Faktor – Faktor Penyebab Customer Complaint

Pelanggan yang kecewa adalah salah satu penyebab terbesar turunnya penjualan, profit, dan performa perusahaan. Apa saja penyebab kekecewaan pelanggan dan bagaimana cara mengatasinya?

  1. Kualitas Produk Di Bawah Standar

Jika kualitas produk Anda di bawah standar dan menyebabkan pelanggan kecewa, mereka akan segera mencari penggantinya. Produk Anda setidaknya harus bisa memenuhi ekspektasi pelanggan. Jika tidak, pelanggan akan mencari solusi ke para kompetitor demi mendapatkan kualitas yang lebih baik.

Atasi masalah terkait kualitas produk dengan menguji produk lewat suatu focus groups atau perhatikan benar feedback yang diberikan pelanggan.

  1. Pelayanan Pelanggan Buruk

Produk berkualitas yang tak didukung pelayanan pelanggan yang baik juga akan ditinggalkan pelanggannya. Berita tak sedap menyebar lebih cepat daripada berita baik. Pelanggan yang kecewa lebih sering menyebarkan ceritanya daripada pelanggan yang lain. Lebih parah lagi, berita negatif cenderung diingat lebih lama di benak pelanggan, daripada berita positif.

“Produk berkualitas baik, tapi pelayanan pelanggan buruk juga akan ditinggalkan pelanggannya.”

Menurut American Express Global Customer Service Barometer, orang Amerika membagikan pengalaman tak mengenakkan mereka kepada sekitar 24 orang, tapi membagikan pengalaman baiknya hanya kepada sekitar 15 orang. Studi pengalaman pelanggan yang dilakukan Harris Interactive bahkan menunjukkan 89% pelanggan akan meninggalkan perusahaan ke kompetitor hanya karena pelayanan buruk yang diterimanya.

Perkuat strategi penelusuran keluhan dan proses penyelesaian masalah untuk mengurangi kekecewaan pelanggan. Fokus jangan hanya untuk mempercepat waktu antara mempelajari isu dan memperbaiknya, tapi juga pada waktu yang lebih singkat untuk merespons pelanggan. Pastikan pelanggan mengetahui bahwa keluhannya telah diterima dengan baik, dan pastikan untuk menindaklanjutinya.

  1. Kenaikan Harga Tajam dan Tanpa Etika

Kita semua harus menaikkan harga pada suatu waktu. Faktor inflasi dan kenaikan harga bahan baku tak bisa dihindari berdampak langsung pada perusahaan. Jika Anda ingin tetap untung, tentu harus ada harga yang dinaikkan, tetapi rencanakanlah dengan matang sebelum menaikkan harga. Buatlah riset apakah pelanggan akan tetap menghargai value suatu produk setelah kenaikan harga. Sebaliknya, apa yang kira-kira akan ditolak pelanggan akibat kenaikan harga?

Ketika menaikkan harga, fokus pada value yang bisa ditawarkan produk atau perusahaan. Pelanggan Anda akan bisa mengerti bahwa kenaikan tak hanya berhubungan dengan produk secara fisik.

  1. Gagal Tampil Beda

Perusahaan tidak mampu tampil menonjol di antara keramaian. Jika Anda tidak punya value lebih yang bisa ditawarkan dibandingkan kompetitor, tapi harganya cenderung sama atau bahkan melampaui, maka Anda punya masalah.

Berikan alasan kepada pelanggan, mengapa mereka harus memilih Anda dibanding produk atau layanan lain. Ciptakan value yang unik, sesuatu yang tidak diberikan kompetitor, lalu komunikasikan secara konsisten kepada para pelanggan. Bahkan di bisnis yang produknya sejenis, diferensiasi dalam bentuk layanan berbeda mungkin untuk dilakukan.

  1. Kurangnya Loyalitas Pelanggan

Jika perusahaan tidak concern menciptakan loyalitas pelanggan, pelanggan akan selalu mencari harga terendah yang bisa mereka temukan.

Berikan reward kepada pelanggan yang kembali dan kembali lagi. Misalnya perusahaan memberikan insentif barang gratis tertentu jika pelanggan kembali lagi untuk membeli. Ini semua bisa menciptakan dorongan agar pelanggan lebih setia, sekaligus menurunkan kekecewaan pelanggan jika ada.

Demikian hal – hal mengenai faktor – faktor penyebab customer complaint yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan dan pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu.

8 Kunci Sukses Dalam Bekerja

Dalam meraih sebuah kesuksesan dalam berkarir, maka alangkah lebih baik jika Anda dapat memperhatikan beberapa tips sukses berkarir yang mungkin bisa Anda jadikan sebagai panduan dalam meraih kesuksesan tersebut.

