleh masing-masing pengguna anggaran.

  1. Pelaksanaan Anggaran

Dalam tahap pelaksanaan anggaran dibutuhkan pengawasan dari manajer perusahaan kepada masing-masing bagian. Untuk kepentingan pengawasan maka setiap manajer harus membuat laporan realisasi anggaran. Realisasi anggaran dibuat setelah dianalisis lalu laporan realisasi anggaran disampaikan kepada direksi.

Demikian hal – hal mengenai alur pembuatan anggaran dalam perusahaan yang perlu kamu ketahui Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Pentingnya Greeting Pada Customer

Greeting adalah salah satu ciri-ciri memberikan service excellence dan semestinya dimulai dari dalam internal perusahaan dan diteruskan ke external customers.  Jika ini dilakukan berulang-ulang dengan kesungguhan atau sincerity yang dalam di internal perusahaan, maka memberikan salam bukan lagi hal yang memalukan dan terkesan canggung.  Bahkan jika tidak memberikan salam terasa ada yang kurang berkenan.

Greeting merupakan bentuk courtesy atau keramah-tamaan.  Dengan greeting, nada bicara bisa dikendalikan dari awal.  Layaknya seperti ketika kita mau menyanyi, kita mencari tangga lagu yang pas dengan nada suara. Demikian pula greeting merupakan nada bicara yang sangat penting untuk menentukan pitch dan intonasi.

Sedemikian pentingnya greeting ini sehingga beberapa perusahaan kembali mengingatkan karyawannya untuk menyapa satu dengan yang lain ketika berpapasan. Mungkin ada di antara kita yang pernah mengunjungi salah satu perusahaan klien beberapa waktu lalu. Di setiap sudut ruang yang dilalui banyak karyawan, terpampang standing banner berisi imbauan untuk saling mengucapkan salam.  Kelihatannya sederhana dan menggelikan.

Salam memang sederhana. Namun, kita yang terus menerus bertemu seseorang atau sekelompok orang, sering bersikap ’take it for granted’.  Mungkin sesuatu yang tidak sengaja dilupakan tapi dianggap tidak perlu lagi dilakukan terutama untuk orang-orang yang sangat dekat dengan kita.  Sering kita mendengar ”a..lah.. jangan terlalu formal lah”. Greeting sering dikaitkan dengan formalitas.

Dari penjelasan tadi kita dapat menyimpulkan bahwa greeting sangatlah penting, tidak hanya sebagai bentuk keramah-tamahan kita kepada customer, tetapi juga merupakan ciri – ciri seseorang mampu mengatur intonasi dan pitch dalam berbicara dengan lawan jenis

Demikian hal – hal mengenai alasan pentingnya greeting yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

3 Benefit Utama Karyawan Dalam Perusahaan

Setiap perusahaan tentunya menginginkan karyawannya betah di perushaannya. Hal ini tentunya bukan hal simple yang mana setiap perusahaan memiliki kebijakan dalam menjaga karyawannya serta berusaha untuk menghindari terjadinya turnover karyawan. Berikut kita ulas 3 benefit utama yang bakal membuat karyawan betah di perusahaanmu.

  1. Gaji dan Tunjangan yang sesuai

Setiap karyawan mengharapkan gaji dan tunjangan yang sesuai atas pekerjaannya. Hal ini yang harus benar – benar diperhatikan perusahaan.

  1. Lingkungan yang nyaman

Setiap karyawan sangat mengharapkan lingkungan kerja yang nyaman yang jauh dari ragam masalah atau tekanan yang dirasa tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, baik dari perusahaannya maupun rekan kerjanya.

  1. Fasilitas yang memadai

Bagaimana karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan bersemangat, sedangkan fasilitas perusahaan sangat jauh dari kata nyaman dan sesuai. Misalnya, sanitasi, tempat ibadah, akses komunikasi dengan atasan. Hal tersebut merupakan contoh sederhana dari fasilitas yang semestinya dapat diperoleh setiap karyawan.

Demikian hal – hal mengenai hal – hal mengenai 3 benefit utama untuk membuat karyawanmu betah bekerja pada perusahaanmu. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Design a site like this with WordPress.com
Get started