  1. Bekerja secara disiplin

Kunci utama dalam meraih kesuksesan dalam berkarir yaitu dengan bekerja secara disiplin. Anda bisa datang ke kantor tepat pada waktunya serta selesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda tepat pada waktunya juga.

  1. Bersikap yang positif

Anda bisa mencoba untuk mempelajari lebih jauh mengenai apa yang disebut dengan sikap. Setelah itu, cari tahu juga apa saja aspek yang ada di dalam kehidupan Anda yang pastinya bisa mengontrol serta mengarahkan sikap yang Anda miliki saat ini. Anda bisa mempelajari bagaimana cara Anda dalam menyesuaikan sikap Anda dalam menghadapi berbagai macam situasi, serta bagaimana strategi Anda agar dapat membuat sikap yang positif sebagai salah satu kebiasaan yang permanen di dalam hidup anda.

  1. Berkebiasaan yang positif

Akan ada banyak belajar dalam mengidentifikasi serta menghilangkan semua kebiasaan yang dapat merugikan diri Anda sendiri. Bukan hanya itu, Anda juga harus menciptakan sebuah kebiasaan yang positif yang akan membuat Anda hidup lebih mudah juga sukses.

  1. Lebih percaya pada kemampuan yang anda miliki

Anda harus memahami segala sifat alami yang dimiliki oleh Anda secara sederhana demi mengidentifikasi bakat yang selama ini Anda miliki. Anda juga harus mengembangkan kekuatan secara akademis serta kepentingan pribadi agar bisa memenuhi peluang ekonomi dan ruang pribadi untuk masa depan Anda.

  1. Tentukan tujuan anda serta raih tujuan anda

Anda harus mengenali lebih jauh mengenai keinginan serta tujuan Anda dalam berkarir. Anda bisa membuat sebuah rencana, juga komitmen. Selain itu sertsakan juga sebuah tindakan yang bisa Anda lakukan demi mencapai sebuah tujuan tersebut.

  1. Gunakan sebuah imajinasi yang kreatif

Anda bisa memperluas kemampuan yang selama ini Anda miliki demi mempercepat dalam menyelesaikan sebuah masalah dan juga demi mencapai sebuah tujuan yang ada dalam kehidupan Anda tersebut.

  1. Lakukan semua pekerjaan anda dengan sangat gigih

Yang akan sangat Anda butuhkan dalam kesuksesan berkarir yaitu Anda harus memiliki fokus yang baik serta tekat yang sangatlah kuat yang ada di dalam diri Anda.

  1. Buatlah sebuah keputusan yang bijak

Sebelum Anda menentukan sebuah pilihan, alangkah lebih baik lagi jika Anda dapat mempertimbangkan kembali secara matang. Dengan begitu Anda tidak harus menyesali semua keputusan yang Anda ambil saat ini di kemudian hari.

Demikian hal – hal mengenai 8 kunci sukses dalam bekerja yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan dan pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu.

5 Cara Efektif Mengurangi Pemborosan Perusahaan

Mengurangi pemborosan merupakan tujuan utama dari lean manufacturing, yakni praktik manufaktur yang mempertimbangkan segala pengeluaran sumber daya yang ada untuk mendapatkan nilai ekonomis terhadap pelanggan. Hal itu disebabkan adanya salah satu area yang biasanya menyumbang pemborosan adalah manajemen persediaan, sehingga banyak produsen yang memilih untuk memotong pengeluaran pengadaan barang mereka.

Sistem manufaktur biasanya perusahaan gunakan untuk mengontrol kegiatan bisnis mulai dari pembelian, proses produksi, hingga penjualan. Selain aplikasi manufaktur online, ada juga beberapa cara efektif lain yang dapat produsen lakukan untuk merampingkan pengeluaran perusahaan, contohnya seperti berikut ini.

  1. Identifikasi Area yang Menyebabkan Pemborosan

Segala sesuatu yang tidak memberikan nilai bagi pelanggan dan tidak menyumbang keuntungan bagi bisnis Anda, namun menguras banyak biaya dapat terkategorikan sebagai pemborosan. Ini barangkali ada di setiap departemen perusahaan Anda, jadi penting bagi Anda untuk melakukan pengecekan.

Apakah pemborosan itu terjadi pada pengelolaan inventaris Anda? Apakah Anda terlalu banyak memproduksi barang yang padahal tidak sesuai dengan permintaan pelanggan? Atau apakah ada terlalu banyak penundaan dalam proses produksi Anda sehingga Anda membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya untuk penggunaan mesin dan tenaga kerja?

  1. Kelola Persediaan Secara Efisien Untuk Mengurangi Pemborosan

Manajemen persediaan yang efisien artinya tidak menyimpan stok barang (bahan baku, WIP, dan barang jadi) secara berlebihan, sehingga mengurangi risiko barang yang cacat, rusak, dan tidak layak diproduksi atau dijual. Lalu, bagaimana caranya mengendalikan pengadaan barang di pabrik manufaktur?

Pertama-tama, Anda harus bisa memprediksi kebutuhan inventaris Anda. Anda perlu memastikan bahwa jumlah dan jenis stok barang yang Anda simpan cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi Anda dan barang yang akan Anda produksi sesuai dengan permintaan pelanggan Anda, sehingga tidak akan ada lagi pembelian barang yang tidak perlu.

Cek data penjualan Anda dari tahun lalu dan pantau trend saat ini untuk memperkirakan berapa banyak barang yang harus Anda produksi dan material apa saja yang Anda butuhkan. Ketahui produk mana yang paling banyak dipesan pelanggan dan mana yang kurang pelanggan minati, sehingga Anda dapat memproduksi dan menjual barang yang tepat.

Selain melakukan teknik forecasting yang tepat, Anda juga perlu mengontrol stok barang Anda dengan memonitor secara rutin tingkat persediaan Anda. Pastikan persediaan Anda selalu berada di tingkat minimum yang sudah Anda tentukan sebelumnya. Ketahui kapan Anda harus melakukan pemesanan ulang ke pemasok Anda, sehingga Anda tidak perlu mengalami kehabisan stok.

  1. Kurangi Penggunaan Material untuk Kemasan Demi Mengurangi Pemborosan

Kemasan produk merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi pada pemborosan. Kemasan memang cukup penting untuk menonjolkan keunikan produk Anda, tetapi bukan berarti Anda harus mengorbankan banyak biaya dan limbah untuk itu. Desain kembali produk Anda jika terperlukan. Ganti kemasan produk Anda dengan bahan yang mudah didaur ulang atau digunakan kembali untuk mewujudkan zero waste. Pikirkan juga ide untuk membuat produk baru dari sisa-sisa kemasan produk Anda.

  1. Buat Jadwal Pemeliharaan Secara Rutin

Periksa kondisi mesin dan peralatan manufaktur Anda secara rutin. Mesin dan peralatan yang rusak dapat menyebabkan pemberhentian panjang dalam proses produksi dan aktivitas lain di lantai pabrik Anda, sehingga penjualan dan pemenuhan pesanan pelanggan pun akan tertunda. Selain itu, akan ada lebih banyak biaya yang perlu Anda keluarkan untuk membeli mesin dan peralatan baru. Jadi, penting bagi Anda untuk membuat jadwal rutin untuk pemeliharaan preventif.

  1. Tingkatkan Penggunaan Sistem Otomasi

Mungkin Anda berpikir bahwa berinvestasi pada software bukanlah solusi yang tepat untuk mengurangi pemborosan, karena Anda tetap memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk mengimplementasikannya. Akan tetapi, biaya yang Anda keluarkan untuk perangkat lunak sebenarnya jauh lebih murah bila dibandingkan dengan biaya yang harus Anda keluarkan secara rutin untuk membayar tenaga kerja, memperbarui peralatan yang rusak, memperbaiki kesalahan, dan membeli barang yang tidak dibutuhkan. Oleh karena itu, mulai lakukan pertimbangan untuk mengimplementasikan sistem ERP dengan mengunduh terlebih dahulu skema harganya.

Demikian hal – hal mengenai 5 cara efektif mengurangi pemborosan perusahaan yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan dan pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu.

Perbedaan KPI dan OKR

Perbedaan KPI dan OKR dalam Penilaian Kinerja – Hampir tiap perusahaan familiar dengan KPI. Tetapi, mungkin tidak semuanya mengenal OKR yang mulai populer belakangan berkat Google. Pertanyaan yang kerap muncul kemudian adalah mana yang lebih baik dalam penilaian kinerja perusahaan dan karyawan.

KPI dan OKR sebenarnya tidak bisa dibandingkan head-to-head, karena keduanya berbeda dalam hal pengukuran dan fokus, sekalipun sama-sama merupakan alat monitoring keberhasilan.

Perbedaan KPI dan OKR

Dari analogi di atas, OKR memberitahukan sejauh mana kemajuan yang telah dibuat, dan memandu apa yang harus dilakukan organisasi untuk sampai ke tujuan. OKR bisa melacak progress, namun tidak bisa menilai kinerja harian karyawan.

Sedangkan KPI memonitor kinerja karyawan, tim, atau organisasi, apakah di level bagus atau buruk. Metrik ini bisa memberitahu apakah organisasi dalam kondisi “sehat” atau tidak.

KPI bisa melacak secara detail bagian mana yang tidak berjalan baik, dan mana yang harus diperbaiki atau ditingkatkan. Tetapi, KPI tidak dapat melacak kemajuan karena KPI tidak punya konteks arah.

Jika harus dibandingkan, kira-kira seperti berikut ini perbedaan KPI dan OKR:

KPIOKR
Health metrics dalam organisasiMetode goal-setting organisasi
Memonitor operasional bisnis (day-to-day bussiness)Melacak keberhasilan tujuan
Mengukur kinerja dengan targetMengukur progres dengan key result
Berorientasi pada output (hasil langsung)Berorientasi pada outcome (hasil kemudian)
Mengukur setiap jenis pekerjaan dengan target rutin (bussiness as usual)Hanya untuk proyek prioritas, ambisius, dan goal yang berubah
Alat mengevaluasi karyawanBukan alat mengevaluasi karyawan

Dua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan. KPI unggul sebagai alat pengukur kinerja kuantitatif yang berhubungan dengan indikator bisnis umum untuk pekerjaan yang rutin atau telah berlangsung (business as usual). Contohnya, jika ingin mengukur produktivitas perusahaan, KPI lebih baik.

Sedangkan OKR lebih unggul dalam mempercepat keberhasilan sebuah rencana besar, perubahan visi, dan proyek ambisius. OKR dapat membantu semua orang fokus pada hal yang penting dan menjadi prioritas untuk dicapai.

Berbeda dengan KPI untuk kondisi steady-state, OKR lebih cocok diterapkan untuk orang-orang yang punya pemikiran besar dalam mengembangkan organisasi.

Meski demikian, dalam beberapa hal, KPI dan OKR dapat digunakan bersama. KPI menjadi metrik untuk mengukur key result.

Demikian hal – hal mengenai perbedaan KPI dan OKR yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan dan pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu.

Cara Menghandle Karyawan Strawberry Generation

Siapa sih yang tidak kenal buah strawberry? Buah ini muncul sekitar abad ke-13 di negara Eropa. Buah merah dengan tekstur lembut ini manis rasanya. Namun siapa sangka, buah ini memiliki kulit yang tipis serta struktur yang rapuh sehingga mudah busuk dan lembek.

Seperti itulah analogi strawberry generation. Generasi ini adalah potret dari generasi yang lahir dari orangtua yang jauh lebih mapan dari generasi sebelumnya. Generasi ini ditandai dengan adanya sifat yang manja dan arogan, kurang tahan banting, ingin hasil yang instan, serta sulit menerima kritik. Tetapi strawberry generation ini tak selamanya buruk. Layaknya mata pisau generasi ini juga mempunyai nilai plus tersendiri yaitu kemampuan teknologi yang lebih baik, inovasi ide yang out of the box, serta mampu menjadi pembelajar yang cepat.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar meminimalisir kekurangan dari strawberry generation. Yuk simak sampai habis!

  1. Penanaman mindset

Tanamkan growth mindset yang penuh akan kemampuan untuk menerima hal baru dan beranggapan bahwa kecerdasan itu dapat dikembangkan. Sebuah kecerdasan dikembangkan melalui proses yang disebut pembelajaran selain itu dapat pula dilakukan dengan menambah pengalaman.

Berbeda dengan orang fixed mindset yang cenderung terkurung dengan cara berpikirnya sendiri. Growth mindset akan membentuk manusia yang berkepribadian kuat dan berani dalam menghadapi tantangan dan permasalahan hidup.

  1. Life Long Learner

Life Long Learner adalah suatu proses manusia dalam mencari serta mengumpulkan pengetahuan dalam hidupnya. Pengetahuan ini tidak hanya bersifat akademik yang didapatkan dari pendidikan formal saja melainkan di mana saja kita berada. Lakukanlah apa saja yang dapat dilakukan selagi muda karena dengan itu kita dapat belajar hal baru.

Pendidik dapat mengajak anak didiknya untuk mengunjungi lingkungan di luar kelas untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru yang mungkin tidak didapatkan di kelas.

  1. Kemampuan Self Control

Self control adalah kemampuan individu dalam mengatur emosinya. Self control dapat membantu seseorang dalam menghadapi berbagai kondisi dalam hidupnya. Self control ditanamkan sejak dini baik dari lingkungan keluarga maupun sekolah.

Penanaman self control dalam dunia pendidikan salah satunya dilakukan dengan pembiasaan serta dapat sisipkan dalam pembelajaran. Peserta didik yang mempunyai self control yang baik tentunya telah mampu membimbing dirinya sendiri dalam melewati berbagai fase kehidupannya.

  1. Pemberian tantangan

Pendidik tidak hanya berperan untuk melakukan knowledge transfer. Untuk membangun kepribadian peserta didik yang kuat pendidik dapat melatih anak dengan cara memberikan tantangan. Tantangan mampu membiasakan peserta didik untuk berpikir dan mengambil keputusan sendiri. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan pemberian tugas proyek mandiri maupun berkelompok.

  1. Apresiasi

Pemberian apresiasi adalah hal yang sederhana namun memberikan dampak yang luar biasa bagi peserta didik sehingga dapat dikatakan bahwa pemberian apresiasi adalah salah satu poin penting dalam membangun mental peserta didik. Pemberian apresiasi menandakan bahwa apa yang dilakukan peserta didik sudah di notice oleh pendidik. Respon dalam apresiasi tentu berbagai macam bentuknya misalnya dengan cara pemberian pujian ataupun memberikan kritik dan saran.

Tidak dapat dipungkiri bahwa persoalan mental menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi generasi muda saat ini. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mendidik strawberry generation secara psikis dan mental agar menjadi generasi tahan banting. Tidak perlu insecure jika kamu termasuk dalam strawberry generation karena setiap generasi tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Fokuslah pada kelebihanmu dan perkecil kelemahanmu.

Demikian hal – hal mengenai cara menghandle karyawan strawberry generation yang perlu kamu ketahui. bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan dan pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu.

Standart Grooming Karyawan Restoran

Pelayanan yang baik tentu juga sangat memperhatikan standar penampilan karyawan. Karena pelayanan yang baik tidak hanya memuaskan kebutuhan tamu akan makanan yang sehat dan lezat, tapi juga secara visual. Penampilan Waiter dan Waiteress yang tidak rapi apalagi sampai bau badan tentu akan mengganggu tamu dan selera makan mereka.

Demi memperhatikan kenyamanan tamu, maka standar penampilan Waiter dan Waiteress pun dibuat dengan memperhatikan etika dan kenyamanan.

Berikut adalah standart penampilan waiter dan waitress:

Waiter

  1. Rambut pendek dan rapi, memakai minyak rambut, rambut tidak di cat.
  2. Tidak memelihara kumis dan jenggot
  3. Pakaian bersih dan disetrika
  4. Tidak bau badan (wajib memakai deodorant)
  5. Kuku dipotong pendek dan bersih
  6. Memakai parfum dengan aroma lembut
  7. Tidak memakai perhiasan di tangan kecuali jam tangan dan atau cincin menikah bagi yang telah menikah
  8. Memakai celana hitam katun (bukan jeans) dengan potongan standart.
  9. Memakai Apron (celemek service)
  10. Memakai sepatu hitam dan disemir, kaos kaki warna hitam

Waiteress

  1. Rambut disanggul ke belakang dengan menggunakan hairnet atau berjilbab rapi bagi yang mengenakan jilbab.
  2. Menggunakan make up minimalis
  3. Pakaian bersih dan disetrika
  4. Tidak bau badan (wajib menggunakan deodorant)
  5. Kuku dipotong pendek dan bersih, tidak menggunakan cat kuku.
  6. Memakai parfum dengan aroma lembut
  7. Tidak memakai perhiasan di tangan kecuali jam tangan dan atau cincin menikah bagi yang telah menikah
  8. Memakai celana hitam katun (bukan jeans)
  9. Memakai Apron (Celemek service)
  10. Memakai sepatu hitam standart (bukan high heels) dan disemir, kaos kaki warna hitam

Demikian hal – hal mengenai standart grooming karyawan restoran yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan dan pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu.

Pentingnya Pelayanan Prima Pada Customer

Pelayanan prima selalu diharapkan pelanggan sehingga mereka merasa puas. Selain itu, manfaat menyediakan layanan prima diantaranya untuk meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan atau pemerintah yang menjadikannya standar operasional sehari-hari.Sayangnya tidak semua perusahaan atau pemerintah dapat dengan mudah memiliki standar tersebut. Banyak alasan yang mempengaruhinya seperti keterbatasan pengetahuan terkait pelayanan prima.Maka dari itu, pada artikel ini akan dikupas tuntas terkait pelayanan prima, manfaat, konsep dan langkah-langkah yang bisa perusahaan dan pemerintah lakukan. Yuk, simak selengkapnya dibawah ini. Apa Itu Pelayanan Prima?Pelayanan prima (service excellent) adalah suatu upaya yang dilakukan oleh perusahaan dan lembaga pemerintah untuk memberikan layanan terbaik. Hal ini dilakukan agar pelanggan merasa puas dengan layanan yang diberikan.Sebagian orang mengira pelayanan prima hanya diperlukan oleh penyedia jasa saja. Nyatanya di lapangan semua jenis bisnis memerlukan pelayanan terbaik untuk mencapai kepuasan dan loyalitas pelanggan.Meski begitu, jenis pelayanan yang diberikan tentu berbeda, tergantung pada industrinya. Misalnya untuk bisnis yang menghasilkan produk, pelayanan andal bisa diterapkan pada customer service atau kualitas produk yang tinggi.Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa pelayanan prima berhubungan dengan komitmen perusahaan atau lembaga untuk menghadirkan produk atau layanan berkualitas tinggi. Dengan begitu, akan tercipta kepuasan pelanggan. Pentingnya Pelayanan PrimaPeran pelayanan prima ini sangat penting bagi perusahaan dan lembaga, terutama yang bergerak di bidang jasa. Sebab dengan layanan baik akan membantu mereka untuk mendatangkan pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama.Meski begitu, bukan berarti perusahan non-jasa tidak perlu memberikan layanan prima. Mereka tetap harus memberikan layanan prima melalui produk yang dihasilkan termasuk customer service. Hal ini berperan menjaga kepercayaan pelanggan tetap tinggi.Apabila Anda bisa menjaga kepercayaan pelanggan, hal ini juga akan membangun loyalitas mereka juga. Selain itu, peluang untuk pelanggan lama untuk membantu mempromosikan produk Anda melalui mouth of mouth marketing juga terbuka luas.Konsep Pelayanan PrimaKonsep pelayanan prima dibedakan menjadi tiga (3), yaitu: 

  • Attitude

Hal yang mendasar dalam melayani pelanggan adalah sikap yang ramah, penuh perhatian, dan rasa bangga terhadap perusahaan. Selain itu, petugas yang melayani pelanggan juga harus berpenampilan sopan dan menarik sesuai citra perusahaan. 

  • Attention

Setiap melayani pelanggan, Anda perlu memperhatikan dan menganalisis keinginan pelanggan. Namun sebelum memulainya, Anda perlu mengucapkan salam saat memulai pembicaraan, selanjutnya Anda bisa menanyakan keinginan mereka.Setelah itu, Anda perlu memahami keinginan mereka dan berusaha untuk memenuhinya. Dengan melakukan pelayanan yang ramah, tepat, dan cepat menjadi kunci utama kepuasan pelanggan. 

  • Action

Bagian yang tidak boleh terlewat dalam pelayanan pelanggan adalah memperhatikan keinginan pelanggan. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencatat pesanan pelanggan, menegaskan atau memastikan kembali pesanan, menyelesaikan transaksi dan mengakhiri dengan ucapan terimakasih. Tujuan Pelayanan PrimaTujuan utama memberikan pelayanan prima diantaranya untuk membuat pelanggan puas sehingga bisa meraih kepercayaan mereka. Setelah kepercayaan didapatkan, loyalitas pelanggan juga ikut bertambah.Selain hal tersebut, terdapat tujuan pelayanan pelanggan seperti berikut:

  1. Meningkatkan kualitas layanan pelanggan sesuai dengan standar perusahaan.Memfasilitasi pelanggan untuk menyelesaikan permasalahan mereka sesuai dengan kebutuhan.Terhindar dari keluhan pelanggan yang dapat merugikan perusahaan baik dari segi hukum atau norma masyarakat yang berlaku.Menumbuhkan rasa bangga dan loyalitas pelanggan seiring dengan rasa kepuasan yang mereka rasakan.

Setelah semua tujuan pelayanan pelanggan tercapai, perusahaan tidak perlu repot lagi melakukan aktivitas pemasaran. Tugas Anda hanya perlu mempertahankan kualitas layanan pelanggan terbaik. Manfaat pelayanan PrimaManfaat pelayanan prima adalah untuk memberikan kepuasan pelanggan sehingga tercipta loyalitas bagi perusahaan. Hal ini akan mendatangkan keuntungan buat Anda.Manfaat dari pelayanan prima lainnya adalah

  1. Memberikan produk dan jasa dengan kualitas tinggi untuk masyarakatMendapatkan kepuasan pribadi untuk karyawan setelah berhasil memberikan layanan prima.Pegawai unit pelayanan akan merasa banga karena terlibat dalam upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat, dan meraih kepercayaan penuh dari masyarakat.Memberikan kepercayaan dan kredibilitas masyarakat bagi lembaga atau unit pelayanan.

 Demikian hal – hal mengenai pentingnya pelayanan prima pada customer yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan dan pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu. 

Perbedaan Selling, Marketing Dan Branding

Selalu ada perbedaan pendapat dan diskusi menarik ketika membahas tentang Selling, Marketing dan Branding. Tidak sedikit baik personal maupun company tidak membedakan 3 poin tersebut, dan ada beberapa perusahaan bahkan menyamakan Sales dengan Marketing atau Marketing dengan Branding dan seterusnya. Padahal baik Selling, Marketing dan Branding adalah sesuatu yang BERBEDA, baik secara personal, company maupun dari hal-hal lainnya seperti:

  1. Tujuan
  2. Manfaat
  3. Goal
  4. Customer
  5. Waktu
  6. Asset

Dalam keseharian kita tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah Marketing, Selling dan Branding. Sayangnya banyak orang yang belum bisa membedakan ketiganya sehingga seringkali penggunaannya tertukar atau disamaratakan.

Untuk itu kali ini mari Kita membahas cara mudah membedakan Marketing, Selling dan Branding disertai implementasi ketiganya pada media berupa Aktivitas Penjualan Mobil Baru.

Sebagai orang yang bergelut di dunia Sales, Marketing ataupun Branding, kita dituntut bisa melakukan Sales Activity dan dengan melakukan aktifitas marketing, selling dan branding adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan. Sepintas ketiganya terlihat sama dan dapat dilakukan bersamaan. Namun ternyata ketiganya memiliki beberapa perbedaan yang membuat kita harus fokus mejalankan satu aktivitas dalam satu waktu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Berikut adalah 6 hal yang membedakan Selling, Marketing dan Branding yaitu sebagai berikut:

  1. Objective atau tujuannya
  • Selling, Selling adalah berapa omzet yg terjual, sehingga konten dan hal-hal yg dilakukan pada aktivitas itu harus membuat orang mau beli.
  • Marketing, Marketing memiliki tujuan akhir yakni meningkatkan market share atau pangsa pasar perusahaan, jadi jika hari ini perusahaan hanya memiliki 10% pangsa pasar maka kita perlu melakukan aktivitas marketing agar pangsa pasar perusahaan kita meningkat.
  • Branding, Branding bertujuan untuk memberikan Jati Diri Konsumen terhadap brand kita.
  1. Manfaat
  • Manfaat Selling, Dalam aktivitas selling sudah jelas bahwa seringkali yang kita tawarkan juga berupa hal fisik seperti kualitas produk, fungsi produk dan sebagainya
  • Manfaat Marketing, Manfaat yang ditawarkan dalam aktivitas marketing adalah manfaat yang berbentuk fisik yakni produk perusahaan itu sendiri
  • Manfaat Branding, Yang ditawarkan branding adalah aspek nonfisik seperti Ikatan Emosional, presepsi dan sebagainya
  1. Yang Diperoleh Konsumen

Dalam aktivitas Marketing dan Selling kita berbicara tentang Konsumen Mendapatkan Apa?

Tentu saja apa disini merujuk pada barang atau produk yang dijual. Sementara dalam aktivitas Branding kita berbicara tentang Konsumen Menjadi Apa?

Contoh sederhananya dalam Hand Phone Iphone dari Apple. Dalam aktivitas marketing dan selling maka yang kita bicarakan adalah tentang kualitas bahan, ketahanan dan desain Hand Phone Iphone dari Apple tersebut.

Hand Phone Merk Iphone dari Apple adalah lambang kesuksesan. Sehingga banyak orang yang sudah sukses dan atau orang yang ingin di presepsikan sebagai orang sukses membeli Hand Phone tersebut.

Itulah, maksud dari “konsumen menjadi apa?”.

  1. Goal

Goals yang ingin dicapainya, aktivitas Marketing adalah Demand (permintaan) sehingga cara atau kegiatan yang dilakukan dalam aktivitas marketing adalah usaha-usaha untuk merangsang kebutuhan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Sementara dalam Selling goals yang ingin dicapai hanya sampai pada tahap Clossing penjualan. Sedangkan dalam branding, goals yang ingin dicapai adalah Loyalitas konsumen. Jadi bisa Kita ambil kesimpulan bahwa jika Marketing dan Selling itu menciptakan pembeli maka Branding itu menciptakan pelanggan.

  1. Waktu

Dari segi waktu, aktivitas Marketing memerlukan jangka waktu pengerjaan yang panjang. Mulai dari merangsang kebutuhan, mengedukasi pasar sebelum akhirnya bisa mencapai tujuan peningkatan market share.

Sementara aktivitas Selling, biasanya hanya dilakukan dengan jangka waktu yang cukup pendek mulai dari hitungan jam hingga biasanya maksimal satu bulan. Contohnya program diskon atau bonus.

Sedangkan Branding, jangka waktu untuk membangun sebuah brand membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Branding dibangun melalui pengalaman-pengalaman yang dialami secara berulang sehingga membekas dalam ingatan dan benak konsumen.

  1. Asset

Aktivitas Marketing menghasilkan sebuah Tangible Aset, atau aset yang dapat terlihat secara fisik. Seperti database pembeli potensial, market share dan sebagainya.

Begitupun dalam aktivitas Selling, asset yang digunakan atau didapatkan dapat terlihat secara fisik (Tangibel Asset). Sedangkan untuk Branding yang kita bangun dan tawarkan ialah asset yang tidak terlihat (Intangible Asset). Kita tidak dapat menyentuh atau melihat brand secara fisik namun ada nilainya.

Demikian hal – hal mengenai perbedaan Marketing, Selling, dan Branding yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan dan pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu.

Apa Sih Work Life Balance? Dan Apa Manfaatnya?

Work Life Balance adalah suatu keadaan dimana karyawan dapat memperoleh keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupannya. Untuk dapat mencapainya, karyawan perlu mengatur waktu dengan sebaik mungkin agar tanggung jawabnya untuk menyelesaikan tugas tetap dapat dipenuhi namun di sisi yang lain karyawan tetap bisa memperhatikan kebutuhan pribadinya. Oleh karena itulah, para karyawan yang ingin menciptakan Work Life Balance banyak yang mengharapkan sistem kerja fleksibel.

Dengan tercapainya work-life balance, kamu dapat lebih produktif dan mengeksplorasi hobi atau kemampuan di luar pekerjaan. Ini akan membuat kamu lebih bahagia dalam menjalani pekerjaan. Menurut Forbes, bagi generasi milenial work-life balance berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memenuhi gaya hidup melalui pekerjaan yang dilakukan.

Bagi generasi milenial, pemenuhan gaya hidup mempengaruhi tingkat kebahagiaan mereka. Itulah sebabnya milenial akan mencari karier yang dapat memenuhi gaya hidupnya. Di luar itu, mencapai work-life balance sendiri memiliki manfaat lain. Menyadur dari Thehappinestindex, terdapat beberapa manfaat dari work life balance yang bisa didapatkan.

  1. Terhindar dari berbagai penyakit

Tentu ini berkaitan dengan meningkatnya kebahagiaan kala mencapai kondisi work-life balance. Kebahagiaan akan membuat seseorang lebih berpikir positif dan optimis, sehingga meningkatkan imun tubuh yang dapat melindungi berbagai penyakit. Bahkan, tercapainya keseimbangan ini juga dapat menghindarkan seseorang dari penyakit mental. Pasalnya, seseorang dapat lebih berdedikasi dan tidak merasa tertekan kala melakukan pekerjaan, serta dapat terpenuhi kebutuhan pribadinya.

  1. Meningkatkan performa

Dengan kondisi fisik dan mental yang baik, seseorang dapat lebih mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Bahkan, dengan hal tersebut dapat muncul inovasi-inovasi baru yang bisa membantu kinerjanya dan kinerja perusahaan.

  1. Lebih fokus dalam bekerja

Sejalan dengan poin sebelumnya, dengan memiliki energi lebih untuk bekerja seseorang dapat menjadi lebih fokus. Ia tak perlu khawatir atau memikirkan berlebihan mengenai kondisi keluarganya.

  1. Mengurangi jenuh dan stres

Selanjutnya, mencapai work-life balance akan mengurangi perasaan jenuh dan stres terhadap pekerjaan. Seseorang akan dapat lebih leluasa mengerjakan pekerjaannya karena memiliki energi positif yang cukup akibat terpenuhinya kebutuhan pribadi, dan keluarga.

Demikian hal – hal mengenai work life balance dan manfaatnya yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan dan pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu.

Apa Sih Workload Analisys?

Apa itu analisa beban kerja? Analisa beban kerja adalah suatu proses yang dilakukan untuk menetapkan berapa lama jam kerja orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan dalam suatu waktu. Atau bisa disebut juga penentuan jumlah tenaga kerja yang akan bertanggung jawab pada sebuah pekerjaan yang diberikan. Hal ini bertujuan untuk menentukan jumlah tenaga kerja yang dbutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Jika sudah diketahui jumlah kerja per orang dalam merampungkan sebuah pekerjaan, maka akan diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan seluruhnya dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Atau dengan kata lain akan diperoleh jumlah karyawan atau pekerja yang dibutuhkan yang sesuai dengan jumlah jam kerja yang telah ditentukan.

Manajemen kepegawaian ini wajib dilakuan baik dalam organisasi atau lembaga pemerintah dan juga swasta. Hal ini dilaksanakan untuk memperoleh landasan dalam penerimaan dan penempatan karyawan melalui analisa jabatan. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan pegawai yang baik yang mencakup waktu dan jumlah. Dengan melakukan analisa beban kerja ini, maka akan didapatkan gambaran pekerja yang dibutuhkan baik dalam segi kualitas dan kuantitas berdasarkan jabatan dan unit kerja.

Demikian hal – hal mengenai workload analisys yang perlu kamu ketahui. Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan dan pelatihan karyawan sesuai kebutuhan organisasimu.

Design a site like this with WordPress.com
Get started